Sejarah becak BSA di Pematang Siantar, Sumatera Utara merupakan salah satu peristiwa unik dan langka yang pernah ada di Indonesia.
Sebagian lain menarik perhatian para penggemar motor antik, pasalnya motor produkan Inggris yang dijadikan becak itu dahulunya bekas motor perang Belanda.
Oleh karena itu motor BSA di Pematang Siantar memiliki nilai historis yang kuat. Motor ini datang dari Inggris untuk memenuhi kebutuhan transportasi perang di zaman Agresi Militer Belanda tahun 1947.
Namun pasca Indonesia diakui sebagai negara yang merdeka pada tahun 1949 oleh Belanda, setahun berikutnya pada 1950 pemerintah kita melakukan nasionalisasi harta kekayaan milik Belanda termasuk transportasi seperti motor BSA.
Baca Juga: Demang Lehman, Otak Dibalik Perang Banjar Berakhir di Tiang Gantungan
Hingga detik ini motor tua berkapasitas 350-500 cc ini mudah ditemukan di daerah Pematang Siantar. Tidak hanya dijadikan koleksi penggila motor antik melainkan motor BSA disana dijadikan sebagai alat angkutan umum alias Betor; becak motor.
Sejarah Becak Motor BSA di Pematang Siantar Sudah Ada Sejak 1970-an
Menurut Hisama Saragih, dkk dalam buku berjudul, “Pembangunan Pariwisata, Manajemen Situs Sejarah, dan Kearifan Lokal di Kota Pematang Siantar” (2022), becak motor yang terbuat dari BSA diperkirakan mulai populer sejak tahun 1970-an.
Pada awalnya motor BSA ini datang dari Inggris tahun 1946-1950 an. Dahulu digunakan untuk kepentingan militer Sekutu, transportasi perang menembus hutan-hutan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu persebaran motor BSA paling banyak di Jawa.
Pada tahun 1970 motor BSA bekas perang sudah mulai ditinggalkan oleh banyak instansi militer kita. Peremajaan transportasi membuat motor-motor BSA di instansi militer terbengkalai dan menjadi rongsokan.
Karena motor tersebut sudah tak berguna lagi, beberapa pengusaha transportasi umum di daerah Sumatera berdatangan ke Jawa untuk membeli BSA.
Mereka mengumpulkan motor BSA dari para pengepul rongsokan dengan harga yang murah. Ketika sampai di Sumatera motor rongsokan itu diperbaiki dan digunakan menjadi becak motor.
Baca Juga: Sejarah Kelahiran Ilmu Pariwisata di Indonesia 1993
Becak motor BSA dianggap usaha yang menguntungkan di Siantar. Akibatnya banyak orang-orang sana yang berprofesi menjadi penarik becak BSA.
Selain mengunakan motor BSA, para penarik becak motor juga ada yang menggunakan motor tua buatan Eropa dan Amerika seperti motor bermerk, Norton, Triumph, BMW, dan Harley Davidson.
Memilih BSA untuk Menjadi Becak di Pematang Siantar
Kendati banyak pilihan motor buatan Eropa dan Amerika untuk jadi becak motor di Siantar, para tukang becak motor di sana memilih BSA untuk jadi transportasi umum miliknya.
Hal ini karena BSA konon mudah mendapatkan suku cadangnya. Jadi jika rusak akan mudah diperbarui, peremajaan mesin tiap hari cenderung gampang.
Selain itu banyak mekanik yang lihai membongkar mesin BSA ketimbang motor Eropa Old Fashion lainnya. Bengkel khusus BSA yang ada di Siantar itu terdiri dari: Bengkel Handayani, Bengkel Rahayu, Bengkel Tino, Bengkel Yadi, dan Bengkel Indah Sari.
Daftar bengkel di atas terkenal jago memproduksi ulang sparepart motor BSA. Dengan demikian siapapun yang punya motor BSA bisa diperbaiki di sana, termasuk langganan para tukang becak motor BSA.
Adapun pabrik BSA sudah tutup sejak tahun 1970, akan tetapi karena bengkel-bengkel BSA di Pematang Siantar pintar membuat tiruan suku cadang maka tutup atau tidaknya fabrik motor itu tidak menjadi sesuatu hal yang berpengaruh sekali.
Kehadiran bengkel-bengkel khusus BSA di Pematang Siantar membuat para tukang becak motor menggunakan BSA untuk mencari pundi-pundi rupiah. Dengan kata lain bengkel mereka jadi salah satu sebab banyaknya BSA di Pematang Siantar untuk dijadikan sebagai Betor.
Baca Juga: Kisah Raja Thailand Sambangi Jakarta Tahun 1960, Disambut Ribuan Rakyat Indonesia
Menjadi Ikon Kota Pematang Siantar
Sejak tahun 2016 motor BSA menjadi ikon kota Pematang Siantar. Alasan mengapa motor produkan Inggris ini justru jadi simbol kota tersebut, jawabannya karena banyak BSA yang digunakan masyarakat Pematang Siantar menjadi becak motor.
Rata-rata masyarakat Pematang Siantar berprofesi sebagai tukang becak motor. Semua becak motor itu ditarik oleh mesin motor BSA. Jadi motor peninggalan perang dulu telah membuat masyarakat Pematang bisa hidup sejahtera.
Oleh karena itu motor BSA menjadi simbol di daerah tersebut. Bahkan untuk memperingati motor BSA di Siantar, pemerintah setempat membangun tugu motor BSA. Hal ini diinisiasi oleh komunitas pecinta motor BSA bernama BOM’S (BSA Owner Motorcycles).
Tujuan lain dari ikon ini adalah membuat BSA lestari di Indonesia. BSA adalah motor yang punya nilai sejarah yang kuat. Motor zaman perang yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat yang ada di Pematang Siantar, Sumatera Utara. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)