harapanrakyat.com – Harga daging ayam di Kota Bandung Jawa Barat, saat ini belum menunjukan penurunan harga. Dalam sepekan terakhir, harga daging ayam berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan salah satu faktor kenaikan harga daging ayam, karena harga pakan naik. Selain itu, kata Elly, jumlah permintaan daging ayam pun cenderung meningkat. Hal itu menyebabkan masih tingginya harga daging ayam.
Sebagai informasi, selain harga daging ayam yang masih meroket, demikian juga dengan harga cabai yang masih belum beranjak turun.
Baca Juga : Pemerintah Kota Bandung Kaji Parkir Berlangganan
Menurutnya, harga daging ayam di pasar tradisional mencapai Rp 40.000 – Rp 42.000/kilogram. Sedangkan harga cabai rawit Rp 40.000 – Rp 50.000/kilogram. Kemudian harga cabai tanjung Rp 80.000 – Rp100.000/kilogram di pasar tradisional.
Kendati demikian, berdasarkan pantauannya, harga daging ayam di toko ritel jauh lebih murah dari pada di pasar tradisional.
“Kemarin, saya memantau ke salah satu toko ritel. Harga daging ayam seharga Rp29.900. Itu beratnya 0,8 kilogram atau 0,9 kilogram. Kalau per kilogramnya jatuh di harga Rp 33.000,” ungkapnya di Kota Bandung, Rabu (5/7/2023).
Penyebab Perbedaan Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional dan Ritel di Kota Bandung
Kabid Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menjelaskan, alasan perbedaan harga daging ayam antara pasar tradisional dengan toko ritel.
Ia menuturkan, di pasar tradisional rata-rata menjual daging ayam per kilogram. Sementara di toko ritel tidak per kilogram.
Selain itu, toko ritel mendapatkan ayam yang sudah dipotong dari distributor. Sedangkan di pasar tradisional, alurnya lebih panjang.
Baca Juga : Gerakan Pangan Murah DKP Garut, Harga Sembako di Bawah Harga Pasar
Sementara terkait komoditas cabai, lanjutnya, di toko ritel lebih mahal karena kualitasnya lebih bagus dan bersih serta ada pengemasan baik. Berbeda dengan cabai yang ada di pasar tradisional.
Oleh karena itu, untuk mengembalikan kestabilan harga daging ayam dan cabai, Meiwan menuturkan, sampai saat ini pihaknya masih terus memantau harga dan ketersediaan.
“Ketersediaannya dulu yang kita pastikan aman sambil kita memantau pergerakan harganya. Kita juga terus berkoordinasi dengan pihak distributor ayam dan cabai, serta daerah penghasil. Kenaikan harga daging ayam dan cabai bukan hanya di Kota Bandung, tapi rata hampir di semua daerah,” tambahnya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)