Asal usul air zam zam ada dalam sejarah agama Islam. Air zam zam memang tak muncul begitu saja sebab memiliki asal usul yang penting untuk Anda tahu. Dengan mengetahui bagaimana sejarah Islam tersebut, maka bisa mengenalnya secara lebih dekat.
Asal Usul Air Zam Zam alam Islam
Setiap umat muslim pastinya sudah tak asing lagi dengan zam zam. Bahkan jamaah haji maupun umroh akan menjadikan air ini sebagai oleh-oleh.
Untuk asal usulnya, awalnya Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan Ismail di padang tandus. Kisah ini tertuang secara jelas dalam QS. Ibrahim ayat 37 berikut.
Bukan tanpa alasan kenapa Nabi Ibrahim sengaja meninggalkan anak dan istrinya. Hal ini lantaran Nabi Ibrahim taat kepada Allah SWT yang memerintahkan untuk mengasingkan Siti Hajar dan Ismail.
Baca Juga: Istri Nabi Ayyub yang Selalu Setia Menemani dalam Kesulitan
Suatu ketika, bekal yang Siti Hajar bawa habis. Karena hal itu, ia pergi cari makan dan minum dengan berlarian dari Marwa ke Shafa sebanyak 7 kali.
Kemudian Siti Hajar melihat putranya, Ismail, sesuai perintah Allah SWT. Ismail tampak menangis sembari menghentakkan kakinya ke tanah.
Atas izin Allah SWT, hentakan kaki Ismail mengeluarkan air yang kini terkenal dengan sebutan zam zam. Dengan asal usul tersebut, zam zam ini begitu melimpah.
Air inilah yang jadi pelepas dahaga Siti Hajar dan Ismail. Sejak saat itu, sumber mata air ini tak pernah mengering ataupun berhenti.
Kisah ini sejalan dengan catatan dokumen yang menyebut bahwa zam zam ada sejak tahun 1910 SM. Waktu itu Nabi Ismail ada di Mekah.
Keistimewaan Air Zam Zam
Dari asal usul tadi, perlu untuk Anda ketahui bahwa zam zam sebenarnya adalah air minum biasa. Hanya saja, air ini mempunyai keistimewaan tersendiri.
Air ini memang memiliki warna dan rasa sama dengan air biasanya. Akan tetapi, kandungan yang ada di dalam zam zam tak bisa Anda temui di sumber mata airnya. Unik bukan?
Selain unik, air ini juga penuh keberkahan. Banyak yang mengatakan bahwa minum air zam zam bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Selain itu, air ini juga membantu umat muslim agar doanya terkabul atas izin Allah SWT. Ada juga yang menyebut bahwa air ini bisa jadi sarana untuk hapus dosa.
Bukan hanya itu saja, setiap umat muslim yang minum air zam zam lengkap dengan doa-doa, maka akan mendapatkan kelimpahan pahala. Hidupnya juga memperoleh keberkahan.
Bahkan keistimewaannya juga terasa di bidang kecantikan. Air ini bisa membantu regenerasi apabila Anda gunakan sebagai cleanser.
Baca Juga: Hikmah Kisah Bilal bin Rabbah, Ajarkan Sifat Sabar dan Teguh
Lebih dari itu, air ini juga bisa jadi face mist andalan. Anda cukup menyemprotkan air ini ke wajah secukupnya saja.
Perbedaan Air Zam Zam dan Air Biasa
Selain asal usul, pembahasan lainnya yang tak kalah menarik untuk Anda tahu yakni perbedaan zam zam dengan mineral biasa. Berikut beberapa perbedaannya.
Kandungan
Salah satu perbedaannya bisa Anda tahu dari kandungan yang ada di dalamnya. Zam zam mempunyai kandungan mineral yang lebih tinggi daripada biasa.
Hal ini memungkinkan keistimewaan zam zam semakin beragam. Karena kaya mineral, air ini jadi sumber antioksidan.
Kandungan tersebut bisa melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Tubuh pun bisa terhindar dari berbagai jenis masalah kesehatan.
Tekstur
Selain dari kandungan, perbedaan juga tampak dari teksturnya. Jika Anda bandingkan dengan air biasa, tentu air ini memiliki tekstur yang berbeda.
Air istimewa ini mempunyai tekstur yang lebih berat. Karena hal itu, siapa saja yang meminum zam zam akan lebih merasakan airnya di tenggorokan.
Rasa
Tak hanya lebih terasa ketika Anda minum, zam zam ini juga mempunyai rasa yang beda dengan mineral biasanya. Air ini terasa agak getir.
Dengan rasa tersebut, air ini memiliki bau yang khas. Apabila cermat, maka Anda akan lebih mudah membedakannya dengan air biasa.
Baca Juga: Keteladanan Rasul Ulul Azmi, Ajarkan Kita Tentang Banyak Hal
Tak bisa kita pungkiri bahwa asal usul air zam zam memang menarik dan penuh perjuangan. Selain memahami hal tersebut, pastikan Anda juga mengetahui keistimewaan lengkap dengan perbedaannya dari air biasa. (R10/HR-Online)