Pedagang Pasar Banjaran, Bandung, Jawa Barat tolak pembongkaran viral di media sosial. Kejadian tersebut terjadi tepatnya pada Sabtu (15/7/2023) lalu.
Seperti yang terlihat dalam postingan video amatir @sonofhil yang telah mendapatkan views lebih dari 18 ribu kali.
Pedagang meradang karena pembongkaran pasar tersebut terjadi sebelum proses hukum berakhir atas pengajuan banding putusan PTUN terkait revitalisasi Pasar Banjaran.
Para pedagang menolak secara terang-terangan revitalisasi tersebut. Selain karena hal di atas, pengembangan pasar tradisional menjadi pasar modern sehat ini merugikan pedagang.
Baca juga: Dedi Mulyadi Jodohkan Fahmi dengan Driver Ojol, sudah Move On dari Anggi?
Pasalnya harga sewa melonjak naik saat pengalihan pengelolaan ke swasta. Tidak adanya sosialisasi pun yang membuat warga semakin menolak pembongkaran ini.
Aksi Pedagang Pasar Banjaran Bandung Hadang Eksavator
Pembongkaran yang terjadi di Pasar Banjaran, Bandung ini pun akhirnya terhenti untuk sementara waktu.
Pedagang bersikeras menolak pembongkaran dengan membuat barisan yang menghadang alat berat berupa eksavator untuk tidak menghancurkan bangunan pasar.
Terlihat dalam video beberapa reruntuhan bangunan yang telah alat berat tersebut rusak. Seketika masa yang terdiri dari pedagang ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak muda mendekat ke lokasi.
Petugas Satpol PP mencoba berjibaku untuk menghentikan kericuhan yang tercipta. Namun, para pedagang bersikeras menuntut keadilan.
Hal tersebut terjadi karena belakangan ini Pemkab Bandung telah menjanjikan subsidi existing kepada pedagang. Namun, pedagang masih mempertanyakan realisasinya.
Tanggapan Netizen
Aksi para pedagang Banjaran Bandung tolak pembongkaran ini juga berhasil membuat netizen ikut meradang. Netizen mengkritik soal hukum yang berjalan di Indonesia.
“Digusur ketika proses hukum masih berlanjut karena mereka para penggusur sudah tahu pihak mana yang akan menang. Tahu sendiri kan, bagaimana hukum di negeri ini tumpul kemana?,” kelakar salah satu netizen.
“Tolong sebarkan ke seluruh Indonesia. Pemerintah setempat lebih memilih bersengkongkol dengan pengusaha daripada mensejahterakan rakyat,” komentar netizen lainnya.
Sementara itu, permasalahan yang terjadi di Pasar Banjaran ini semoga segera terselesaikan dengan baik dan menemukan titik terang yang tidak merugikan berbagai pihak. (Dinar/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)