harapanrakyat.com,- Uang tabungan belum cair, orang tua di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Pangandaran tak mampu beli seragam sekolah anaknya yang akan melanjutkan sekolah ke MTs.
Hal itu seperti yang dialami Armilah, warga Dusun Binangun RT 09 RW 03 Desa Kondangjajar.
Armilah mengaku, uang tabungan anaknya belum cair. Sehingga ia merasa malu karena belum bisa membelikan seragam untuk anaknya yang akan masuk MTs.
Baca juga: Kasus Tabungan Siswa, Inspektorat Pangandaran Panggil Guru yang Pinjam Uang Sekolah
“Anak saya namanya Ibrahim Alkaifi yang baru lulus SD. Rencana mau meneruskan ke MTs,” katanya, Jumat (30/6/23).
Namun, kata Armilah, untuk memasukkan anaknya terkendala keuangan. Sehingga ia pun hanya mengandalkan uang tabungan. Sayangnya, uang tabungan anaknya hingga saat ini belum cair.
Ia mengungkapkan, anaknya itu menabung sudah sejak kelas 4 SD. Adapun tujuannya untuk studi tour dan keperluan lainnya. Lantaran belum cair, sehingga ia pun kerepotan.
“Alhamdulillah tadi ada Ketua DPRD Pangandaran Pak Asep Noordin datang ke rumah. Beliau memberikan bantuan untuk keperluan anak saya sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Asep Noordin mengatakan, persoalan mandeknya tabungan menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, gara-gara hal tersebut jangan sampai membuat anak yang akan melanjutkan sekolah terhenti.
“Pemerintah harus turun tangan. Kami mendorong tim yang menangani kasus tabungan itu harus bisa memilah, mana yang mampu dan yang tidak. Jangan sampai ada cerita anak mandek gara-gara tabungan belum cair,” tegasnya.
Asep menambahkan, supaya hal itu tidak terjadi lagi, perlu adanya edukasi kepada siswa, orang tua serta Guru agar menabung sesuai kemampuan.
“Orang tua kalau bisa mendorong anaknya untuk bisa belajar menyisihkan uang jajannya ke tabungan. Alangkah lebih baik lagi ke bank,” pungkasnya. (Enceng/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)