Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TerbaruKisah Jenderal Sudirman Sholat Idul Fitri di Jakarta, Dijaga Ketat Prajurit Revolusi

Kisah Jenderal Sudirman Sholat Idul Fitri di Jakarta, Dijaga Ketat Prajurit Revolusi

Jenderal Sudirman pernah sholat Idul Fitri di Jakarta tahun 1946. Peristiwa ini menarik perhatian banyak orang karena pada saat itu keadaan Indonesia sedang gawat perang. Belanda yang diboncengi oleh Sekutu memiliki ambisi menguasai kembali negeri jajahannya.

Lantas apa yang menyebabkan Jenderal Sudirman melaksanakan sholat Idul Fitri di Jakarta kala itu? Antara lain sang Jenderal melaksanakan sholat Idul Fitri di sana seiring dengan menghadiri perundingan komisi bersama tanggal 1 November 1946.

Menurut beberapa saksi mata yang ikut bersama sholat Idul Fitri dengan Jenderal Sudirman saat itu mengatakan keadaannya begitu menegangkan. Oleh sebab itu saat Jenderal Sudirman melaksanakan sholat Idul Fitri banyak pejuang yang berjaga.

Baca Juga: Jenderal Sudirman dan Sepak Bola, Pencetak Gol yang Handal

Jajaran prajurit revolusi berjaga ketat di area lapangan Ikada. Jenderal Sudirman melaksanakan sholat Idul Fitri di lapangan Ikada, atau sekarang lapangan Banteng Jakarta. Mereka berjaga di setiap jajar orang yang Sholat dengan senjata lengkap dan siap tembak.

Jenderal Sudirman Sholat Idul Fitri di Jakarta, Tak Takut Merayakan Lebaran pada Masa Perang

Menurut Sardiman A. M. dalam buku berjudul, “Guru Bangsa, Sebuah Biografi Jenderal Sudirman” (2016), Jenderal Sudirman tak takut untuk merayakan Idul Fitri di Jakarta kendati saat itu situasi sedang tegang akibat Agresi Militer Belanda.

Jenderal Sudirman sholat di lapangan Ikada (lapangan Banteng) Jakarta, ia sholat berjejer dengan tokoh intelektual dan jajaran tentara serta pejuang republik. Semua terlihat khusuk tanpa khawatir ada yang terluka.

Kendati Jenderal Sudirman merasa tidak berbahaya sholat Idul Fitri di Jakarta saat itu, para pejuang republik tetap ketat berjaga. Mereka siaga mengamankan panglima besarnya. Jenderal Sudirman harus tetap aman karena ia adalah benteng pertahanan tentara republik.

Adapun alasan Jenderal Sudirman berani melaksanakan sholat di lapangan terbuka Jakarta kala itu karena ia percaya jika kematian hanya ada di tangan Tuhan. Jadi jika belum waktunya dipanggil oleh Tuhan maka kematian tak akan menjemputnya.

Membuat Musuh Jadi Tidak Percaya Diri

Keberanian Jenderal Sudirman sholat Idul Fitri di lapangan terbuka membuat Belanda jadi tidak percaya diri. Belanda semakin khawatir jika tentara di bawah kepemimpinan Sudirman jauh lebih kuat dan berani mati dari pada pasukannya sendiri.

Padahal Sudirman berani melaksanakan sholat Idul Fitri di Jakarta karena sedang ada tugas untuk merundingkan gencatan senjata bersama Belanda.

Kharisma sang Jendral nampak terang, ia mempunyai banyak pendukung yang sewaktu-waktu siap menjadi tumbal perang.

Hal ini membuat Belanda tak percaya diri bisa menaklukan tentara republik. Jenderal Sudirman juga terkenal sebagai panglima perang yang teguh prinsip.

Jenderal Sudirman adalah pejuang bangsa yang berwibawa. Semua pengorbanannya ia perjuangkan untuk kedaulatan negeri dan bangsa.

