harapanrakyat.com,- Aria Nazas Safutra (13) bocah SD asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menjadi tulang punggung keluarga menghidupi adik dan ibunya yang sakit gagal ginjal kini menjadi perhatian setelah viral. Banyak pihak yang datang ke rumah Aria dan memberikan bantuan.
Untuk menghidupi adik dan ibunya, Aria terpaksa harus putus sekolah karena harus mencari uang dengan berjualan makanan ringan.
Pada Kamis (20/7/2023), sejumlah pihak mendatangi rumah Aria di Kampung Mekarsari, Desa Mangunjaya, Kecamatan Rajapolah. Mereka berempati setelah mengetahui kisah bocah SD yang jadi tulang punggung keluarga.
Selain Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, juga ada dari Dinsos Kabupaten Tasik, Camat Rajapolah, Kades Manggungjaya dan sejumlah yayasan kemanusian.
“Tadi ada pak Wakil Bupati ke rumah, bertanya terus ngedoain dan memberikan amplop dan sembako. Tadinya Pak Wakil Bupati mau nganter cuci darah ke RSUD dr Soerkardjo, Kota Tasikmalaya. Tetapi gak jadi nganternya karena ada urusan mendadak,” kata Nurlaela, Ibu Aria.
Nurlaela menerangkan banyak pihak yang mendatangi rumahnya. Bahkan selain yang datang, ada juga yang menelpon dari Jakarta dan akan membantu untuk modal usaha.
“Terus Insya allah besok datang dari Kemensos RI berkunjung ke rumah,” ungkapnya.
Baca Juga: Kisah Aria, Bocah di Tasikmalaya yang Putus Sekolah untuk Hidupi Adik dan Ibu yang Sakit Ginjal
Nurlela mengaku bersyukur saat ini Aria ingin melanjutkan lagi sekolah SD setelah mendapat bujukan dari Camat. Sebelumnya bocah SD itu harus putus sekolah karena harus berjualan makanan ringan keliling.
Aria kini tidak lagi jualan makanan ringan. Sebagai gantinya, Aria akan berjualan sembako di rumah.
“Jadi hasil musyawarah, semisalkan ada milik Aria mau berjulan sembako di rumah,” katanya.
Nurlela mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kepedulian dan bantuannya.
“Terima kasih banyak atas kepedulian semua, atas segala yang sudah diberikan kepada Aria. Semoga digantikan oleh Allah SWT yang lebih-lebih,” pungkasnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)