Karakteristik plasma darah memang terbilang cukup unik. Pasalnya, plasma berbentuk cairan bening kekuningan di antara warna darah yang merah pekat. Fakta ini kerap kali membuat orang awam di bidang kesehatan merasa bingung sekaligus penasaran terkait plasma darah.
Untuk melihat warna asli plasma, kita harus melakukan pemisahan cairannya dari komponen darah. Proses isolasi ini akan menunjukkan bahwa warna plasma memang bening kekuningan. Supaya semakin memahami, mari kita ulas lebih detail tentang karakteristik plasma dan fungsinya bagi tubuh.
Karakteristik Plasma Darah Unik
Pada tubuh manusia, darah memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup. Cairan berwarna merah ini terdiri dari berbagai komponen, salah satunya adalah plasma darah.
Baca Juga: Mengatasi Darah Rendah, Coba Minum Air Putih Lebih Banyak
Plasma sendiri merupakan cairan bening kekuningan yang menjadi bagian terbesar dari volume darah manusia. Secara keseluruhan, plasma menyumbang sekitar 55% dari total volume darah. Warna kekuningan pada plasma berasal dari pigmen seperti bilirubin dan karotenoid.
Selain warna yang kekuningan, karakteristik plasma darah juga bisa kita lihat dari komponen pembentuknya. Plasma terdiri dari sekitar 90% air dan 10% komponen pembentuk lainnya. Sebut saja protein, elektrolit, hormon, larutan nutrisi, zat-zat pembeku, enzim, antibodi, dan gas-gas darah.
Protein menjadi komponen utama plasma darah, dengan kandungan protein albumin yang paling melimpah. Ada juga globulin dan fibrinogen, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh manusia dan proses pembekuan darah.
Fungsi dan Peran Plasma Darah
Sebagai bagian penting dari darah, plasma memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan tubuh. Sekaligus berupaya memberikan dukungan vital bagi kelangsungan hidup manusia. Berikut ini beberapa fungsi plasma darah yang bisa Anda ketahui.
1. Mengangkut dan Mengedarkan Nutrisi
Fungsi utama plasma darah adalah sebagai media pengangkutan zat-zat penting ke seluruh tubuh. Misalnya, karakteristik plasma darah yang memiliki kandungan albumin, akan bekerja membawa nutrisi dan hormon.
Nutrisi yang plasma edarkan meliputi glukosa, lemak, hingga asam amino dari saluran pencernaan ke sel-sel tubuh. Selain itu, plasma akan mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh melalui eritrosit.
2. Mengatur Keseimbangan Cairan
Plasma darah berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kadar air dalam plasma darah dikontrol oleh hormon antidiuretik (ADH) dan aldosterone. Sebuah hormon yang mengatur penyerapan air oleh organ ginjal.
Protein dalam plasma yakni albumin, juga membantu menjaga tekanan osmotik antara darah dan jaringan tubuh. Hal ini bertujuan untuk memastikan cairan tidak berlebihan keluar dari pembuluh darah.
Baca Juga: Pembentukan Sel Darah Putih, Proses dan Faktor yang Mempengaruhi
Selain itu, karakteristik plasma darah yang mengandung sejumlah elektrolit. Seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium yang berperan penting dalam fungsi seluler dan kontraksi otot. Sehingga cairan di dalam tubuh menjadi lebih terkontrol.
3. Menjaga Kekebalan Tubuh
Komponen plasma darah, seperti antibodi dan protein kekebalan lainnya, berperan dalam melawan infeksi serta penyakit. Antibodi yang terdapat dalam plasma darah membantu sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan melawan mikroorganisme. Terutama bakteri patogen yang masuk ke dalam tubuh.
4. Membantu Proses Pembekuan Darah
Faktor pembekuan darah yang penting seperti fibrinogen dan VIII, semua terdapat dalam cairan plasma. Sehingga jika terjadi luka atau perdarahan, trombosit dalam darah akan berinteraksi dengan fibrinogen.
Kedua zat tersebut nantinya membentuk gumpalan-gumpalan darah untuk menghentikan perdarahan.
5. Memudahkan Proses Pembuangan Limbah
Karakteristik plasma darah juga memiliki kandungan urea dan asam urat. Sebuah zat hasil dari sampah nitrogen sisa metabolisme tubuh. Nantinya, plasma darah akan mengangkut produk limbah tersebut kemudian membuangnya melalui organ ginjal.
Plasma Darah di Bidang Medis
Komponen plasma yang vital, membuat cairan ini tak hanya penting bagi tubuh namun juga di dunia medis. Pasalnya, terdapat beberapa gangguan kesehatan yang mengharuskan seseorang mendapat donor plasma.
Prosedur penggunaan plasma melibatkan pengumpulan darah dari donor yang sehat melalui proses apheresis. Petugas medis kemudian memisahkan plasma menjadi komponen-komponen utama melalui teknik sentrifugasi pada tuba dengan zat anti-koagulan.
Baca Juga: Penyebab Darah Kotor, Gejala, dan Cara Alami Mengatasinya
Nantinya, sel darah merah akan jatuh ke dasar tuba. Sementara sel darah putih tampak berada di atasnya dengan membentuk lapisan buffy coat. Sebuah lapisan yang memiliki kepadatan kurang lebih 1025 kg/m3, atau 1025 kl/l.
Plasma darah berfungsi untuk mengatasi sejumlah penyakit. Mulai dari kelainan pembekuan darah atau hemophilia hingga penyakit autoimun. Kondisi dimana sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuhnya sendiri.
Demikian tadi penjelasan tentang karakteristik plasma darah. Lengkap dengan komponen pembentuk serta perannya di tubuh maupun dunia medis. (R10/HR-Online)