Baca Juga: Sejarah Jenderal Sudirman, Punya Klub Sepak Bola Sejak Remaja

Apalagi saat Jenderal Sudirman dalam satu pernyataannya tak takut akan kematian. Pernyataan ini membuat Belanda semakin ketar-ketir, ternyata lawan yang ia hadapi bukan “sembarang orang”.

Sudirman adalah pejuang republik dengan tingkat keimanan yang kuat. Dalam perjuangannya Jenderal Sudirman selalu melibatkan keimanan Islam.

Jenderal Sudirman Muslim yang Taat

Kendati beberapa ajudan panglima besar Jenderal Sudirman melarang untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di lapangan terbuka, pria bertubuh kurus akibat mengidap penyakit TBC ini tetap kukuh ingin melaksanakan sholat Idul Fitri di lapangan.

Menurut Sardiman A.M. ini merupakan cerminan Sudirman sebagai figur Muslim yang taat. Jenderal Sudirman adalah kader Muhammadiyah dan sejak kecil, remaja, hingga dewasa di didik dengan pengetahuan Islam.

Maka dari itu dalam seluruh kehidupannya ia selalu mengedepankan nilai-nilai Islam. Apapun kondisinya demi menjaga akidah agama yang dianutnya, Sudirman rela jika sewaktu-waktu nyawanya direnggut dalam keadaan perang.

Baca Juga: Iwa Koesoemasoemantri, Menteri Sosial Pertama Kelahiran Ciamis

Sudirman yakin jika Allah SWT akan menolong hambanya yang terus berikhtiar mencari jalan kebenaran. Apalagi perjuangan sang Jenderal tidak berlaku secara individu melainkan juga kolektif.

Perjuangan Jenderal Sudirman adalah perjuangan besar untuk memperoleh kedaulatan negeri. Tujuannya jelas untuk mendapatkan kesejahteraan bersama.

Oleh sebab itu Sudirman percaya jika semakin dalam seseorang menganut Akidah Islam, maka akan semakin kuat pula keamanan untuk dirinya. Dengan kata lain bagi mereka yang memperjuangkan nasib rakyat maka akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.

Fakta ini terjadi pada Sudirman. Beberapa kali ia diteror Belanda untuk dibunuh. Tetapi karena keimanan Islam yang kuat Sudirman tetap lolos dari teror tersebut.

Bahkan sempat sekali ia sudah terkepung, tinggal tangkap. Tapi Belanda tak percaya jika itu adalah Jenderal Sudirman. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...
Kolam Ikan Milik Warga

Hujan Deras di Kota Banjar, Sawah hingga Kolam Ikan Milik Warga Terendam Banjir

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang melanda wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025) sore menyebabkan area persawahan hingga kolam ikan milik warga di Dusun...
Anak Sungai Citalahab Meluap

Hujan Mengguyur Pamarican Ciamis Sebabkan Anak Sungai Citalahab Meluap, 12 Rumah Terendam

harapanrakyat.com,- Curah hujan yang terus mengguyur membuat anak Sungai Citalahab di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap. Akibatnya 12 rumah di...
Pohon Jati Tumbang

Sejumlah Pohon Jati Tumbang Timpa Rumah Warga dan Tutup Jalan di Pamarican Ciamis

harapanrakyat.com,- Hujan disertai tiupan angin kencang menyebabkan sejumlah pohon jati tumbang menimpa rumah dan menutup akses jalan di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa...
Jalan Utama Penghubung Jatiwaras

Longsor di Tasikmalaya Tutup Akses Jalan Utama Penghubung Jatiwaras-Salopa

harapanrakyat com,- Akibat hujan deras, jalan utama penghubung Jatiwaras-Salopa longsor. Tepatnya di Kampung Demunglandung, Desa Papayan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/4/2025)...
Rumah ludes terbakar Ciamis

Rumah di Ciamis Ludes Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya!

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah di Lingkungan Karangsari, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Kebakaran itu terjadi Rabu (2/4/2025) sore sekitar pukul...