Sabtu, Maret 29, 2025
BerandaBerita TerbaruKisah Tentara Dituduh Terlibat G30S, Jadi Ketua RT Para Tapol di...

Kisah Tentara Dituduh Terlibat G30S, Jadi Ketua RT Para Tapol di Penjara

Peristiwa G30S (Gerakan 30 September 1965) meletus, banyak pihak tak bersalah justru dirugikan dengan tuduhan-tuduhan palsu yang mengatakan “pernah terlibat G30S”. Salah satu korban tuduhan palsu itu adalah Asisten III Personalia Menpangad bernama Mayjen. Pranoto Reksosamodra. Pranoto yang konon merupakan tentara kesayangan presiden Soekarno ini dituduh terlibat G30S kemudian dijebloskan ke penjara.

Pasca peristiwa G30S 1965 berlalu, ia merasa difitnah oleh pihak lawan yang tak menyukai karirnya di Angkatan Darat. Oleh sebab itu, Staf Umum Angkatan Darat yang kala itu dijabat oleh Letjen. Soeharto kemudian memecat dan memenjarakan Pranoto ke sel tahanan khusus tapol –tahanan politik.

Baca Juga: Raden Pranoto Reksosamodra, Tentara Kesayangan Sukarno

Adapun sebagai ganti jabatan kosong Asisten III Personalia Menpangad, Soeharto menunjuk tentara dekatnya Brigjen Hartono Rekso Dharsono.

Sedangkan Pranoto dipecat karena dituduh mendukung Aidit di Halim Perdanakusumah diduga kuat pernah membagikan senjata pada orang-orang PKI di daerah Purworejo, Kutoarjo, dan Kebumen.

Namun berdasarkan pernyataan resmi di pengadilan militer, Pranoto tetap pada pendiriannya, ia tidak mengakui tuduhan itu.

Pranoto Reksosamodra bahkan tidak tahu menahu soal rencana G30S dan sama sekali tidak pernah membagi-bagikan senjata kepada orang PKI yang jelas-jelas saat itu jadi rival Angkatan Darat.

Entah mengapa Soeharto kemudian menjebloskannya ke dalam sel tahanan berbarengan dengan para tapol. Karena Pranoto seorang prajurit sejati, ia pantang membantah, pria tinggi berkumis baplang ini ikhlas menjalani tahanan tanpa proses peradilan. Bahkan saking legowonya di dalam tahanan Pranoto pernah diangkat sebagai ketua RT Tapol.

Kisah Tentara Dituduh Terlibat G30S, Mayjen Pranoto Rekso Samodra Menjalani Masa Tahanan

Menurut Imelda Bachtiar dalam tulisan berjudul, “Catatan Jenderal Pranoto Reksosamodra: Dari RTM Boedi Oetomo sampai Nirbaya” (2015), awalnya Pranoto hanya ditetapkan sebagai tahanan rumah.

Namun semenjak perubahan aturan pengurus tahanan politik, maka sejak tanggal 4 Agustus 1969, Pranoto harus melakukan rehabilitasi ke rumah tahanan Nirbaya di Jakarta Timur. Ia kemudian menempati Blok Amal –jeruji penjara tempat para tapol berkumpul.

Pranoto terbilang sebagai penghuni pertama Nirbaya setelah kemudian disusul oleh beberapa tapol penting lainnya seperti, eks-Menpangau Omar Dani, Menteri Kehakiman Astrawinata, dan Inspektur Jenderal Angkatan Darat Rukman. Selama bertahun-tahun mereka satu sel menjalani proses pengadilan yang tak kunjung datang.

Selama menjalani masa tahanan hanya Pranoto Reksosamodra lah yang paling terlihat tenang. Tidak tampak raut penyesalan dan ketakutan, Mayjen Reksosamodra selalu tersenyum setiap kali media meliput kegiatan sehari-hari para tapol di rumah tahanan Nirbaya.

Baca Juga: Soerjopranoto si Raja Mogok, Anak Raja yang Jadi Aktivis Buruh

Pranoto Reksosamodra Menjadi Ketua RT Para Tapol

Karena didapuk sebagai senior –sebab ia penghuni awal blok tempat penjara tapol, maka kawan-kawan satu angkatannya yang kebetulan menjadi tapol menunjuk Pranoto sebagai ketua rumah tangga (RT) di blok tapol.

Peristiwa ini juga ikut diperkuat oleh pernyataan Mochtar Lubis yang pada tahun 1973 menjadi tahanan satu blok dengan Pranoto akibat pembredelan surat kabarnya Indonesia Raya. Mochtar menyebut Pranoto sebagai ketua RT para tapol yang baik.

