harapanrakyat.com,- Seorang gadis bernama Midah Istiqomah (32) warga Dusun Cikarees, Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat hanya bisa pasrah dan terbaring lemah di atas tempat tidurnya.
Kondisinya sangat memprihatinkan, sudah puluhan tahun Midah mengalami kelumpuhan dan tidak bisa beraktivitas layaknya seorang gadis.
Adnan orang tuanya mengatakan, awalnya Midah mengeluh nyeri sendi di kaki sebelah kiri. Pada tahun 2006 Midah sakit-sakitan dan mengalami kelumpuhan sejak tahun 2010.
“Awalnya hanya mengeluh nyeri kaki, keluhan itu ia rasakan awal tahun 2006 dan di akhir tahun 2010 malah kakinya gak bisa digerakkan sama sekali,” katanya, Selasa (6/6/2023).
Baca Juga: Ini Alasan Wisatawan Doyan Kunjungi Body Rafting Ciwayang Pangandaran
Midah sempat berobat ke beberapa rumah sakit, namun belum membuahkan hasil. Menurut diagnosa dokter, Midah terserang penyakit radang sendi.
“Saat ini kami hanya bisa pasrah, Midah juga sudah ngerasa cape untuk bolak balik rumah sakit, ia memilih untuk pasrah dan tinggal di rumah,” imbuhnya.
Beruntung Midah masih memiliki ibu dan saudara. Selama ini, ibu dan adik-adik Midah mengurus segala keperluannya. Midah merupakan anak pertama dari 5 bersaudara.
“Iya segala sesuatunya saat ini diurus sama ibu dan empat adiknya,” tambahnya.
Banyak Donatur Membantu Midah, Gadis Pangandaran yang Lumpuh Bertahun-Tahun
Adnan juga mengatakan, sejak Midah jatuh sakit, banyak yang membantu keluarganya. Mulai dari para donatur dan pemerintah daerah melalui Dinas Soaial.
“Biaya pengobatan dari para donatur, kursi roda dan kebutuhan lainnya dari pemerintah daerah sudah sangat kami rasakan bantuannya. Itu sangat membantu beban hidup saya, terima kasih, semoga apa yang sudah mereka berikan dibalas oleh Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.
Sementara Aos salah seorang teman sekolah Midah mengaku prihatin melihat kondisi Midah. Ia berharap gadis Pangandaran itu tidak berkecil hati dan terus berjuang untuk kesembuhannya.
“Saya berharap pemerintah membantu sepenuhnya biaya pengobatan Midah. Siapa tahu Mudah bisa kembali sembuh seperti sedia kala. Saya yakin jika dibujuk untuk berobat dengan biaya ditanggung pemerintah ia pasti mau kembali berobat,” singkatnya. (Enceng/R7/HR-Online/Editor-Ndu)