Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita JabarOrang Tua Korban Sodomi Oknum Guru Ngaji Tagih Janji Pemkab Garut

Orang Tua Korban Sodomi Oknum Guru Ngaji Tagih Janji Pemkab Garut

harapanrakyat.com,- Belasan orang tua korban sodomi oleh oknum guru ngaji di Garut, Jawa Barat, menagih janji kepada pemerintah daerah untuk membantu rehabilitasi 17 korban predator anak.

Sebab sampai saat ini, janji dari Pemkab Garut untuk membantu rehabilitasi tersebut, belum dirasakan oleh para orang tua yang anaknya menjadi korban predator anak.

Mereka juga mengklaim, bahwa hingga sekarang ini, pengobatan dan pendampingan korban yang Bupati Garut, Rudy Gunawan janjikan belum terpenuhi.

Meski para orang tua korban sodomi mengaku sudah mendapat bantuan permodalan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Baca Juga: Korban Sodomi Tokoh Agama di Garut Bertambah, Kuasa Hukum Tersangka: 22 Anak

Saat ini, seluruh orang tua korban meminta penanganan medis anak-anaknya bisa tuntas. Hal tersebut supaya dikemudian hari, korban tak jadi pelaku predator anak.

Seperti diketahui, bahwa 17 korban predator anak oleh oknum guru ngaji berinisial A tersebut, merupakan warga Desa Sirnasari dan Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut. Belasan korban predator itu, merupakan anak usia 7-12 tahun.

Orang tua mengaku, saat ujian sekolah beberapa hari lalu, korban mendapat dispensasi dari sekolah untuk menjalani ujian di rumah.

“Ujian diberi dispensasi mengerjakan di rumah, karena sakit. Sejak kemarin, anak saya dirawat 4 hari di puskesmas,” kata orang tua korban yang identitasnya minta tidak tercantum, Sabtu (17/6/2023).

Ia mengaku bahwa penanganan medis yang Bupati Garut janjikan, sampai saat ini belum ada.

Baca Juga: Duh, 17 Anak TK dan SD di Garut Disodomi Tokoh Agama, Ortu Ngadu ke Desa

Namun orang tua anak korban sodomi ini mengaku baru mendapat bantuan modal dari Kemensos saja.

“Penanganan medis rehabilitasi belum dilakukan pihak terkait. Hanya dari Kemensos memberikan permodalan orang tua saja. Seperti orang tua yang kesehariannya menjahit, mereka kasih mesin jahit. Baru seperti itu,” ujarnya.

Orang Tua Korban Sodomi di Garut Akui Anaknya Sering Sakit dan Minder

Lanjutnya menambahkan, bahwa perlu ada penanganan berkelanjutan kepada anak-anak yang jadi korban predator sesama jenis.

Sebab, menurutnya, anak-anak yang menjadi korban sodomi memerlukan rehabilitasi mental, agar tak mengingat kembali perlakuan bejat pelaku.

“Kalau harus sembuh obatnya apa? terus untuk penanganan medis mental apa? Kami kan gak tahu, maklum kami orang biasa. Inginnya kan anak sembuh total,” tukasnya.

Orang tua anaknya yang jadi korban sodomi lainnya mengakui, bahwa dampak kasus predator oknum guru ngaji yang pelaku A lakukan terhadap 17 anak mulai terasa.

Baca Juga: Aliansi Umat Islam Sebut Garut Darurat Sodomi, Janji Bupati Soal Perbup LGBT Tak Ditepati

Bahkan, saat ini korban yang masih duduk di bangku SD hingga SMP, minder berangkat ke sekolah.

“Dampaknya kan malas sekolah, karena malu. Ada perubahan mental. Terus, kalau saudara datang, kaya mau ngamuk, terus ada tamu ke saya juga sering tertutup,” terangnya.

Menurutnya, Mabes Polri memang telah ikut membantu dalam penanganan para korban. Namun rehabilitasi dan pengobatan perlu terus menerus sampai para korban benar-benar sembuh total.

“Saat pendampingan dari dokter Mabes, anak saya masih dirawat di puskesmas. Keluhan orang tua lain juga sama. Anak-anak kami mau sembuh total, tidak mau penyakit itu kambuh di kemudian hari,”  pungkasnya. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...