harapanrakyat.com,- Warga di Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, mulai merasakan krisis air bersih karena dampak musim kemarau. Sejumlah sumur warga tidak bisa mencukupi kebutuhan pasokan air bersih karena kadar airnya keruh.
Masyarakat setempat pun meminta pasokan air bersih ke BPBD Kota Banjar karena kurangnya pasokan air bersih tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Kusnadi mengatakan, pihaknya belum lama ini telah mendistribusikan air bersih ke Dusun Pangasinan, Desa Binangun karena di lingkungan tersebut mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Baca juga: Nahas, Warga Kota Banjar Tewas Tertimpa Reruntuhan Tanah
Sumur warga di lingkungan tersebut sejauh ini masih mengeluarkan air dan masih mencukupi untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian.
Namun, air bersih untuk keperluan konsumsi seperti memasak mengalami kekurangan pasokan lantaran kandungan air yang bersumber dari sumur warga kualitasnya menurun dan airnya berwarna kuning.
“Sudah ada permohonan air bersih. Kemarin hari Rabu sudah kami distribusikan. Warga minta seminggu tiga kali,” kata Kusnadi, Jumat (23/6/23).
“Pendistribusian yang kemarin di Dusun Pangasinan. Meliputi warga di tiga RT,” katanya menambahkan.
Lanjutnya menyebutkan, sampai saat ini pihak BPBD baru menerima satu laporan terkait adanya wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yakni desa Binangun.
Menurutnya, sekarang ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Pihaknya memprediksi untuk puncak musim kemarau akan terjadi hingga bulan September mendatang.
“Sementara baru satu desa yang melaporkan kekurangan air bersih. Untuk puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan September mendatang,” katanya.
Krisis Air Bersih di Binangun
Sementara itu, Kepala Desa Binangun Bubun Sahban Farid membenarkan terjadinya krisis air bersih yang terjadi di wilayahnya tersebut.
Menurutnya, kurangnya air bersih tersebut terjadi karena air yang berasal dari sumur warga kandungannya keruh sehingga kurang layak untuk kebutuhan konsumsi.
Adapun untuk wilayah yang lain seperti Dusun Priagung kebutuhan air bersih masih mencukupi karena terdapat sumur bor. Meskipun untuk pemakaiannya juga terbatas.
“Air sumurnya itu seperti mengandung zat besi. Jadi airnya ngga bisa buat masak sama warga. Ada sumber air yang lain dari sungai tapi itu juga nggak bisa buat konsumsi,” katanya.
Lanjutnya menambahkan, selain faktor musim kemarau, kurangnya pasokan air bersih tersebut juga karena di wilayahnya hingga saat ini belum ada saluran distribusi air bersih dari PDAM.
“Belum ada saluran PDAM. Kami juga sudah hampir satu tahun ini mengusulkan ke PDAM tapi memang belum terealisasi,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)