Minggu, Maret 30, 2025
BerandaBerita TerbaruTiga Tokoh yang Merumuskan Pancasila, Nomor 2 dari Kalangan Ningrat Tajir

Tiga Tokoh yang Merumuskan Pancasila, Nomor 2 dari Kalangan Ningrat Tajir

Tiga serangkai merupakan istilah populer di kalangan sejarawan untuk menyebut para tokoh yang merumuskan Pancasila, yaitu Moh. Yamin, Soepomo, dan Sukarno.

Menurut sejumlah literatur, tiga serangkai tadi saling memperdebatkan pendapatnya untuk melahirkan Pancasila. Tiga tokoh tersebut memiliki pendapat yang berbeda-beda sehingga sidang dasar negara diadakan lebih dari dua hari lamanya.

Lantas mengapa dasar negara dari ketiga tokoh tadi menjadi bahan perdebatan? Berdasarkan data riset yang ada ternyata hal ini terjadi karena tokoh tiga serangkai penggali Pancasila berasal dari golongan intelektual yang hebat.

Maka dari itu mereka bertiga memiliki prinsip yang kuat dalam merumuskan dasar negara. Mereka semua memiliki pandangan yang berbeda menilai dasar negara yang berdasarkan pada unsur-unsur kemanusiaan.

Baca Juga: Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ternyata Berawal dari Era Majapahit

Tiga tokoh perumus Pancasila tersebut kemudian sepakat dalam satu kata (Persatuan). Kendati mereka saling beda pendapat soal dasar negara, akan tetapi tiga tokoh berikut menyepakati kompak Pancasila karena punya nilai-nilai mempersatukan bangsa.

Berikut akan penulis beberkan mengenai profil hidup ketiga tokoh perumus Pancasila sekaligus dengan usulan-usulan mereka tentang dasar negara. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Moh. Yamin, Tokoh yang Merumuskan Pancasila Berasal dari Sejarawan

Moh. Yamin merupakan salah seorang tokoh perumus Pancasila yang beda dengan kedua kawan lainnya. Bukannya berangkat dari tokoh politik dan pengamat birokrasi, Moh. Yamin justru berasal dari peneliti sejarah yang kemudian biasa disebut dengan sejarawan.

Sebagaimana Bung Hatta –seorang negarawan yang juga mantan wakil Presiden pertama RI, Moh. Yamin lahir pada tanggal 24 Agustus 1903 di Sawah Lunto, Sumatera Barat.

Sejak kecil hingga remaja Moh. Yamin kerap bergaul dengan intelektual muda, maka dari itu pada usia dewasa ia memilih kuliah di RHS (Sekolah Hukum Kolonial di Batavia).

Setelah Moh. Yamin lulus dari RHS –kurang lebih tahun 1920-an, Yamin muda begitu produktif menulis sejarah. Lagi-lagi Yamin tidak seperti kebanyakan orang lainnya, meskipun ia lulusan sarjana hukum tetapi sebagian waktunya dihabiskan untuk meneliti persoalan-persoalan sejarah bangsa.

Karena produktifitasnya dalam pekerjaan kesejarahan membuat Moh. Yamin terkenal di kalangan negarawan. Apalagi setelah ia menciptakan interpretasi muka Maha Patih Gadjah Mada, nama Moh. Yamin semakin eksis di lingkungan elit birokrat.

Hingga Perang Dunia II selesai dan Jepang meninggalkan Indonesia pada tahun 1945, Moh. Yamin ikut mempersiapkan perumusan dasar negara. Ia menjadi pembicara pertama pada tanggal 29 Mei 1945 untuk merumuskan dasar negara.

Baca Juga: Sejarah Kusir Andong di Yogyakarta, Pernah Jadi Profesi Priyayi

Berikut adalah usulan Moh. Yamin untuk membentuk dasar negara: (1) Peri Kebangsaan, (2) Peri Kemanusiaan, (3) Peri Ketuhanan, (4) Peri Kerakyatan, dan (5) Kesejahteraan Rakyat.

Soepomo, Arsitek UUD dan Tokoh yang Merumuskan Pancasila

Menurut A. T. Soegito dalam buku berjudul, “Populisme Islam” (1982), Soepomo merupakan arsitek UUD sekaligus perumus dasar negara kedua yang berasal dari keluarga tajir.

Soepomo lahir pada tanggal 22 Januari 1903 di daerah Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia lahir dari orang tua yang berasal dari ningrat Jawa. Ayahnya seorang priyayi keturunan raja Jawa, oleh karena itu hidupnya sering dihormati oleh banyak golongan.

