Empat legenda sepak bola dunia hadir di Indonesia. Keempat legenda tersebut antara lain Juan Sebastian Veron, Eric Abidal, Marco Materazzi dan Roberto Carlos.
Adapun kedatangan mantan bintang sepak bola dunia tersebut, adalah untuk melatih para pemain tim nasional Indonesia U-16 dalam sehari.
Mereka datang dalam rangka program Fourfeo BRImo Future Garuda, yang berlangsung pada Kamis (1/6/2023).
PSSI memang sekarang ini tengah membangkitkan persepakbolaan Indonesia. Sebelum mendatangkan empat legenda sepakbola dunia, induk organisasi sepak bola Indonesia ini menjalin kerja sama dengan JFA atau Jepang.
Baca Juga: Catat! Ini Harga Tiket Timnas Indonesia vs Argentina, Paling Murah Rp 600 Ribu
Kemudian, akan mendatangkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi untuk bertanding pada laga persahabatan dengan timnas Indonesia.
Bahkan kabarnya juga, selain Argentina, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir akan memanggil Brasil, Portugal, Maroko dan negara lainnya.
Alasan Erick Thohir Panggil 4 Legenda Sepak Bola Dunia
Erick Thohir mengungkapkan, bahwa mendatangkan Roberto Carlos cs ke Indonesia adalah untuk memupuk mental serta mimpi Garuda Mendunia sejak dini.
Selain itu, ia juga ingin membangkitkan kembali semangat para atlet muda sepak bola Indonesia.
“Jadi, dari para mantan bintang sepak bola ini, mereka belajar bahwa tidak ada yang tidak mungkin,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/6/23).
Menurut Ketum PSSI, bahwa keempat mantan bintang sepak bola dunia tersebut, awal mulanya bukan siapa-siapa.
Baca Juga: PSSI Gandeng JFA demi Kembangkan Sepak Bola Indonesia
Akan tetapi, empat bintang tersebut bisa jadi legenda sebab mempunyai mimpi besar.
“Untuk menggapai mimpinya ini, mereka fight (berjuang keras),” ujarnya.
Erick mencontohkan legenda sepak bola dunia, Roberto Carlos, yang berasal dari desa miskin di Brasil. Karena berjuang keras, maka pemilik tendangan paling keras di muka bumi ini bisa masuk ke dalam skuad inti Real Madrid, salah satu klub raksasa dari Spanyol.
Selain Carlos, Juan Veron juga tidak berbeda jauh. Veron berasal dari desa miskin di Argentina. Meski begitu, ia berhasil masuk ke tim inti Lazio, Manchester United, Chelsea dan timnas Inggris.
Kemudian Eric Abidal mantan pemain timnas Prancis dan enam tahun membela Barcelona. Walaupun ia divonis menderita kanker, namun pemain yang berposisi sebagai bek ini tidak menyerah.
“Bahkan, Eric membawa klub dan timnya menjadi juara,” terangnya.
Selain itu, Erick juga mencontohkan legenda sepak bola dunia lainnya yang PSSI bahwa, Marco Materazzi.
Mantan pemain timnas Italia dan Inter Milan ini, memang tergolong telat masuk ke dalam pesepakbola profesional. Materazzi baru masuk profesional saat usianya 22 tahun.
Walaupun telat, akan tetapi ia berhasil membawa klubnya meraih juara. Bahkan, Materazzi sukses mengantarkan Italia menjadi juara Piala Dunia 2026, meski saat itu usianya 34 tahun.
Motivasi Erick Thohir untuk Garuda Muda
Berkaca dari pengalaman para legenda tersebut, Ketum PSSI memotivasi pemain Garuda Muda, bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk diraih.
“Banyak yang bilang Indonesia sebagai negara underdog. Inilah mentalitas yang harus kita bongkar. Terutama kalian timnas U-16, U-17 ke depan. Kalau kita punya mimpi, kita kerja keras, bisa!,” tegas Erick.
Baca Juga: Sepak Bola Raih Emas SEA Games 2023, Ketum PSSI: Terima Kasih Para Pejuang Bernyali Juara
Selain mengulas tentang empat legenda sepak bola dunia, Ketum PSSI juga menyinggung Yunani meraih Piala Eropa 2004. Saat itu, Yunani berhasil menaklukan Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo.
“Artinya apa? Jika serius bangun dari sekarang, maka kalian bisa (mengikuti jejak mereka),” pungkasnya.
Dalam Fourfeo BRImo Future Garuda, keempat legenda tersebut melatih timnas U-16 serta U-17. Para pemain yang mendapat pelatihan sebanyak 50 orang. Adapun masing-masing legenda sepak bola dunia ini memimpin satu tim. (Adi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)