Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TerbaruSejarah Becak BSA di Pematang Siantar, Motor Bekas Perang Belanda

Sejarah Becak BSA di Pematang Siantar, Motor Bekas Perang Belanda

Sejarah becak BSA di Pematang Siantar, Sumatera Utara merupakan salah satu peristiwa unik dan langka yang pernah ada di Indonesia.

Sebagian lain menarik perhatian para penggemar motor antik, pasalnya motor produkan Inggris yang dijadikan becak itu dahulunya bekas motor perang Belanda.

Oleh karena itu motor BSA di Pematang Siantar memiliki nilai historis yang kuat. Motor ini datang dari Inggris untuk memenuhi kebutuhan transportasi perang di zaman Agresi Militer Belanda tahun 1947.

Namun pasca Indonesia diakui sebagai negara yang merdeka pada tahun 1949 oleh Belanda, setahun berikutnya pada 1950 pemerintah kita melakukan nasionalisasi harta kekayaan milik Belanda termasuk transportasi seperti motor BSA.

Baca Juga: Demang Lehman, Otak Dibalik Perang Banjar Berakhir di Tiang Gantungan

Hingga detik ini motor tua berkapasitas 350-500 cc ini mudah ditemukan di daerah Pematang Siantar. Tidak hanya dijadikan koleksi penggila motor antik melainkan motor BSA disana dijadikan sebagai alat angkutan umum alias Betor; becak motor.

Sejarah Becak Motor BSA di Pematang Siantar Sudah Ada Sejak 1970-an

Menurut Hisama Saragih, dkk dalam buku berjudul, “Pembangunan Pariwisata, Manajemen Situs Sejarah, dan Kearifan Lokal di Kota Pematang Siantar” (2022), becak motor yang terbuat dari BSA diperkirakan mulai populer sejak tahun 1970-an.

Pada awalnya motor BSA ini datang dari Inggris tahun 1946-1950 an. Dahulu digunakan untuk kepentingan militer Sekutu, transportasi perang menembus hutan-hutan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu persebaran motor BSA paling banyak di Jawa.

Pada tahun 1970 motor BSA bekas perang sudah mulai ditinggalkan oleh banyak instansi militer kita. Peremajaan transportasi membuat motor-motor BSA di instansi militer terbengkalai dan menjadi rongsokan.

Karena motor tersebut sudah tak berguna lagi, beberapa pengusaha transportasi umum di daerah Sumatera berdatangan ke Jawa untuk membeli BSA.

Mereka mengumpulkan motor BSA dari para pengepul rongsokan dengan harga yang murah. Ketika sampai di Sumatera motor rongsokan itu diperbaiki dan digunakan menjadi becak motor.

Baca Juga: Sejarah Kelahiran Ilmu Pariwisata di Indonesia 1993

Becak motor BSA dianggap usaha yang menguntungkan di Siantar. Akibatnya banyak orang-orang sana yang berprofesi menjadi penarik becak BSA.

Selain mengunakan motor BSA, para penarik becak motor juga ada yang menggunakan motor tua buatan Eropa dan Amerika seperti motor bermerk, Norton, Triumph, BMW, dan Harley Davidson.

Memilih BSA untuk Menjadi Becak di Pematang Siantar

Kendati banyak pilihan motor buatan Eropa dan Amerika untuk jadi becak motor di Siantar, para tukang becak motor di sana memilih BSA untuk jadi transportasi umum miliknya.

Hal ini karena BSA konon mudah mendapatkan suku cadangnya. Jadi jika rusak akan mudah diperbarui, peremajaan mesin tiap hari cenderung gampang.

Selain itu banyak mekanik yang lihai membongkar mesin BSA ketimbang motor Eropa Old Fashion lainnya. Bengkel khusus BSA yang ada di Siantar itu terdiri dari: Bengkel Handayani, Bengkel Rahayu, Bengkel Tino, Bengkel Yadi, dan Bengkel Indah Sari.

Daftar bengkel di atas terkenal jago memproduksi ulang sparepart motor BSA. Dengan demikian siapapun yang punya motor BSA bisa diperbaiki di sana, termasuk langganan para tukang becak motor BSA.

Adapun pabrik BSA sudah tutup sejak tahun 1970, akan tetapi karena bengkel-bengkel BSA di Pematang Siantar pintar membuat tiruan suku cadang maka tutup atau tidaknya fabrik motor itu tidak menjadi sesuatu hal yang berpengaruh sekali.

Kehadiran bengkel-bengkel khusus BSA di Pematang Siantar membuat para tukang becak motor menggunakan BSA untuk mencari pundi-pundi rupiah. Dengan kata lain bengkel mereka jadi salah satu sebab banyaknya BSA di Pematang Siantar untuk dijadikan sebagai Betor.

Baca Juga: Kisah Raja Thailand Sambangi Jakarta Tahun 1960, Disambut Ribuan Rakyat Indonesia

Menjadi Ikon Kota Pematang Siantar

Sejak tahun 2016 motor BSA menjadi ikon kota Pematang Siantar. Alasan mengapa motor produkan Inggris ini justru jadi simbol kota tersebut, jawabannya karena banyak BSA yang digunakan masyarakat Pematang Siantar menjadi becak motor.

Rata-rata masyarakat Pematang Siantar berprofesi sebagai tukang becak motor. Semua becak motor itu ditarik oleh mesin motor BSA. Jadi motor peninggalan perang dulu telah membuat masyarakat Pematang bisa hidup sejahtera.

Oleh karena itu motor BSA menjadi simbol di daerah tersebut. Bahkan untuk memperingati motor BSA di Siantar, pemerintah setempat membangun tugu motor BSA. Hal ini diinisiasi oleh komunitas pecinta motor BSA bernama BOM’S (BSA Owner Motorcycles).

Tujuan lain dari ikon ini adalah membuat BSA lestari di Indonesia. BSA adalah motor yang punya nilai sejarah yang kuat. Motor zaman perang yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat yang ada di Pematang Siantar, Sumatera Utara. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

harapanrakyat.com,- Tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis yang terletak di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Jawa Barat, terlihat tidak terawat. Rerumputan dan ilalang tumbuh liar,...
Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (2/4/2025) sore hingga malam hari mengakibatkan longsor di beberapa titik di Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar,...
Jalur selatan Garut padat sejak pagi

Jalur Selatan Garut Padat Sejak Pagi, Arus Wisata dan Arus Balik Mendominasi

harapanrakyat.com,- Jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali padat oleh kendaraan sejak pagi, Kamis (3/4/2025). Kendaraan yang mengarah ke arus wisata dan sebagian arus balik...
anak disabilitas tertinggal di Sumedang

Orang Tuanya Panik Kejar Tas dalam Bus, Anak Disabilitas Tertinggal di Sumedang

harapanrakyat.com,- Seorang anak perempuan penyandang disabilitas bernama Alula Wafa Salsabila (8) tertinggal orang tuanya usai turun dari bus angkutan balik lebaran di Bundaran Binokasih,...
Wisatawan asal Bandung yang hilang di Pantai Pangandaran ditemukan meninggal dunia

Wisatawan Asal Bandung yang Hilang di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal

harapanrakyat.com - Wisatawan asal Bandung yang hilang di pos 4 Pantai Barat Pangandaran bernama Suhendar, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Kamis (3/4/2025). Tim...
Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...