Sebagaimana Moh. Yamin yang punya gelar Sarjana Hukum, Soepomo pun pernah sekolah di RHS Batavia. Selama jadi Mahasiswa, Soepomo sangat aktif menyuarakan hati rakyatnya. Namun saat ia menjadi Ambtenaar di Kantor Pengadilan Negeri Sragen, kegiatan konfrontatifnya melawan pemerintah mulai dibatasi.

Baru pada tahun 1924-1927 Soepomo kembali menjadi rakyat bumiputera yang vocal. Hal ini seiring dengan pendidikan Soepomo di Rijksuniversiteit Leiden, Belanda. Ia mendapat kesempatan belajar ke negeri kolonial untuk mendalami pengetahuan tentang hukum adat dan hukum Internasional.

Adapun ketika Soepomo ditunjuk sebagai perumus dasar negara kedua setelah Moh. Yamin, ia mengusulkan beberapa poin penting antara lain sebagai berikut: (1) Persatuan, (2) Kekeluargaan, (3) Keseimbangan Lahir dan Batin, (4) Musyawarah, dan (5) Keadilan Rakyat.

Sukarno Memantapkan Rumusan Pancasila

Setelah Moh. Yamin dan Soepomo yang menjadi pembicara menentukan dasar negara, akhirnya Sukarno memantapkan rumusan dasar negara dengan nama Pancasila.

Baca Juga: Sejarah Operasi Seroja, Operasi Militer Orde Baru ke Timor Timur

Uraian Sukarno tentang Pancasila begitu panjang hingga ditempatkan menjadi pembicara terakhir yang menguraikan usulannya pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarno menjadi pendengar yang baik, ia mencari materi pendahulunya dan menciptakan kesepakatan bersama dengan istilah Pancasila.

Adapun beberapa usulan untuk dasar negara yang dikemukakan Sukarno dengan nama Pancasila terdiri dari: (1) Kebangsaan Indonesia, (2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan, (3) Mufakat atau Demokrasi, (4) Kesejahteraan Sosial, dan (5) Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Saat itu seluruh hadirin di sekitar podium menyetujui usulan Pancasila versi Sukarno. Mereka setuju dengan Pancasila Sukarno sebab dasar pikirannya mewakili isi hati rakyat Indonesia yang memiliki perbedaan secara mendasar. Selain itu, mereka juga menilai Pancasila bisa menjadi pemersatu bangsa karena unsur-unsur yang lahir dari persamaan nasib. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Pelindung Kaca Spion Saat Hujan Water Repellent, Cara Pemasangannya

Pelindung Kaca Spion Saat Hujan Water Repellent, Cara Pemasangannya

Pelindung kaca spion saat hujan akan sangat dibutuhkan. Saat hujan, maka kaca spion mobil bisa mengembun. Akhirnya, pengendara tidak bisa melihat kondisi mobil atau...
HP EliteBook 8 G1, Laptop Modular dengan Berbagai Keunggulan

HP EliteBook 8 G1, Laptop Modular dengan Berbagai Keunggulan

HP EliteBook 8 G1 hadir sebagai gebrakan baru di dunia laptop dengan konsep modularnya yang revolusioner. Dalam acara tahunan Amplify 2025 di Amerika Serikat,...
Cara Mengaktifkan VoLTE di HP untuk Panggilan Suara yang Jernih

Cara Mengaktifkan VoLTE di HP untuk Panggilan Suara yang Jernih

Cara mengaktifkan VoLTE penting untuk Anda ketahui agar panggilan suara HP menjadi lebih jernih dan koneksi lebih stabil. Teknologi ini semakin populer seiring dengan...
Sejarah Gedung Agung Yogyakarta, Jejak Berharga yang Kini Jadi Cagar Budaya

Sejarah Gedung Agung Yogyakarta, Jejak Berharga yang Kini Jadi Cagar Budaya

Yogyakarta bukan hanya tentang Malioboro atau Keraton, tetapi juga menyimpan banyak bangunan bersejarah yang punya cerita panjang. Salah satu yang paling ikonik adalah Gedung...
Ulefone Armor 33 Pro, Smartphone Tangguh dengan Spesifikasi Gahar

Ulefone Armor 33 Pro, Smartphone Tangguh dengan Spesifikasi Gahar

Ulefone kembali menghadirkan smartphone rugged terbaru mereka, Ulefone Armor 33 Pro, yang diumumkan pada 3 Maret 2025 lalu. HP Android ini hadir dengan berbagai...
Hadirkan Layanan Terbaru, Kini Muncul Fitur Terjemahan DM Instagram

Hadirkan Layanan Terbaru, Kini Muncul Fitur Terjemahan DM Instagram

Instagram terus melakukan peningkatan untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya dalam bersosial media. Setelah melakukan perubahan desain profil, kini perusahaan asal Amerika Serikat ini juga...