Gangguan sendi rahang atau disfungsi temporomandibular (TMD) merupakan kondisi yang kerap menjengkelkan. Gangguan ini memicu nyeri dan ketidaknyamanan pada sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak. Temporomandibular dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengunyah, berbicara, serta membuka mulut secara lebar.
Temporomandibular merupakan sendi yang cukup penting. Mengingat bagian ini memungkinkan kita membuka mulut, mengunyah makanan, hingga berbicara. Di dalamnya terdiri atas tulang rahang bawah atau mandibula, serta tulang temporal di sisi tengkorak.
Baca Juga: Penyakit Kulit Psoriasis, Pahami Sebab, Gejala, dan Cara Penanganannya
Sementara itu, di sela-sela kedua bagian tersebut terdapat cakram cartilage. Organ yang memungkinkan gerakan rahang menjadi lebih mulus ketika membuka maupun menutup mulut. Apabila terjadi gangguan sendi maka gerakannya semakin sulit dan terasa sakit.
Gangguan Sendi Rahang, Kenali Gejala dan Faktor Pemicunya
Salah satu gejala umum dari gangguan temporomandibular adalah nyeri pada sendi rahang dan bagian sekitarnya. Nyeri ini dapat berupa sakit tumpul maupun tajam, yang terjadi secara sporadis atau berlangsung lama.
Gangguan tersebut juga menyebabkan ketidaknyamanan ketika mengunyah makanan serta membuka mulut lebar. Beberapa penderita biasanya akan mengalami bunyi klik saat membuka atau menutup mulut.
Gangguan sendi rahang juga memicu gejala lain seperti sakit kepala, nyeri leher, hingga otot wajah tegang. Pada gejala yang lebih parah, gangguan ini membuat telinga penderitanya terasa penuh atau berdengung.
Penyebab pasti TMD masih belum sepenuhnya ketahuan. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan sendi rahang seperti berikut ini.
1. Kebiasaan Buruk Selama Pengunyahan
Hal pertama yang cukup memengaruhi namun jarang orang sadari adalah kebiasaan mengunyah. Cara mengunyah yang buruk atau berlebihan dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi rahang. Akibatnya, sendi menjadi iritasi dan mengalami peradangan yang berkontribusi pada gangguan lebih parah.
2. Stres dan Cemas Berlebih
Terlalu stres dan kerap merasa cemas juga mampu memengaruhi kebiasaan menggigit, mengunyah, serta mengencangkan rahang. Ketegangan berlebihan pada otot rahang akibat stress menyebabkan gangguan di area sendi tersebut. Orang yang terlalu sering menggigit bibir, kuku, atau meremas rahang, memiliki risiko lebih tinggi mengalami TMD.
3. Memiliki Gangguan Artritis
Penyebab gangguan sendi rahang berikutnya adalah artritis. Sebut saja osteoartritis dan artritis reumatoid, yang dapat memperparah nyeri di sendi rahang dan memicu TMD.
Baca Juga: Ramuan untuk Mengatasi Keringat Dingin, Herbal yang Aman
Pada gejala yang lebih parah, artritis menyebabkan peradangan, nyeri hebat, pembengkakan, dan gangguan fungsi sendi.
4. Cedera pada Rahang
Cedera langsung di area rahang akibat kecelakaan atau olahraga, mampu menyebabkan kerusakan sendi rahang dan sekitarnya. Pukulan atau trauma pada rahang tersebut dapat memperparah gejala TMD, termasuk nyeri, pembengkakan, dan gangguan fungsinya.
5. Otot Rahang yang Menegang
Ketika otot rahang tegang secara berlebihan, otomatis memicu rasa nyeri, ketidaknyamanan, dan pembatasan gerakan pada sendi. Faktor-faktor yang menyebabkan ketegangan otot rahang meliputi emosi, postur tubuh buruk, atau posisi tidur kurang nyaman.
6. Maloklusi dan Ketidakseimbangan Oklusal
Penyebab gangguan sendi rahang yang terakhir adalah maloklusi. Sebuah istilah yang merujuk pada ketidaksempurnaan antara pertemuan gigi atas dan bawah. Kondisi ini mengakibatkan ketidakseimbangan oklusi yang menghasilkan tekanan tidak efektif ketika sendi bekerja.
Cara Mengatasi Disfungsi Temporomandibular
Pengobatan untuk TMD dapat bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Namun terdapat sejumlah tips untuk mengatasi gangguan, atau setidaknya meminimalisir tingkat keparahan gejalanya seperti berikut ini.
1. Kompres Air Hangat dan Es
Penerapan kompres hangat atau es pada rahang dapat membantu meredakan nyeri dan peradangannya. Gunakan kantong es atau kain bersih yang dibasahi air hangat. Tempelkan pada area yang terasa sakit selama 10 sampai 15 menit beberapa kali sehari. Penggunaan kompres hangat dan es secara bergantian juga dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.
2. Bijak dalam Mengelola Stres
Stres menjadi menjadi pemicu atau memperburuk gejala gangguan sendi rahang. Mencari cara mengelola stres seperti meditasi, olahraga, atau hobi menyenangkan tentu akan sangat membantu. Jangan lupa untuk Menghindari gerakan rahang yang berlebihan. Terutama ketika emosi, berbicara keras, menguap, serta menguap
3. Melakukan Relaksasi Otot Rahang
Latihan relaksasi otot rahang bisa membantu mengurangi ketegangan dan memperbaiki fungsinya. Salah satu latihan yang dapat Anda coba adalah mengunyah perlahan dan menghindari makanan yang keras. Selain itu, teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dan yoga juga efektif mengurangi ketegangan otot.
Baca Juga: Jenis Penyakit Tidak Menular, Waspadai Dampaknya Sejak Dini
Jika gangguan sendi rahang tidak membaik atau semakin parah, segera berkonsultasi dengan dokter atau spesialis gigi. Mereka akan melakukan pemeriksaan dan memberikan diagnosis yang tepat. Dokter juga dapat merekomendasikan terapi fisik, penggunaan pelindung gigi khusus, atau pembedahan sesuai kebutuhan. (R10/HR-Online)