Kisah mahasiswi cantik yang rela jadi kuli panggul semen viral di media sosial. Mahasiswi cantik itu diketahui bernama Nuraini asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kini ia tinggal bersama keluarganya di Makassar.
Nuraini sendiri tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Negeri Makassar. Ia mengaku rela menjadi kuli panggul semen demi keluarganya dan untuk biaya kuliahnya.
Sosok mahasiswi cantik ini menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan aktivitasnya saat memanggul semen viral melalui media sosial.
Tubuhnya yang mungil namun ia mampu memanggul semen dengan berat puluhan kilo di pundaknya. Berat semen per sak mencapai 50 kilogram, yang melakukan pekerjaan ini biasanya kaum pria.
Merangkum dari berbagai sumber, Rabu (07/06/2023), mahasiswi cantik tersebut bekerja sebagai kuli panggul semen di salah satu toko bangunan yang ada di Kabupaten Pinrang. Ia pun menceritakan kisahnya dalam menggeluti pekerjaan kasarnya.
Baca Juga: Video Diduga Adegan Dewasa di Hotel Horison Tasikmalaya Gordennya tidak Ditutup Viral
Begini Kisah Mahasiswi Cantik jadi Buruh Panggul Semen yang Viral
Nuraini mengaku bekerja sebagai kuli panggul semen sejak kelas 3 SMP hingga sekarang. Sedangkan, bayaran upah yang ia dapatkan hanya Rp 600 per sak.
Meski mendapat bayaran yang sangat kecil, namun mahasiswi cantik itu tetap melakukannya demi membantu perekonomian keluarga. Termasuk untuk membayar biaya kuliahnya.
Nuraini juga mengatakan, kedua orang tuanya sudah tidak bisa lagi bekerja lantaran keterbatasan fisik.
Ibunya alami kecelakaan kerja hingga cedera parah akibat tertimpa mobil truk pengangkut semen. Sementara ayahnya seorang disabilitas.
Ibunya sendiri sebelumnya bekerja sebagai kuli panggul semen. Sejak kelas 1 SMP ia sering melihat sang ibu kerja sampai pulang malam hari.
Tak jarang ia ingin ikut ke tempat kerja ibunya dan minta diajarkan cara memanggul semen. Dari situlah mahasiswi cantik ini mengisahkan kalau ia menyadari bahwa pekerjaan orang tuanya itu sangat sulit. Betapa susahnya mendapatkan uang.
Baca Juga: Viral di Medsos Guru Muda ASN Pangandaran Mengundurkan Diri karena Dugaan Pungli dan Intimidasi
Tak hanya Nuraini yang menjadi kulit panggul, tapi juga kedua adik perempuannya. Mereka bekerja jadi kuli panggul semen di toko bangunan yang sama.
Menurutnya, bekerja sebagai kuli panggul bukan pekerjaan yang hina, sehingga ia tidak malu melakoninya. Terlebih ada orang tua yang patut dibahagiakan, serta cita-citanya yang harus diwujudkan.
Kedua alasan itulah yang membuatnya tetap semangat menggeluti pekerjaan berat, serta fokus meraih harapan dan cita-citanya.
Kuli Panggul dan Atlet Silat, Sosok Mahasiswi Cantik asal Pinrang
Kisah mahasiswi cantik tersebut selain bekerja sebagai buruh panggul semen, ternyata ia pun seorang atlet cabang olahraga pencak silat. Bahkan sudah mengikuti Porda hingga masuk atlet Pra Porprov atau PON.
Jika sedang tidak ada kerjaan panggul semen, Nuraini pun melatih pencak silat Tapak Suci di SD (Sekolah Dasar) Mujahidin.
Ia mengaku ingin segera menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik agar dapat membahagiakan kedua orang tuanya.
Video yang memperlihatkan aktivitasnya saat memanggul semen puluhan kilogram itu viral melalui berbagai platform medsos. Bahkan salah satu videonya yang viral itu sudah ditonton hingga 9 juta kali lebih.
Baca Juga: Viral, Aksi Ugal-ugalan Mobil Dinas Pj Walikota Tasikmalaya Tuai Kecaman
Diundang Pangdam XIV/Hasanudin
Kisah mahasiswi cantik yang kuat dan tangguh ini menjadi sorotan. Ia pun akhirnya mendapat undangan untuk bertemu dari Mayjen TNI Totok Imam Santoso, Pangdam XIV/Hasanuddin, pada Kamis (01/06/2023) lalu.
Dalam pertemuan dengan jenderal bintang dua itu Nuraini menceritakan kisahnya sebagai mahasiswi yang juga seorang kuli panggul semen saat libur kuliah.
Menurut Mayjen Totok, apa yang Nuraini lakukan itu bisa menginspirasi kalangan gadis seusianya yang ingin hidup mandiri.
Karena, meski memiliki paras yang cantik, gadis asal Pinrang tersebut rela melakoni pekerjaan kasar sebagai kuli panggul semen. Padahal biasanya kaum pria yang mampu melakukan pekerjaan kasar itu.
Dalam pertemuannya itu, Pangdam XIV Mayjen Totok memberikan bantuan berupa uang tunai sebagai bentuk simpati dan kepeduliannya.
Karena kisah Nuraini yang merupakan sosok mahasiswi cantik, kuat dan memiliki semangat tinggi ingin hidup mandiri. (Eva/R3/HR-Online)