harapanrakyat.com,- Menjelang hari raya Idul Adha, Disnakkan Ciamis membagikan tips dalam memilih hewan kurban yang baik dan aman.
Dalam pemilihan tersebut, ada inovasi terbaru dalam tagline dari mereka, yakni ASUH.
Kadis Peternakan dan Pertanian Ciamis Syarief Nurhidayat melalui Kabid Keswan Asri Kurnia mengatakan, pemilih hewan kurban yang Asuh ini merupakan inovasi terbaru.
Baca juga: Disnakkan Ciamis Prediksi Kebutuhan Hewan Kurban Naik 10 Persen
ASUH sendiri, kata Asri, adalah Aman umurnya, Sehat hewannya, Utuh kondisinya dan Halal mendapatkannya maupun penyembelihannya.
Adapun sasarannya, pihaknya ingin mengubah paradigma atau pola pikir masyarakat tentang hewan kurban.
“Iya, jadi sasaran pemilihan hewan kurban yang ASUH ini agar masyarakat mengubah paradigmanya. Tadinya itu banyak yang berpikir yang penting besar serta murah. Namun sekarang yang harus jadi catatan adalah aman umurnya dan sehat. Nah termasuk juga utuh serta halal juga penting,” katanya, Jumat (9/6/2023).
Asri menjelaskan, untuk aman umurnya itu yaitu diatas 1 tahun untuk hewan kurban jenis kambing dan domba. Tandanya ada sepasang gigi tetap yang tumbuh.
Kemudian usia di atas dua tahun untuk hewan kurban jenis sapi dan kerbau dengan tanda sama yaitu tumbuhnya sepasang gigi tetap. Sedangkan sehat hewannya itu adalah mata hewan kurban cerah, aktif dan nafsu makannya baik.
Kemudian, untuk utuh kondisi tubuhnya itu, jadi kondisinya hewan kurban tidak pincang, tanduknya normal, lalu tidak buta dan juga telinganya itu normal.
“Kemudian untuk yang terakhir itu adalah halal mendapatkannya dan penyembelihannya,” jelasnya.
Sebar Petugas di 27 Kecamatan
Asri menambahkan, nantinya pihaknya juga akan menempelkan brosur atau pamflet terkait pemilihan hewan kurban yang Asuh ini di setiap masjid, kantor, lokasi bandar dan pasar hewan sebagai upaya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.
Sementara itu, pihaknya juga sudah menerjunkan petugas pemeriksaan hewan kurban, baik ante maupun post mortem yang tersebar di 27 kecamatan.
“Kegiatan ante dan post mortem ini sudah mulai sejak tanggal 7 Mei 2023 lalu,” terangnya.
Asri menekankan seluruh masyarakat agar dalam penyembelihan hewan kurban untuk benar-benar selektif dalam membeli hewan kurban. Salah satunya dari sisi umur ternak, yakinkan dengan memeriksa gigi hewan.
“Apabila ada masyarakat (shohibul qurban, red) yang ragu seperti apa hewan yang sehat dan layak kurban atau memerlukan pendampingan dari petugas teknis, silakan dapat menghubungi UPTD, petugas terdekat, atau Dinas Peternakan dan Perikanan,” pungkasnya. (Feri/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)