Asal-usul kuyang membuat orang penasaran. Pasalnya kuyang merupakan mahluk gaib yang berwujud sangat menyeramkan. Sosok mistis ini cukup menggemparkan masyarakat, dengan wujud kepala terbang dengan organ dalam bergelantungan.
Kuyang juga memiliki dua taring di kanan dan kiri mulutnya. Sosok ini sering menggemparkan masyarakat baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Di beberapa daerah terdapat kisahnya masing-masing, bahkan tidak hanya di Indonesia, sosok kuyang juga sangat terkenal di Asia, seperti di Thailand dan Jepang.
Asal-usul Kuyang Ternyata Bukan Hantu, Melainkan Siluman
Sejumlah masyarakat beranggapan kuyang atau palasik merupakan hantu kepala, padahal faktanya kuyang bukanlah hantu. Sama halnya seperti babi ngepet, kuyang adalah perwujudan manusia siluman yang menjadi sosok kepala tanpa badan.
Istilah siluman ditujukan pada seseorang yang memiliki ilmu hitam dan memiliki kemampuan untuk berubah wujud.
Baca Juga: Apa Itu Khodam, Benarkah Bisa Bantu Raih Sukses dan Jabatan?
Biasanya siluman akan membutuhkan tumbal berupa darah dan nyawa, sebagai persembahan untuk mendapat kekayaan atau panjang umur.
Kuyang Ilmu Turun Temurun
Seseorang mendapat ilmu kuyang secara turun temurun, semakin tua siluman kuyang tersebut maka semakin kuat dan sulit untuk ditaklukan.
Konon keluarga yang memiliki ilmu kuyang, harus mewariskan ilmu tersebut pada keturunannya, apabila tidak maka pewaris terakhir akan sulit meninggal.
Ketika pewaris terakhir tidak dapat mewariskan kepada anak cucunya, ia akan terus berusaha untuk bertahan hidup dengan mencari makanan atau tumbal.
Mengincar Anak-Anak, Bayi dan Orang yang Melahirkan
Kuyang atau palasik sering kali mengincar bayi, anak-anak atau orang yang melahirkan. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa kisah nyata yang menjadi korban dari siluman ini.
Pada siang hari, orang yang memiliki ilmu kuyang akan berwujud manusia biasa, guna untuk mencari informasi wanita hamil atau anak laki-laki yang lahir di tanggal tertentu, untuk jadi tumbal.
Konon kuyang dapat berubah wujud menjadi apa yang ia kehendaki, contoh dapat menjadi burung kecil, kodok, kucing dan lainnya, sebagai penyamaran untuk memata-matai calon korban.
Orang Banjar mempercayai ciri dari kuyang yaitu seorang wanita berambut panjang yang saat berjalan di malam hari selalu menutupi bekas guratan di lehernya dan menutup bagian kepala dengan kain, agar tidak kepanasan atau perih saat terkena sengatan matahari.
Cara kuyang dalam memangsa korban biasanya bertahap, korban akan kehilangan berat badan, kurang darah, malnutrisi dan pada akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga: Misteri Setan Budeg di Perlintasan Kereta Api, dari Mana Asalnya?
Kuyang sangat senang pada korban yang sering sendiri dan tidur menempel di dinding yang menghadap keluar rumah. Hal ini akan sangat memudahkan kuyang untuk menyerap energi korban.
Begitupun pada wanita yang akan melahirkan, pastikan apabila ada wanita yang akan melahirkan, harus selalu ada yang menjaga dan mengiringi dengan doa. Kuyang sangat senang mencium bau darah dan menantikan ari-ari bayi.
Tempat yang Disukai Kuyang
Biasanya kuyang sangat senang berada di sudut rumah yang memiliki banyak tanaman. Kuyang juga menyukai pepohonan yang tidak tersorot sinar matahari, karena hal ini sangat aman untuk menjadi tempat persembunyiannya.
Apabila Anda memiliki pohon pepaya yang daunnya sangat lebat, Anda harus berhati-hati. Bisa jadi pohon tersebut merupakan tempat persembunyian dari kuyang.
Hal yang Ditakuti Kuyang
Konon kuyang sangat takut dengan tali ijuk, oleh karena itu tidak heran apabila di beberapa daerah, masyarakat meletakkan tali ijuk di depan rumah atau pekarangan rumahnya.
Baca Juga: Misteri Menara Saidah, Angker dan Bikin Merinding
Kuyang di Beberapa Daerah di Indonesia
Asal-usul kuyang ternyata tidak hanya dari Kalimantan, ternyata ilmu kuyang juga tersebar di Pulau Jawa, khususnya daerah Bali dan Jawa.
Ilmu yang dipercaya dapat mencapai kehidupan abadi menjadi sebuah momok menakutkan bagi masyarakat sekitarnya.
Tidak jarang masyarakat setempat sangat geram dengan sosok ini, tujuannya dalam mencari tumbal yang tentunya sangat merugikan, membuat masyarakat berbondong-bondong mencari tahu asal muasal pemiliknya.
Di beberapa daerah sosok ini memiliki julukannya masing-masing, ada yang menyebutnya leak, palasik atau kuyang.
Cara Membunuh Kuyang
Ketika akan membunuh kuyang, seseorang harus menemukan tubuh bagian bawah yang ditinggalkan oleh kuyang. Setelah mendapatkan tubuh tersebut, masukan benda tajam di bagian sambungan leher, sehingga kuyang akan lemas karena tidak dapat menyatu kembali dengan tubuhnya.
Percaya atau tidak terkait asal-usul kuyang, faktanya sejumlah masyarakat meyakini keberadaannya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)