harapanrakyat.com,- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar, Jawa Barat, memastikan stok ketersediaan hewan kurban untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat pada Idul Adha 1444 H mendatang mencukupi.
Pihak Dinas Ketahanan Pangan menyebut telah menyiapkan ribuan ternak sapi dan domba untuk ketersediaan hewan kurban jelang Idul Adha 1444 H mendatang.
Kepala DKP3 Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, mengatakan, untuk ketersediaan hewan ternak kurban pada tahun ini yaitu sebanyak 8.671 ternak. Terdiri dari ternak sapi sebanyak 1.066 ekor dan kambing atau domba 7.571 ekor.
Ketersediaan ternak kurban tersebut berasal dari para peternak lokal dan sebagian didatangkan dari peternak luar daerah seperti daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya.
Menurutnya, ketersediaan hewan kurban pada momen lebaran Idul Adha tahun ini meningkat jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 7.210.
“Ketersediaan hewan kurban mencukupi. Jumlahnya 1.066 ekor untuk ternak sapi,” kata Yoyon kepada wartawan, Kamis (22/6/2023).
Baca Juga: Sakit Kepala saat Masak Air, Rumah Warga Kota Banjar Kebakaran
Lanjutnya memastikan kondisi hewan kurban tersebut saat ini dalam kondisi sehat dan layak untuk kurban karena sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim petugas.
Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi penyakit pada ternak dan vaksinasi. Tim petugas juga telah memasang pin tanda hewan kurban terbebas dari penyakit.
“Sampai saat ini calon hewan kurban kondisinya sehat dan sudah divaksin. Memenuhi syarat untuk kurban dibuktikan dengan tanda pin ternak sehat,” katanya.
Ketersediaan Hewan Kurban di Kota Banjar Cukup Meski 12 Ekor Sapi Terserang LSD
Lebih lanjut ia mengatakan, selain ketersediaan hewan kurban ia juga mengatakan terdapat 31 hewan kurban di Kota Banjar yang suspek penyakit kulit atau Lumpy Skin Desease (LSD) pada bulan April lalu.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan hanya 12 ekor sapi yang positif terjangkit virus LSD. Saat ini kondisi 12 ekor sapi tersebut sudah dinyatakan sehat oleh petugas pemeriksaan kesehatan.
Adapun penularan virus LSD yang menyerang ternak sapi tersebut berasal dari sapi luar daerah kemudian menular ke peternakan sapi lokal.
“Ada 12 ekor sapi yang positif LSD tapi sekarang kondisinya sudah negatif dan layak untuk kurban. Untuk sekarang kita zero LSD,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)