Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TasikmalayaTasikmalaya Usik, Ulama Tunggu Arahan MUI terkait Pesantren Al Zaytun

Tasikmalaya Usik, Ulama Tunggu Arahan MUI terkait Pesantren Al Zaytun

harapanrakyat.com,- Sejumlah ulama di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menunggu arahan MUI terkait Pesantren Al Zaytun.

Sebelumnya, pesantren yang ada di Indramayu tersebut menjadi sorotan publik. Sejumlah video yang memperlihatkan pimpinan pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang pun beredar di masyarakat. 

Dari cuplikan video yang beredar, diduga pesantren Al Zaytun sesat dan menyimpang. Karena itu, sejumlah pihak mendesak untuk membubarkan pesantren Al Zaytun.

Ulama, kiai, tokoh masyarakat, dan ormas Islam di Tasikmalaya pun berkumpul di pesantren Al Muzanni, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Rabu (21/6/2023) untuk membahas pesantren Al Zaytun. 

Salah seorang ulama di Tasikmalaya, KH Miftah Farid mengatakan, beberapa ormas Islam dengan mudah dibubarkan. Namun, pesantren Al Zaytun seolah kebal hukum.

“Terkhusus untuk pemangku kebijakan, bagaimana menyikapi ini tidak terjadi, ada pandangan masyarakat, seolah-olah ada ketimpangan hukum dalam penegakan hukum. Kenapa kok itu (pesantren Al Zaytun) bertele-tele?” katanya.

Ulama Tasikmalaya Sepakat Laporkan Pimpinan Pesantren Al Zaytun Indramayu

KH Miftah Farid menegaskan, ulama Kota Tasikmalaya sepakat melaporkan Panji Gumilang ke Polda Jabar, lantaran sudah memenuhi unsur delik pidana.

“Kami para ulama bersepakat akan melaporkan Panji Gumilang ke Polda Jabar, karena sudah memenuhi unsur, ada 15 delik unsur yang sudah dikumpulkan oleh para ulama, dari speak up oleh Panji Gumilang,” tegasnya.

Meskipun begitu, KH Miftah Farid akan menunggu instruksi dari MUI. Apabila diminta untuk aksi ke Indramayu, ulama di Tasikmalaya siap berangkat.

“Kami juga minta dipandu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), termasuk kalau dibutuhkan aksi ke Indramayu. Bersama-sama menyikapi persoalan ini. Para ulama di Tasik bersepakat ribuan pun, ketika MUI mengatakan turun bersama, ayo kita akan turun bersama-sama. Tapi sekali lagi dalam koridor yang tidak anarkis, tetap rasional, ini persoalan biologis tapi kepala tetap harus dingin menyikapi ini,” ujarnya.

Baca Juga: Sejarah Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, Pondok Salafiyah Terbesar di Tasikmalaya

KH Miftah Farid pun mengaku masih menaruh kepercayaan terhadap aparat penegak hukum. Ia menegaskan, pihaknya percaya pemerintah bisa menyelesaikan kasus pesantren Al Zaytun dengan tegas.

“Jadi saya punya harapan, punya kepercayaan besar terhadap pak Kapolri, Kejaksaan Agung selaku pemegang mandat kekuasaan dalam soal pakem dan aliran. Kami masih husnudzon kepada Negeri ini kepada Pemerintah, kepada para Pejabat. Kami yakin mereka sama kok ingin menegakan hukum setegak-tegaknya, kami yakin dan masih percaya kepada Pemerintah,” katanya.

Tak Akan Aksi ke Indramayu Tanpa Izin MUI

KH Miftah Farid pun menegaskan, pihaknya akan berkonsolidasi dengan MUI jika harus melakukan aksi ke Indramayu. Namun sementara, para ulama sepakat untuk melakukan aksi di Kota Tasikmalaya terlebih dahulu.

“Tadi para ulama bersepakat aksi pertama akan dilakukan di Kota Tasikmalaya, kalau dibutuhkan oleh MUI, ribuan umat Islam saya pikir akan bisa dikonsolidasi ke Indramayu. Sekali lagi kalau diinstruksikan konsolidasi oleh MUI, tanpa konsolidasi MUI kami amat menghormati, tentu kami tidak akan lakukan tanpa izin sesepuh dari MUI,” tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak berbuat anarkis dan menyerahkan masalah pesantren Al Zaytun kepada ahlinya, yakni para ulama.

“Mengimbau kepada seluruh masyarakat, serahkan kepada ahlinya. Pada persoalan ini, yang jelas para ulama, kaum pendidik, intelektual, tokoh juga tidak diam ikut memikirkan kelangsungan daripada pendidikan pesantren. Agar tidak ternodai dalam tanda petik oleh segelintir pesantren yang ada di Indramayu itu. Serahkan kepada alim ulama, sekeras-kerasnya ulama bicara tidak akan bertindak anarkis. Percayalah tidak akan bertindak anarkis,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...
Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...
Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...
Pemudik di Stasiun Kota Banjar

Arus Balik Pemudik di Stasiun Kota Banjar Meningkat, Tiket Hingga H+7 Lebaran Ludes Terjual

harapanrakyat.com,- Memasuki H+3 lebaran Idul Fitri 1446 H situasi arus balik pemudik pengguna layanan kereta api Stasiun Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (3/3/2025). Tiket...