Proyek pembangunan roket di Tasikmalaya merupakan salah satu upaya Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) berswasembada teknologi antariksa pada tahun 1957. Konon proyek ini menjadi acuan AURI menciptakan TNI semakin modern.
Adapun pengertian mandiri di sini yaitu bangga dengan produk lokal atau dengan kata lain mandiri yang berarti swasembada.
Melalui proyek pembangunan roket bertema “Menang” ini, AURI optimis bisa membawa seluruh anggota TNI tumbuh menjadi lebih kuat dari angkatan perang negara lain yang ada di seluruh Asia.
Proyek pembangunan roket “Menang” telah menjadi industri besar yang pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sukarno. Tampaknya orang nomor satu di Indonesia ini tidak main-main untuk merealisasikan swasembada teknologi antariksa.
Apalagi saat itu beberapa perguruan tinggi terkemuka di Indonesia mulai berhasil menciptakan teknologi roket dengan cukup baik dan sempurna.
Baca Juga: Sejarah Meletusnya Gunung Galunggung, Soekapura Ganti Jadi Tasikmalaya
Melalui proyek roket “Menang”, pemerintah pusat di Jakarta akan menjadikan Tasikmalaya sebagai basis perakitan roket terkemuka se-Indonesia.
Selain mengharumkan nama kota Tasikmalaya, proyek ini juga telah membuka peluang besar bagi golongan intelektual sekitar untuk mempelajari perkembangan teknologi antariksa.
Presiden Sukarno Pernah Mengunjungi Proyek Pembangunan Roket “Menang” di Tasikmalaya
Menurut R. Jacob dalam buku “Lahirnya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional” (1987), pada saat pembukaan proyek roket “Menang” tahun 1957, Presiden Sukarno pernah menyambangi pusat pembuatan roket tersebut di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sang proklamator kemerdekaan Indonesia ingin bangsa ini mempunyai alat pertahanan berbasis teknologi antariksa.
Presiden Sukarno selalu terpengaruh oleh pergaulan Barat yang bisa mengembangkan diri menjadi negara besar karena kepemilikan teknologi antariksa yang canggih.
Presiden Sukarno merupakan “otak inti” di balik terlaksananya proyek pembangun roket di Tasikmalaya. Pekerjaan mengembangkan teknologi antariksa ini bahkan menjadi salah satu agenda mega proyek Sukarno yang paling penting.
Namun berdasarkan beberapa temuan dokumen di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, rencana pembangunan industri roket “Menang” di Tasikmalaya tersebut tidak memiliki umur yang panjang.
Baca Juga: Sejarah Pertempuran Karang Resik, Perlawanan Rakyat Tasikmalaya yang Membuat Belanda Geram
Proyek Roket “Menang” Terinspirasi dari Mahasiswa UGM dan ITB
Masih menurut R. Jacob –seorang peneliti senior di dunia antariksa ini pernah mengatakan jika proyek roket “Menang” AURI di Tasikmalaya (1957) terinspirasi dari Mahasiswa UGM dan ITB.
Jauh sebelum proyek pembangunan roket di Tasikmalaya, mahasiswa UGM dan ITB sudah mulai mencobanya lebih awal.
Mahasiswa UGM yang tergabung dalam Persatuan Roket Mahasiswa Indonesia (PRMI) pertama kali meluncurkan roket buatannya pada 24 Agustus 1963. Mereka menguji coba roket ini di pantai Kepanewon, Sanden, Bantul, Yogyakarta.
Selain UGM, ada pula Mahasiswa ITB yang sedang berproses untuk membuat roket terbaiknya. Mahasiswa ITB terhitung lebih canggih, mereka menguasai ilmu antariksa yang luas. Hal ini membuat AURI tertarik menggaet ITB untuk membangun industri roket “Menang” di Tasikmalaya.
Kolaborasi antara ITB dan AURI kemudian menghasilkan proyek roket “Menang”. Proyek ini mendapatkan respon positif dari beberapa negara di Asia Tenggara.
Proyek antariksa AURI dengan Mahasiswa ITB bahkan menjadi salah satu peserta lomba perakitan roket terkemuka se-Asia.
Baca Juga: Mari Bersuka Ria, Lagu Karya Soekarno yang Fenomenal
Peluncuran Roket AURI Pertama di Garut
Seiring dengan berjalannya waktu, AURI tidak lagi menggaet ITB untuk bekerja sama membuat roket dambaannya. AURI yang dipimpin oleh (Panglima Angkatan Udara), Oemar Dhani merasa punya teknisi profesional untuk melanjutkan proyek roket “Menang” dengan cepat.
Setelah dilakukan berbagai penelitian, akhirnya ambisi AURI terealisasi dengan baik. Sejak tanggal 14 Agustus 1964, proyek pembangunan roket yang dipimpin oleh Laksamana Muda, Budiardjo dan wakilnya J. Salatun berhasil diuji coba.
Hal ini membuat AURI terkenal sebagai satuan tentara yang melek teknologi di kalangan masyarakat luas. Pasalnya apa yang diinginkan AURI di awal –melakukan swasembada teknologi antariksa, kini telah berhasil direalisasikan oleh Oemar Dhani. Tidak hanya rakyat Indonesia yang bangga pada AURI, tetapi juga Presiden Sukarno.
Pantai Pameungpeuk Garut jadi tempat uji coba peluncuran roket AURI pertama. Namun setahun setelah itu keadaan republik menjadi kacau akibat peristiwa G30S 1965. Karena peristiwa tersebut proyek pembangunan roket berhenti total. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)