harapanrakyat.com,- Pedagang kaset VCD maupun DVD bajakan di Ciamis dahulu begitu berjaya, bahkan menghasilkan cuan yang tidak sedikit.
Namun saat ini, karena tergerus oleh digitalisasi, lambat laun mulai gulung tikar. Hal tersebut, karena omsetnya yang dari tahun ke tahun terus menurun.
Dari informasi yang harapanrakyat.com peroleh, bahwa saat masa kejayaan, pedagang kaset itu mampu menjual ratusan keping. Sehingga tidak salah jika omsetnya bisa mencapai Rp 5 juta sampai 10 juta dalam sehari saja.
Baca Juga: Harga Dagingnya Mahal, Pedagang Ayam Goreng di Ciamis Libur Jualan
Selain turun omsetnya, profesi sebagai pedagang kaset juga saat ini kian kurang peminat.
Bahkan di pinggir Terminal Ciamis atau tepatnya di depan Pasar Manis Ciamis, sekarang hanya tinggal dua orang pedagang kaset VCD. Padahal dulunya kawasan tersebut berjejer pedagang kaset hingga belasan.
Pedagang Kaset VCD Bajakan di Ciamis yang Masih Bertahan
Lesunya omset dirasakan oleh Iik Abdul Holik (42), salah satu penjual kaset VCD bajakan di Ciamis, yang dari tahun 2022 sampai saat ini masih bertahan.
Iik mengatakan, saat kejayaannya itu, ia mampu menjual ratusan keping kaset, dengan omset Rp 5 juta sampai Rp 10 juta dalam sehari.
“Tapi saat ini, hanya 10 keping dan uang Rp 100 ribu dalam sehari itu juga sulit,” katanya, Jumat (14/7/2023).
Menurutnya, penjualan kaset VCD mulai sepi itu pada akhir tahun 2013, dan awal tahun 2014. Pasalnya, saat itu pertama munculnya handphone android, sebagai awal mula era kemajuan digitalisasi.
“Iya dengan munculnya android saat itu, membuat musik, film, film dewasa, film anak-anak dan lainnya bisa diakses di smartphone tersebut,” tutur warga Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis.
Lanjut Iik, dulu pedagang kaset VCD bajakan bisa sampai 30 orang, dan berjejer di sepanjang terminal Ciamis.
Baca Juga: Kisah Penjual Burung Asal Bantul Rela Mangkal di Kawali Ciamis
Namun, saat ini hanya dua pedagang saja, karena yang lainnya itu sudah beralih profesi.
Iik menuturkan, alasan saat ini ia masih bertahan berjualan kaset VCD, karena sulitnya mencari pekerjaan dan juga usaha.
Selain menjual kaset, saat ini ia juga menjual berbagai aksesoris dan juga mainan anak serta masker.
“Saat ini masih bertahan, sambil menunggu ada bisnis yang bagus. Saya juga saat ini sambil bertani,” tuturnya.
“Memang dulu hasil dari kaset itu sangat terasa, bahkan saya bisa bangun rumah. Namun saat ini semakin sepi,” imbuhnya.
Sementara itu, Jaenal Mutaqin yang sudah menjadi pedagang kaset VCD bajakan belasan tahun, juga mengatakan hal yang sama.
Saat ini, dirinya masih berjualan karena menghabiskan sisa persediaan. Karena untuk saat ini ia menjalani usaha sebagai penjual kopi.
“Kalau kaset itu paling sehari hanya 3 sampai 5 keping saja. Sekarang itu kaset VCD atau DVD sudah mulai sepi pembeli, karena tergerus digitalisasi,” singkatnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)