Sistem limfatik pada manusia terkenal sebagai getah bening. Manusia memiliki sistem limfatik di dalam tubuhnya. Sistem ini berperan penting untuk keberlangsungan hidup manusia.
Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai jenis organ. Setiap organ tersebut memiliki fungsi yang berbeda, tetapi beberapa ada yang mirip.
Baca Juga: Fungsi Sistem Integumen di Tubuh Manusia dan Letaknya
Ketika beberapa organ memiliki tujuan atau fungsi yang mirip, maka mereka akan membentuk suatu sistem. Salah satu jenis sistem di dalam tubuh manusia bernama limfatik.
Mengenal Sistem Limfatik pada Manusia
Di lingkungan sekitar manusia hidup itu ada berbagai jenis bakteri, kuman, hingga vitus yang bisa berasal dari berbagai kotoran. Bahkan benda yang terlihat bersih juga bisa mengandung bakteri berbahaya.
Untuk bisa terjaga dari virus, bakteri, dan kuman tersebut, maka tubuh manusia memiliki sistem kekebalan tersendiri yang merupakan sistem limfatik.
Mengutip dari lama Wikipedia, sistem limfatik adalah suatu sirkulasi yang sekunder dengan fungsinya untuk mengalirkan getah bening atau limfa di dalam tubuh.
Limfa ini berbeda dengan limpa. Asal dari limfa sendiri adalah plasma yang keluar menuju jaringan sekitarnya melalui sistem kardiovaskular.
Kemudian, cairan akan berkumpul dengan fungsi sistem limfa melalui proses difusi yang ada di jaringan dan kembali ke dalam sistem sirkulasi tubuh.
Kelenjar getah bening menjadi tempat getah bening melalui tahap penyaringan. Sementara itu, ada ratusan kelenjar getang bening yang termasuk sistem limfatik manusia dan tersebar merata.
Berikut ini beberapa organ yang menjadi penyusun sistem limfatik pada manusia.
1. Limpa
Organ satu ini berada di bagian tubuh kiri manusia, tepatnya di atas ginjal. Limpa adalah organ di dalam sistem limfatik paling besar.
Tugas limpa adalah untuk mengontrol beberapa jumlah eritrosit atau sel darah merah, sekaligus menjadi tempat penyimpanan darah di dalam tubuh.
Baca Juga: Fungsi Bilik Jantung Kanan dan Kiri pada Sistem Peredaran Darah
Selain itu, limpa juga berperan penting dalam melawan infeksi yang menyerang bagian-bagian tubuh.
2. Limfosit
Organ penyusun sistem limfatik ini bertugas melawan organisme berbahaya yang akan masuk ke dalam tubuh.
Limfosit akan menghasilkan antibodi untuk membunuh dan menghentikan penyebaran dari infeksi. MEski manusia dapat hidup tanpa memiliki limpa, tetapi akan cenderung lebih berisiko jika terserang penyakit.
3. Getah Bening
Organ penyusun sistem limfatik pada manusia selanjutnya adalah getah bening yang berupa cairan bening dan tidak berwarna seperti air.
Cairan getah bening berasal dari plasma darah. Plasma darah akan membawa nutrisi untuk disalurkan ke semua sel tubuh.
Kemudian, sebagian besar darah akan kembali ke sirkulasi pembuluh darah balik atau vena. Sisanya akan mengalir ke sistem limfatik dan menjadi cairan getah bening.
Cairan getah bening hanya dapat mengalir satu arah, yakni ke leher. Kemudian, getah bening akan kembali bersatu ketika masuk kedalam pembuluh darah.
4. Timus
Ini adalah organ kecil yang terletak di atas jantung dan menjadi tempat pematangan limfosit sehingga sifatnya aktif (sel T aktif).
Kemudian, sel ini juga akan bekerja sebagai penghancur sel yang sudah terinfeksi dan sel kanker.
5. Amandel
Organ penyusun sistem limfatik manusia ini berada di bagian faring dan termasuk organ kelenjar getah bening terbesar.
Amandel menjadi sistem pertahanan tubuh pertama ketika terserang bakteri serta virus yang masuk melalui mulut maupun hidung.
Gangguan yang Dapat Terjadi pada Sistem Limfatik
Meski peran dari sistem ini sangat besar, tetapi ada kalanya fungsi sistem terganggu karena penyakit atau kondisi tertentu lainnya.
Berikut ini beberapa jenis gangguan yang dapat menimpa sistem limfatik pada tubuh.
Baca Juga: Trombosit Normal Berdasarkan Usia dan Efeknya
- Infeksi: akibat paparan virus, bakteri, jamur, dan parasit sehingga memicu perlawanan kekebalan tubuh. Biasanya menyebabkan peradangan pada kelenjar getah bening.
- Kanker: limfoma adalah kanker kelenjar getah bening yang termasuk penyakit ganas.
- Penyumbatan: ketika terjadi pembengkakan karena adanya penumpukan cairan getah bening atau limfedema.
- Penyakit autoimun: ALPS adalah contoh penyakit autoimun yang menyerang sistem limfatik. Penyakit ini menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah dan trombosit hingga kerusakan sel darah putih neutrofil.
Setiap organ di dalam sistem limfatik pada manusia memiliki fungsinya sendiri. Mereka bekerja sehingga mampu melindungi tubuh manusia dan terbebas dari penyakit mematikan. (R10/HR-Online)