Lebih dari itu Mochtar juga kerap melihat Pranoto selalu tersenyum menandakan keluwesan hatinya. Sebab tak banyak para tahanan politik seperti Pranoto, ia bahkan tidak seperti seorang tahanan yang frustasi. Pranoto Reksosamodra kerap jadi orang yang diidolakan tahanan lain karena semangat hidupnya tinggi.

Pranoto selalu mengatakan ikhlas ketika dipenjara karena ia yakin suatu hari akan bebas dan kembali menghirup udara segar. Namun entah kapan waktu itu menghampirinya, yang jelas Pranoto berjanji pada diri sendiri “ia akan bebas sebelum umurnya tiba”.

Ketua RT para tapol yang dituakan ini akhirnya lolos dari tahanan Nirbaya pada tanggal 16 Februari 1981. Tidak seperti kebanyakan residivis, Pranoto justru menunjukan pribadi yang lebih baik dari sebelumnya setelah keluar dari penjara.

Baca Juga: Amir Syarifuddin, Pecinta Sastra yang Mati Dieksekusi Bangsa Sendiri 

Pranoto Reksosamodra Sering Diperlakukan Miris di Penjara

Masih mengutip pengalaman Mochtar Lubis saat satu sel tahanan bersama Pranoto, konon mantan Asisten III Personalia Menpangad ini sering diperlakukan miris dan sadis di penjara oleh para petugas yang berjaga.

Selain disuruh bersih-bersih sel tahanan, Pranoto juga kerap diberikan makanan tak layak konsumsi di waktu siang dan sore menjelang malam. Hal ini kadang membuat kondisi kesehatan perut Pranoto bermasalah.

Mochtar bahkan menggambarkan jenis makanan yang diberikan untuk para tapol tidak layak konsumsi pencernaan manusia. Lebih cocok makanan itu diberikan kepada hewan liar yang terlanjur lapar. Namun karena kondisi yang tertekan para tapol akhirnya memakan makanan tersebut secara terpaksa.

Kendati sering diperlakukan tidak baik oleh petugas penjara, Pranoto meresponnya dengan tenang. Bahkan ia sering menghibur diri dengan hobi keseniannya seperti bermain biola dan mematung. Kadang juga Pranoto menghibur sesama tapol dengan bercandaan.

Perjuangan Mochtar sebagai manusia yang dikhianati bangsa sendiri akhirnya tiba pada 9 Juli 1992. Tepatnya 11 tahun keluar dari penjara, Pranoto Reksosamodra menghadap sang Illahi dengan tenang dan damai. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)       

Bupati Ciamis jembatan rusak

Tinjau Jembatan dan Jalan Rusak Akibat Bencana, Bupati Ciamis: Secepatnya Diperbaiki

harapanrakyat.com,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memantau langsung sejumlah jembatan rusak dan jalan longsor di beberapa titik di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (28/3/2025). Hadir...
Kandungan Surat Al Maidah Ayat 90, Larangan Bermaksiat

Kandungan Surat Al Maidah Ayat 90, Larangan Bermaksiat

Islam sebagai agama yang penuh kasih sayang telah menetapkan aturan yang melindungi umatnya. Salah satunya adalah larangan terhadap khamar dan judi yang dijelaskan dalam...
Penumpang stasiun Ciamis

Longsor di Jalur Kereta Api, Penumpang Dialihkan ke Bus di Stasiun Ciamis

harapanrakyat.com,- Sejumlah penumpang kereta api dari arah timur atau Jawa Tengah memadati Stasiun Ciamis, pada Jumat (28/3/2025) malam. Para penumpang tersebut terpaksa harus turun...
Pemudik KA Pangandaran

Jalur Kereta Api Longsor, Pemudik KA Pangandaran Alami Keterlambatan Keberangkatan di Stasiun Banjar

harapanrakyat.com,- Puluhan pemudik yang akan menggunakan KA Pangandaran di Stasiun Banjar, Jawa Barat, mengalami keterlambatan keberangkatan dampak adanya longsor tanah bantalan rel kereta api....
Mitos Waduk Logung Kudus Ada Ular Gaib Berkepala Manusia

Mitos Waduk Logung Kudus Ada Ular Gaib Berkepala Manusia

Mitos Waduk Logung Kudus memang cukup menyita perhatian. Waduk Logung sendiri merupakan salah satu waduk terbesar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Terletak di perbatasan Desa...
Longsor Jalur KA Ciamis-Tasikmalaya

Longsor Jalur KA Ciamis-Tasikmalaya, Penumpang Terpaksa Menunggu

harapanrakyat.com,- Akibat adanya longsor di jalur kereta api (KA) jalur Ciamis-Tasikmalaya, PT KAI Daop 2 Bandung menghentikan perjalanan sementara, Jumat (28/3/2025). Imbasnya banyak para...