Fotosintesis tanaman hydrilla sejatinya tidak jauh berbeda dengan tumbuhan lain. Fotosintesis pada tanaman ini melibatkan penangkapan energi cahaya matahari oleh klorofil pada daun hydrilla. Hanya saja, aktivitasnya terjadi di habitat asli tanaman hydrilla yakni dalam air.
Fotosintesis merupakan proses penting bagi tanaman, alga, dan sejumlah bakteri untuk mengubah energi matahari menjadi kimia. Tanaman hydrilla menjadi salah satu contoh tumbuhan air yang dapat melakukan fotosintesis.
Baca Juga: Contoh Kingdom Plantae, Ciri-Ciri dan Peranannya
Tanaman ini memiliki peranan ekologis yang penting dalam membangun lingkungan. Fotosintesis pada hydrilla membantunya bertahan hidup, sekaligus memberikan kontribusi positif pada keseimbangan ekosistem perairan.
Proses Fotosintesis Tanaman Hydrilla
Hydrilla verticillata adalah tumbuhan air berbunga yang berasal dari keluarga Hydrocharitaceae. Tanaman ini populer berkat kemampuannya yang tumbuh subur dalam berbagai jenis perairan. Mulai dari kolam, danau, hingga saluran air yang lambat.
Hydrilla memiliki batang berukuran panjang, ramping, beruas-ruas, serta dedaunan yang berputar di sepanjang batang. Ciri-ciri ini memungkinkan tanaman hydrilla untuk mendapatkan sinar matahari secara maksimal untuk proses fotosintesis.
Fotosintesis tanaman hydrilla terbagi menjadi 2 proses yakni reaksi terang dan reaksi gelap atau siklus Calvin. Supaya lebih memahami, silahkan simak perbedaan prosesnya berikut ini.
Mekanisme Fotosintesis Hydrilla dengan Reaksi Terang
Dalam mekanisme fotosintesis menggunakan reaksi terang, hydrilla mengandalkan pigmen hijau atau klorofilnya. Klorofil ini berfungsi untuk menangkap cahaya matahari yang menjadi sumber energi dalam proses fotosintesis. Hydrilla di dalam air harus mampu menyesuaikan keadaan dengan intensitas cahaya yang tersedia di lingkungannya.
Selain mengandalkan klorofil, hydrilla memiliki struktur akar yang memungkinkannya menyerap air serta nutrisi. Hydrilla akan menyerap CO2 dari atmosfer yang larut di dalam air. Kedua bahan yakni air dan CO2 inilah yang menjadi bahan baku bagi reaksi fotosintesis.
Setelah cahaya matahari terkumpul, hydrilla menggunakannya untuk mengubah air dan CO2 menjadi glukosa serta oksigen. Prosesnya perlu melewati serangkaian reaksi kimia yang terjadi di dalam kloroplas.
Glukosa hasil dari fotosintesis tanaman hydrilla berguna untuk sumber energi dalam rangka pertumbuhan dan metabolisme. Sementara sisa glukosa yang tidak mereka gunakan akan tersimpan dalam bentuk pati sebagai cadangan makanan.
Selama fotosintesis, hydrilla melepaskan oksigen sebagai produk sampingan. Oksigen ini terlepas ke dalam air dan berkontribusi positif dalam banyak hal. Terutama bagi kelangsungan makhluk hidup yang ada di ekosistem air tersebut.
Mekanisme Fotosintesis Hydrilla dengan Reaksi Gelap
Berbeda dengan proses fotosintesis dengan reaksi terang, siklus Calvin memiliki cara tersendiri. Dalam tahap ini, zat CO2 bersumber dari udara melalui struktur yang bernama stomata pada permukaan daun. CO2 kemudian masuk ke senyawa organik dengan bantuan enzim RuBisCO.
Baca Juga: Jaringan untuk Fotosintesis pada Tumbuhan Beserta Fungsinya
Senyawa organik yang terbentuk dalam langkah sebelumnya berubah menjadi glukosa dan senyawa karbohidrat. Prosesnya menggunakan energi yang mereka hasilkan selama reaksi terang serta bantuan NADPH.
Beberapa senyawa yang terbentuk selama proses fotosintesis tanaman hydrilla dengan siklus Calvin harus beregenerasi secara optimal. Hal ini agar siklusnya dapat berjalan terus-menerus. Serta mampu menghasilkan glukosa dengan lebih efisien.
Manfaat Fotosintesis Hydrilla Bagi Lingkungan
Fotosintesis hydrilla yang merupakan proses mengubah sinar matahari menjadi energi kimia ternyata memberikan berbagai manfaat. Beberapa manfaat fotosintesis hydrilla bagi lingkungan meliputi:
1. Meningkatkan Produksi Oksigen
Selama fotosintesis, hydrilla menggunakan energi sinar matahari untuk mengubah CO2 dan air menjadi glukosa serta oksigen. Karena hidup di air, hydrilla menyediakan kontribusi penting dalam mempertahankan kadar oksigen di dalam air. Sekaligus mendukung kehidupan organisme akuatik lainnya, termasuk ikan dan mikroorganisme.
2. Meminimalisir Polusi Karbon
Proses fotosintesis tanaman hydrilla membantu dalam penyerapan CO2 dari atmosfer. Karbon yang terikat dari CO2 berubah menjadi bahan organik untuk membentuk sel tanaman. Dengan begitu, hydrilla secara tidak langsung membantu mengurangi polusi CO2 di udara.
3. Menstabilkan Tanah
Hydrilla memiliki akar yang berkembang dalam substrat lumpur atau tanah di dasar perairan. Akar ini membantu mengikat sekaligus menstabilkan tanah di sekitarnya. Hal ini dapat membantu mencegah erosi serta mempertahankan keberlangsungan ekosistem perairan.
4. Meningkatkan Kualitas Air
Fotosintesis hydrilla juga membantu mengurangi kadar CO2 di dalam air. Sehingga membantu meningkatkan pH air. Kondisi air yang lebih baik dapat meningkatkan kualitasnya untuk organisme akuatik. Serta mempengaruhi berbagai proses biologis di dalam ekosistem air.
Baca Juga: Contoh Tumbuhan Invasif serta Karakteristiknya, Berbahaya?
Meski hydrilla memiliki peran yang cukup penting, tanaman ini juga dapat menjadi masalah dalam beberapa kondisi. Pertumbuhan berlebihan dapat menyebabkan masalah ekologis seperti menyumbat aliran air.
Dengan pemahaman yang baik tentang fotosintesis tanaman hydrilla, kita dapat meningkatkan upaya konservasi secara bijak. Semoga bermanfaat! (R10/HR-Online)