Pembentukan sel darah putih terjadi di dalam tubuh. Proses pembuatan dari sel darah putih ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Hal tersebut karena ada banyak sel darah putih atau leukosit untuk tubuh.
Ada dua jenis sel darah di dalam tubuh, yakni darah merah dan darah putih. Peran yang dimiliki sel darah putih atau leukosit pada tubuh sama besarnya seperti peran sel darah merah atau eritrosit.
Apabila kekurangan sel darah putih, maka akan menciptakan dampak buruk untuk tubuh. Itulah kenapa, tubuh melakukan produksi sel darah putih setiap saat.
Pembentukan Sel Darah Putih di Dalam Tubuh
Sel darah putih adalah komponen dari darah. Tidak heran jika keberadaan sel darah putih di dalam tubuh harus cukup.
Baca Juga: Penyebab Darah Kotor, Gejala, dan Cara Alami Mengatasinya
Jika terjadi kekurangan sel darah putih, maka akan sangat berbahaya. Bahkan, sel leukosit yang terlalu sedikit dapat berakibat fatal.
Sel darah putih umumnya lebih besar daripada sel darah merah. Dalam sirkulasi darah, leukosit terlihat seperti sel yang tidak bergerak ketika tidak ada zat berbahaya.
Bentuk dari leukosit ini berubah-ubah. Ketika leukosit bergerak, maka menggunakan bantuan perantara kaki palsu atau pseudopodia.
Sel darah putih memiliki struktur berupa beragam inti sel. Sehingga, dapat dengan mudah dibedakan menurut inti selnya yang berwarna bening.
Jumlah Normal Leukosit di Dalam Darah
Ciri utama dari sel darah putih ini adalah tidak berwarna. Tidak hanya itu, sel leukosit juga dapat menembus dinding kapiler.
Kadar atau jumlah normal dari sel darah putih di dalam tubuh manusia itu berbeda-beda.
Pada keadaan normal, leukosit mengandung 4 x 109 sampai 11 x 109 sel darah putih dalam 1 liter. Orang dewasa yang sehat mengandung 7.000 hingga 25.000 sel per tetesnya.
Baca Juga: Proses Pembentukan Hemoglobin pada Sel Darah Merah Tubuh
Sementara pada setiap milimeter akan memiliki 6.000 hingga 10.000 sel darah putih. Jumlah pembentukan sel darah putih ini bisa naik dan turun karena penyakit.
Seperti leukimia misalnya. Penderita leukimia akan memiliki jumlah sel darah putih yang meningkat hingga 50.000 sel per tetes yang membuat tubuh lemas dan tidak berdaya.
Tahap Pembentukan Leukosit
Sel darah putih terbentuk dari proses diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten.
Sel stem hemopoietik pluripoten ini akan berubah ke dalam beberapa tipe sel stem commited dan mampu membentuk eritrosit serta leukosit.
Terdapat dua jenis pembentukan sel darah putih, yaitu tipe mielositik dan juga tipe limfositik. Kedua tipe tersebut sebenarnya menghasilkan leukosit yang sama.
Pembentukan tipe mielositik memulai prosesnya dengan sel muda berwujud mieloblas. Sementara tipe limfositik memulai prosesnya dari sel muda atau limfoblas.
Leukosit di dalam granulosit akan tersimpan di dalam sumsum tulang, sehingga sel mengalami sirkulasi. Setelah itu, akan ada faktor sitokinin yang terlepas apabila kebutuhan meningkat.
Apabila dalam keadaan normal, granulosit ini bersirkulasi ke dalam seluruh darah hingga tiga kali jumlah yang tersimpan di dalam sumsum tulang.
Sebagian hasil pembentukan sel darah putih ini akan tersimpan di area limfoid. Adapun masa hidup granulosit setelah lepas adalah 4 hingga 8 jam dalam sirkulasi darah atau hanya sekitar 4-5 jam di dalam jaringan.
Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Leukosit
Banyaknya jumlah leukosit di dalam darah bisa bertambah maupun berkurang. Hal tersebut tergantung dengan faktor berikut ini:
Baca Juga: Karakteristik Golongan Darah A, B, AB, dan O di dalam Tubuh Manusia
- Jenis kelamin: Wanita dan laki-laki normal memiliki leukosit lebih sedikit daripada eritrosit, yakni rasio 1 : 700. Jumlahnya rata-rata 4.000-11.000 sel per tetes.
- Usia: Jumlah leukosit pada orang dewasa lebih banyak daripada anak-anak. Kesehatan anak harus terjaga agar pembentukan leukosit berjalan lancar.
- Tempat ketinggian: Faktor dari luar juga mempengaruhi jumlah leukosit. Orang yang berada di dataran tinggi memiliki leukosit dengan jumlah yang lebih banyak.
- Keadaan tubuh: Ketika terjadi luka dan mengeluarkan banyak darah, maka leukosit akan turun. Itulah kenapa, segera hentikan pendarahan ketika terluka parah.
Jumlah leukosit ini harus tercukupi agar dapat berfungsi dengan baik pada tubuh. Leukosit akan mampu mempertahankan tubuh dari benda asing termasuk kuman yang menyebabkan infeksi.
Selain itu, sel darah putih juga mampu memperbaiki atau mencegah kerusakan tubuh, terutama pada vaskuler.
Tubuh yang sehat akan melakukan pembentukan sel darah putih dengan normal. Jadi, Anda perlu selalu menjaga kesehatan tubuh. (R10/HR-Online)