Istri Nabi Zakaria dan kisahnya penting untuk Anda ketahui. Nabi Zakaria memiliki istri yang merupakan seorang muslimah sholehah. Dalam sejarah Islam, istri nabi Allah tersebut selalu bersikap dan berbuat layaknya seorang muslimah yang taat terhadap Allah SWT.
Baca Juga: Mukjizat Nabi Sulaiman, Tak Hanya Bisa Berbicara dengan Hewan
Tidak hanya itu, sebagai istri nabi ia juga taat kepada sang suami. Mereka menjalani hidup penuh semangat dan ambisi walaupun memiliki banyak cobaan. Bukan hanya itu, mereka juga selalu berusaha untuk mendapatkan keberkahan di jalan Allah SWT Tuhan semesta alam.
Istri Nabi Zakaria dan Kisahnya
Nabi Zakaria menjadi salah satu nabi Allah SWT. Zakaria memiliki seorang istri yang sholehah. Zakaria ini menjadi keturunan dari Nabi Sulaiman.
Ia menjadi salah satu nabi Allah yang memiliki ketaatan luar biasa dan soleh. Semasa hidupnya Nabi Zakaria selalu taat dan tawakal hanya kepada Allah SWT.
Bahkan, ia juga selalu menaati apa yang telah Allah perintahkan kepadanya. Dalam Al-Quran, Nabi Zakaria menghidupi keluarganya dengan bekerja menjadi tukang kayu.
Nabi Zakaria memiliki pasangan seorang muslimah yang sholehah, yaitu Isya binti Imran. Isya menjadi seorang muslimah keturunan dari keluarga Nabi Harun.
Isya sendiri merupakan seorang saudara perempuan dari Hannah binti Faqudz. Sedangkan Hannah ini merupakan ibu dari Maryam, ibu kandung Nabi Isa.
Nabi Zakaria menjadikan Isya sebagai istri karena melihat kesholehan dan ketaatannya. Dengan menjadikan Isya sebagai istri, nabi memiliki harapan supaya mudah dalam menjalankan dakwah. Tetapi setelah menikah, dakwah Nabi Zakaria memang tidaklah mudah.
Hal itu karena banyak perlawanan dan pertentangan dari kaum Bani Israil. Setelah wafatnya Nabi Harun dan Nabi Musa, Bani Israel semakin jauh dari ajaran Allah.
Kemaksiatan menjadi hal yang lumrah bagi kaum mereka. Hal itu tentu menjadikan perjuangan Nabi Zakaria dan Isa menjadi sulit. Tetapi, sebagai istri Nabi Zakaria, Isya selalu mendukung penuh perjuangan dakwah sang suami.
Kisah Isya yang Sulit Memiliki Keturunan
Isya menjadi seorang yang sulit memiliki keturunan atau mandul sejak masih remaja. Hal itu tentu membuat pernikahannya dengan Nabi Zakaria tidak memiliki keturunan sampai usia tua.
Tetapi, hal tersebut tidak membuat mereka putus asa dan pasrah begitu saja. Nabi Zakaria selalu berdoa kepada Allah SWT dengan suara lemah lembut dengan meminta seorang keturunan.
Baca Juga: Tempat Nabi Musa Menerima Wahyu, Kisah dan Perintahnya
Permintaan yang selalu Nabi Zakaria panjatkan untuk memiliki keturunan ketika berusia hampir 90 tahun memang terlihat tidak masuk akal. Tetapi, permohonan ini memiliki alasan dan darurat.
Hal itu karena dengan adanya keturunan, Nabi Zakaria berharap bisa melanjutkan perjuangan selama ini. Nabi Zakaria terus berdoa karena yakin bahwa Allah tidak pernah mengecewakan.
Isya Mengandung pada Usia Tua
Istri Nabi Zakaria, Isya berhasil memiliki keturunan karena Allah SWT. Oleh karena Nabi Zakaria yang tidak pernah menyerah, Allah telah mengabulkan doanya.
Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria dengan memberitahu bahwa Isya akan melahirkan seorang anak laki-laki. Isya akan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Yahya yang berarti hidup.
Makna dari nama Yahya yaitu akan tetap abadi walaupun sudah meninggal dunia. Dengan mendengar berita tersebut Nabi Zakaria yang tentu merasa gembira. Walaupun tidak masuk akal mengingat kondisinya pada saat itu. Selanjutnya Allah memberikan tanda tentang kehamilan Isya dengan membuat nabi tidak bisa bicara.
Nabi Zakaria tidak bisa bicara selama tiga hari walaupun dalam keadaan sehat yang segar. Allah telah memerintah Nabi Zakaria untuk menahan lidahnya dari persoalan dunia dengan melakukan isyarat. Walaupun begitu Nabi Zakaria masih bisa berdzikir.
Bersyukur dengan Kehadiran Seorang Keturunan
Nabi Zakaria dan Isya memiliki keturunan pada usia yang sudah tua. Walaupun terdengar tidak mungkin, tetapi semua terjadi atas kehendak Allah SWT. Isya berhasil melahirkan Yahya seorang anak laki-laki.
Allah memberikan Nabi Zakaria dan Isya keturunan dengan sifat bijak. Yahya memiliki sifat yang agung dan selalu menaati perintah orang tuanya. Tidak hanya itu, Yahya juga mampu mengesakan Allah, memiliki cinta, sayang, dan rasa lembut.
Baca Juga: Istri Fir’aun yang Mengasuh Nabi Musa AS, Peroleh Jaminan Surga
Nah, itu tadi ulasan tentang istri Nabi Zakaria dan kisahnya yang sukar memiliki keturunan. Walaupun susah untuk mendapatkan keturunan, ini tidak membuat Nabi Zakaria dan Isya putus asa. Mereka selalu berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniai keturunan. Kebesaran Allah SWT memang nyata dengan memberikan keturunan Nabi Zakaria dan Isya pada usia yang sudah lanjut. (R10/HR-Online)