Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TasikmalayaKisah Aria, Bocah di Tasikmalaya yang Putus Sekolah untuk Hidupi Adik dan...

Kisah Aria, Bocah di Tasikmalaya yang Putus Sekolah untuk Hidupi Adik dan Ibu yang Sakit Ginjal

harapanrakyat.com,- Viral di media sosial, seorang bocah di Tasikmalaya, Jawa Barat jadi tulang punggung keluarga. Bocah yang bernama Aria Nazas Safutra (13) tersebut harus bekerja untuk menghidupi adik dan ibunya yang sakit ginjal.

Harapanrakyat.com menemui Aria di rumahnya di Kampung Mekarsari, RT 014, RW 010, Desa Mangunjaya, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.

Anak dari Susan Neni Nurlaela (31) tersebut mengaku sering berjualan di Puskesmas Cihaurbeuti-Ciamis, Jamanis, Panembong, hingga RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

“Saya jualan ke Puskesmas Cihaurbeuti, Jamanis, Panembong terus langsung ke Rumah Sakit Umum di Kota Tasikmalaya,” ujar Aria, Rabu (19/7/2023).

Untuk berjualan di Puskesmas Cihaurbeuti Ciamis, Aria naik ojeg. Aria sebenarnya sudah terbiasa jalan kaki, namun jarak yang ditempuhnya terlalu jauh.

“Jadi kalau jalan kaki berat, sudah biasa gak malu, tetapi kalau awal-awal jualan merasa malu, tapi sekarang karena sudah terbiasa sudah tidak malu lagi,” kata Aria.

Sementara itu ibu Aria, Susan Neni Nurlaela menceritakan Aria putus sekolah. Aria hanya sempat duduk di bangku SD sampai kelas 5 SD.

Baca Juga: Viral, Video Bocah Perempuan di Rangkasbitung Pingsan Akibat Kelaparan

Semenjak Susan harus cuci darah karena penyakit ginjalnya, Aria jualan makan ringan ke beberapa Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Tasikmalaya.

“Dari rumah naik ojeg ke Puskesmas, kalau sudah sampai Puskemas jalan kaki ke tempat lainnya. Dagang makanan ringan tahu bulat ini ngambil dari orang lain,” kata Susan.

Pendapatan kotor Aria sehari, menurut Susan, hanya mendapat Rp 100 ribu. Itupun belum dikurangi ongkos ojeg dan angkot. 

“Anak saya hanya jadi penjual saja, ngambil keuntuntungan seadanya dari hasil penjualan makanan ringan tersebut, penghasilannya 100 ribu, itu pun kotor belum buat bayar ojeg dan angkot,” jelasnya.

Aria, Bocah di Tasikmalaya Sudah Jualan Sejak Kelas 4 SD

Menurut Susan, Aria mulai berjualan sejak kelas 4 SD. Aria biasa berjualan sepulang sekolah. 

“Tapi waktu itu, Aria berpikir dokter di Puskesmas sampai jam 12 siang, kalau ngelanjutin sekolah, terus dadanya pulang sekolah, takut tidak ada yang membelinya. Karena jualannya kan sepulang sekolah jam 1 siang. Jadi berpikir gak akan dapat uang karena yang berada di puskesmas sudah pada pulang,” terang Susan.

Aria putus sekolah ketika duduk di kelas 5 SD. Susan mengaku sudah membujuk Aria agar kembali sekolah.

“Sekarang enggak sekolah, putus hanya sampai kelas 5 SD. Saya bujuk untuk sekolah, tapi keukeuh menolak. Katanya lebih baik adik-adiknya yang meneruskan sekolah. Aria hanya ingin ngejujurin adik-adiknya juga ngurusin ibunya,” katanya.

Susan mengatakan, dirinya sakit ginjal sejak setahun lalu. Seminggu dua kali, Susan harus menjalani cuci darah ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

“Saya sakit gagal ginjal seminggu dua kali cuci darah ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Saya sakit gagal ginjal sudah setahun lebih, habis ngelahirin anak yang paling kecil,” katanya.

Sementara itu Agus Ketua RT setempat mengatakan, Aria menjadi tulang punggung keluarga dengan jualan makanan ringan.

“Ibunya sakit, cuci darahnya seminggu dua kali, anaknya yang paling besar jadi tulang punggung keluarga jualan makanan ringan, katanya.

Agus menambahkan, ayahnya Aria tidak diketahui keberadaannya. Ayahnya itu meninggalkan keluarganya sejak istrinya sakit.

“Bapaknya enggak tahu ke mana, soalnya ninggalin anak dan istrinya, pas begitu sakit istrinya langsung ditinggalin. Kami dari RT di sini hanya bisa memperhatikan keluarga tersebut, tidak bisa berbuat banyak,” Kata Agus. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...
Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...
Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...
Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...