harapanrakyat.com,- Para pejuang adipura atau Tenaga Kerja Harian Lepas (TKHL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar, Jawa Barat, mengeluhkan terlambatnya pembayaran upah honorer untuk para petugas kebersihan.
Terlambatnya pembayaran upah pejuang adipura tersebut pun membuat mereka hanya bisa pasrah meski tetap menjalankan tugasnya sebagai petugas kebersihan.
Salah seorang petugas kebersihan DN mengatakan, untuk pembayaran TKHL biasanya setiap tanggal 2 awal bulan. Namun, hingga memasuki tanggal 8 Juni ini honor tersebut belum turun.
Baca juga: Sampah di Kota Banjar Berkurang 21 Persen, Upah Pejuang Adipura Tak Naik
Menurutnya, para petugas kebersihan tidak mengetahui secara detail alasan terlambatnya pembayaran honorarium oleh pemerintah kota tersebut.
“Iya belum. Biasanya pembayaran honor di awal bulan sudah cair. Tapi bulan ini sampai sekarang belum ada kepastian. Kami belum menerima upah,” katanya, Kamis (8/6/23).
Tenaga honorer yang belum mendapat bayaran tersebut, seperti petugas pesapon, pemilah sampah, penarik sampah dan petugas lainnya.
Keluhan Pejuang Adipura
Meski demikian, para petugas kebersihan tersebut tetap bekerja dan tidak ada libur. Sebab itu, pihaknya meminta agar hak upah untuk para petugas kebersihan tersebut bisa segera cair.
“Saya sama temen-temen cuma bisa mengeluh saja nggak berani apa-apa,” katanya.
“Tapi ya kalau belum ada kepastian juga sampai kapannya mungkin jangan salahkan kalau nanti ada mogok. Soalnya orang kerja mau nyari butuh, bukan cari senang,” ujarnya menambahkan.
Terpisah, Sekdis Lingkungan Hidup Kota Banjar Eri K Wardhana embenarkan adanya keterlambatan upah untuk TKHL tersebut.
Ia menjelaskan, biasanya untuk pembayaran di awal bulan. Namun pada bulan ini pembayaran sedikit terlambat karena awal bulan lalu bertepatan dengan agenda libur panjang atau long weekend.
“Awal bulan kemarin itu libur panjang cuti bersama. Jadi, itu memang ada sedikit kendala teknis. Biasanya pembayaran setiap awal bulan,” katanya.
Lanjutnya menyebutkan, untuk jumlah TKHL yang upahnya belum turun tersebut jumlahnya sekitar 250 orang.
Saat ini, kata Eri, pihaknya telah memproses pembayaran upah untuk TKHL tersebut dan menjadwalkan besok sudah mulai pembayaran upah.
“Sekarang sudah ke kas Daerah (BJB). Insya Allah besok sudah bisa dibayarkan,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)