Sangkuriang merupakan legenda yang tersohor di Jawa Barat. Namanya kerap disangkutpautkan dengan cerita rakyat di Bandung tentang asal-usul terbentuknya gunung Tangkuban Perahu.
Sudah banyak orang yang mengutip legenda Sangkuriang dalam media besar seperti televisi. Diceritakan bahwa Sangkuriang adalah anak perkawinan dari seekor anjing dan gadis cantik keturunan raja.
Konon orang tua si gadis yang bernama Dayang Sumbi ini tidak setuju atas perkawinan yang telah terjadi. Maka dari itu ketika Dayang Sumbi melahirkan Sangkuriang yang awalnya bernama Jaka Sona, Dayang Sumbi pun mengasingkan diri di hutan belantara.
Dayang Sumbi adalah putri satu-satunya dari kerajaan Pasundan yang mengasingkan diri di hutan. Ia melepas semua titel kerajaannya demi hidup dalam ketenangan, walaupun harus tinggal di gubuk miskin, Dayang Sumbi dan keluarganya hidup bahagia.
Baca Juga: Sejarah Kusir Andong di Yogyakarta, Pernah Jadi Profesi Priyayi
Kisah menarik lain tentang Sangkuriang ketika ada konflik antara ia dengan sang ibu karena Sangkuriang menjadi tersangka pembunuh ayahnya yang seekor anjing. Ayahnya yang menjelma jadi anjing itu bernama Si Tumang.
Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi: Wanita Sunda yang Awet Muda
Perpecahan keluarga Dayang Sumbi bermula ketika Sangkuriang anaknya diutus untuk memburu Kijang.
Kebetulan sang ibu sedang ingin memasak daging dan jantung Kijang, karena Jaka Sona (nama Sangkuriang kecil) merupakan anak yang berbakti tak perlu menunggu lama ia dan anjing kesayangannya (si Tumang) pun lantas bergegas pergi ke hutan sembari menenteng panah.
Entah karena sial dan apes, di tengah-tengah perjalanan mencari jantung kijang anak panah Jaka meleset mengenai si Tumang. Karena tak ingin kena marah ibunya, Jaka kemudian berbohong dan membawakan ibunya jantung si Tumang.
Namun karena bentuk dan rasa yang berbeda, Dayang Sumbi curiga jantung yang diberikannya bukan jantung kijang. Jaka pun mengaku itu jantung si Tumang –jantung ayahnya sendiri.
Dayang Sumbi pun marah besar, ia langsung menghajar Jaka anaknya sampai berlumuran darah. Dayang Sumbi menghukumnya dengan mengusir Jaka Sona.
Jaka Sona pun pergi dan diurus oleh seseorang berilmu hitam. Ketika ia dewasa bertemulah Jaka dengan seorang gadis cantik. Gadis itu ternyata ibunya sendiri –Dayang Sumbi. Namun karena sudah berpuluh-puluh tahun tak bertemu, Jaka tidak percaya. Ia bahkan jatuh cinta dan hendak mengawini ibunya sendiri.
Peristiwa ini dianggap sebagai simbol kecantikan wanita Sunda yang tak tertandingi. Kisah legenda Sangkuriang menandakan jika seorang gadis wanita di tanah Sunda selalu tampil awet muda. Dayang Sumbi dipercaya representasi wanita Sunda yang paling sempurna.
Baca Juga: Kisah Bupati Trenggalek Adipati Bratakusuma Tumpas Warok dengan Perkawinan
Sangkuriang: Simbol Laki-laki Sunda yang Superior
Ketika Dayang Sumbi mengetahui pemuda yang jatuh cinta pada dirinya itu adalah anaknya sendiri, reaksi Dayang sumbi terkejut karena ingat dengan peristiwa kelam dulu.
Dayang Sumbi mengetahui jika Sangkuriang anaknya terlihat dari bekas luka di kepala akibat pukulannya sendiri tatkala mengusir Sangkuriang dari rumah.
Dayang Sumbi pun memberi tahu kepada Sangkuriang jika ia adalah anaknya. Namun Sangkuriang tak percaya dan tetap kekeuh ingin menikahinya. Karena memaksa Dayang Sumbi lalu memberikan syarat yang tak mungkin bisa dikerjakan oleh anaknya.
Syarat yang Dayang Sumbi keluarkan pada Sangkuriang yaitu membangun kapal yang besar dalam satu malam saja. Perjanjian itu pun disepakati oleh Sangkuriang, namun karena Dayang Sumbi adalah ibunya sendiri, Tuhan pun tidak merestui dan pagi berjalan lebih cepat dari waktu sebelumnya.
Sangkuriang mengamuk dan terus menekan supaya Dayang Sumbi jadi istrinya. Menurut pengamat legenda, adegan ini merupakan representasi dari sifat-sifat lelaki Sunda yang superior.
Hal ini menarik karena semua orang Sunda pasti tahu dengan legenda Sangkuriang tapi tidak banyak yang paham ada makna penting di dalam kisah-kisahnya.
Kesaktian Sangkuriang: Mampu Mengerahkan Ribuan Jin
Kisah lain yang menarik dari Sangkuriang adalah ketika ia mampu mengerahkan ribuan jin saat membangun perahu raksasa tantangan dari Dayang Sumbi. Konon kesaktian Sangkuriang tak tertandingi, ia bisa menggerakkan kekuatan ilmu hitam yang paling sakti.
Baca Juga: Kisah Pensiunan Pegawai Negeri Kota Banjar Dipasung Anak Tiri
Kekuatan ilmu hitam Sangkuriang tak lepas dari pendidikan seorang pertapa yang mengurusnya sejak kecil hingga dewasa. Sangkuriang menguasai beribu-ribu ilmu hitam yang paling ditakuti oleh rakyat biasa.
Tak heran jika ia kemudian berani menerima tantangan Dayang Sumbi membangun kapal raksasa hanya dalam satu malam saja. Namun karena kekuatan seorang ibu tak terkalahkan, maka seluruh ilmu hitam yang digunakan oleh anaknya luntur.
Ribuan jin yang dipekerjakan oleh Sangkuriang tidak mendadak tak bisa membuat kapal raksasa hingga selesai. Mereka lari terbirit-birit karena matahari telah tiba, waktu fajar datang lebih cepat dari biasanya. Permohonan Dayang Sumbi mewakili doa-doa dari seorang ibu akan selalu terkabul untuk kebaikan anaknya.
Adapun pernyataan terkait legenda Sangkuriang ini sebagaimana mengutip buku karya Utuy Tatang Sontani berjudul, “Seri Sastra Nostalgia: Sangkuriang” (1959). (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)