Perbedaan saraf sensorik dan motorik penting untuk kita ketahui karena berkaitan dengan tubuh. Bukan hanya satu atau dua, ternyata saraf sensorik dan motorik yang ada di tubuh memiliki banyak perbedaan. Mau tahu apa saja perbedaan kedua saraf manusia tersebut?
Perbedaan Saraf Sensorik dan Motorik di Tubuh
Di dalam tubuh kita terdapat sistem saraf yang berperan penting untuk menunjang segala aktivitas sehari-hari. Sistem saraf tersebut terdiri dari sensorik dan motorik.
Baca Juga: Kelistrikan pada Sel Saraf Manusia yang Penting untuk Diketahui
Untuk mengenalnya secara lebih dekat, Anda bisa cermati apa saja perbedaan antara saraf sensorik dan motorik tersebut. Berikut beberapa perbedaannya sehingga jangan sampai Anda lewatkan begitu saja.
Letak
Salah satu perbedaannya bisa Anda ketahui dari letak. Tubuh sel saraf sensorik seringkali terletak di bagian ganglion akar dorsal.
Bagian tersebut ada di sumsum tulang belakang. Bisa kita ambil kesimpulan bahwa sistem saraf ini bekerja dari bagian tangan hingga ke tulang belakang.
Lalu untuk sistem saraf motorik bekerja dari bagian otak hingga ke tangan. Dalam hal ini, tubuh sel saraf motorik ada di ganglion akar ventral. Bagian tersebut juga berasal dari sumsum tulang belakang.
Struktur
Perbedaan tak hanya bisa Anda ketahui dari letaknya saja, melainkan juga struktur. Tubuh sel saraf sensorik memiliki struktur yang terdiri dari akson pendek. Sistem ini juga tak mempunyai dendrit.
Berbeda dengan sistem saraf motorik yang memiliki akson panjang. Sistem saraf ini juga mempunyai dendrit. Dengan mencermati strukturnya, Anda tak akan terkecoh saat belajar mengenali saraf sensorik dan motorik.
Sifat
Sistem saraf sensorik dan motorik juga bisa Anda ketahui perbedaannya apabila meninjau sifat. Sifat keduanya memang jauh berbeda sehingga bisa Anda cermati secara lebih detail.
Baca Juga: Jenis Neuron Berdasarkan Fungsinya di Dalam Tubuh Ada 3, Ini Dia!
Untuk saraf sensorik, biasanya sesuai dengan jalur aferen. Jalur ini memungkinkan saraf sensorik bisa mengubah rangsangan eksternal jadi impuls listrik internal.
Pada umumnya, saraf aferen ini bertugas dalam mengumpulkan informasi yang berasal dari persepsi inderawi. Untuk menjalankan tugasnya, impuls saraf berjalan di serabut saraf aferen hingga ke CNS.
Kemudian untuk sistem saraf motorik lebih cenderung mengikuti aferen. Jalur ini membuat saraf motorik bertugas dalam membawa impuls motor agar jauh dari CNS.
Informasi yang berasal dari CNS akan dibawa ke organ efektor. Lalu berlanjut dengan memfasilitasi kontraksi otot sekaligus sekresizat yang asalnya dari kelenjar manusia.
Sifat lainnya yang ada pada saraf sensorik yaitu unipolar. Sementara untuk saraf motorik, sifatnya multipolar. Keduanya memiliki perbedaan dalam menjalankan tugasnya.
Unipolar membuat saraf sensorik bisa menghubungkan neuron yang ada di sepanjang jalur saraf. Sementara untuk sifat multipolar yang ada pada saraf motorik berperan penting dalam mengatur fungsi otot maupun kelenjar.
Fungsi Sel Saraf Sensorik dan Motorik
Hal lainnya yang juga bisa Anda perhatikan untuk mengetahui perbedaan saraf sensorik dan motorik ialah fungsinya. Jelas saja kedua saraf tersebut memiliki fungsi yang berbeda.
Dalam artian secara singkat, sistem saraf sensorik berfungsi untuk menghantarkan sinyal yang berasal dari bagian luar tubuh ke dalam sistem saraf pusat. Hal ini kebalikan dari fungsi sistem saraf motorik.
Perlu untuk Anda ketahui bahwa sistem saraf motorik berfungsi dalam membawa sinyal yang asalnya dari sistem saraf pusat ke sisi luar tubuh. Apabila menilik fungsinya, maka Anda tak akan kesulitan dalam membedakan saraf sensorik dan motorik.
Persamaan Saraf Sensorik dan Motorik
Selain perbedaan, Anda juga jangan sampai abaikan persamaan antara saraf sensorik dan motorik. Keduanya ternyata juga memiliki persamaan sebagai sistem saraf penting yang ada di dalam tubuh.
Baca Juga: Perbedaan Sistem Saraf Simpatis dan Parasimpatis
Pada dasarnya, saraf sensorik dan motorik memiliki keterkaitan yang saling berhubungan satu sama lain. Kedua sistem saraf ini sama-sama berperan dalam menghantarkan impuls.
Apabila salah satu sarafnya mengalami kerusakan, maka bisa mempengaruhi kinerja saraf lainnya. Oleh karena itu, konsumsi vitamin khusus saraf secara rutin agar fungsinya tetap optimal.
Perbedaan saraf sensorik dan motorik akan membantu Anda dalam mengenalinya secara lebih mendalam. Setelah tahu apa saja perbedaannya, tentu Anda tak akan salah sebut kedua saraf tersebut. (R10/HR-Online)