Hadits menjaga silaturahmi perlu diketahui umat muslim. Ada banyak hadits shahih yang menerangkan tentang pentingnya menjaga silaturahmi. Sebagai umat Islam, kita mesti tahu hadits maupun ayat Al Quran mengenai silaturahmi.
Sebab, agama Islam senantiasa mengajarkan agar umatnya selalu berbuat kebaikan dan menjalin silaturahmi dengan sesama. Bahkan, untuk orang yang memutus silaturahmi, bakal memperoleh dosa.
Baca juga: Hadis Surga di Telapak Kaki Ibu yang Perlu Anda Ketahui
Sehingga tak mengherankan ada begitu banyak hadits tentang silaturahmi. Ini menandakan bahwa salah satu jalan untuk mengetahui ketakwaan seorang muslim bisa tampak dari seperti apa cara seseorang tersebut bersilaturahmi.
Hadits Menjaga Silaturahmi dan Keutamaannya
Arti dari silaturahmi secara harfiah ialah persaudaraan atau persahabatan. Kata ‘silaturahmi’ atau ‘silaturahim’ asalnya dari 2 kata, yaitu shilat dan juga al-rahmi atau al-rahim.
‘Shilat’ artinya menyambung (sambungan) atau menghubungkan/menjalin. Sedangkan ‘al-rahim’ (al-rahmi) adalah satu akar kata yang serupa, yakni rahima-yarhamu, yang berarti kasih sayang.
Silaturahmi punya makna mendalam di dalam kehidupan umat Islam. Sebab, wajib bagi umat muslim untuk selalu menjaga tali persaudaraan.
Baik kepada saudara sedarah, sahabat, tetangga, maupun kerabat jauh. Agama Islam sangat menekankan untuk menjaga hubungan dengan teman.
Baca juga: Puasa Rajab 3 Hari Apakah Boleh? Berikut Penjelasan Hadistnya!
Agama Islam meminta umatnya agar selalu menjaga kawan yang mampu membawa kita lebih dekat dengan Allah SWT. Selain itu, Islam juga menganjurkan umatnya agar memiliki teman yang memperlakukan kita dengan baik.
Ada begitu banyak alasan mengapa umat Islam perlu menjaga tali silaturahmi. Untuk umat muslim, menyambung tali persaudaraan atau silaturahmi mempunyai keutamaan yang tak bisa kita abaikan. Bahkan, hal tersebut telah tertuang di dalam beberapa hadits menjaga silaturahmi serta anjurannya.
Anjuran untuk Menjaga Silaturahmi
Di dalam sebuah hadits riwayat dari Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, bahwasanya setiap orang yang menjalin tali silaturahmi bukanlah mereka yang memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, orang yang kembali menyambung hubungannya saat tali silaturahmi tersebut sempat terputus.
Oleh sebab itu, silaturahmi bisa kita jalankan bukan hanya untuk orang yang hubungannya memang baik-baik saja. Namun, anjuran silaturahmi juga berlaku untuk orang-orang yang hubungannya sempat terputus. Dengan silaturahmi, maka hubungan baiknya kembali terjalin.
Perintah Allah SWT supaya menjalin silaturahmi dengan sesama umat manusia ini sendiri tertuang di dalam Al Quran Surat Ar Ra’d ayat 21.
Beberapa Hadits Menjaga Silaturahmi
Berikut ada beberapa hadits mengenai keutamaan memelihara tali silaturahmi yang perlu Anda ketahui.
Perintah untuk melakukan silaturahmi menurut sabda dari Nabi Muhammad SAW seperti yang tertulis di dalam hadits riwayat Bukhari berikut ini:
تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ، ذَرْهَ
Artinya: “Beribadahlah kepada Allah SWT dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orangtua dan saudara.” (HR Bukhari)
Rasulullah SAW juga menegaskan makna dari silaturahmi, yaitu selain untuk membalas kebaikan juga mengupayakan supaya hubungan baik tetap terjalin walaupun hubungan tersebut sudah rusak. Berikut hadits tentang makna silaturahmi:
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
Artinya: “Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan. Tetapi seorang yang berusaha menjalin hubungan baik meski lingkungan terdekat (relatif) merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya.” (HR. Bukhari)
Baca juga: Hadits Tentang Lailatul Qadar beserta Keutamaannya
Memutus tali persaudaraan merupakan perbuatan tercela, Allah SWT tidak menyukainya. Untuk itu, orang yang memutuskan tali silaturahmi bakal mendapat balasan berupa azab dari Allah, seperti yang tertulis di dalam hadits berikut ini:
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
Artinya: “Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia -bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat- daripada perbuatan zalim dan memutus silaturahmi.” (HR Abu Daud)
Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasanya orang yang menjaga jalinan silaturahmi dengan saudara lainnya, Allah SWT berjanji akan dilapangkan rezekinya. Berikut bunyi haditsnya:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Keutamaan Menyambung Tali Silaturahmi
Setelah mengetahui apa saja hadits menjaga silaturahmi, berikut ini adalah keutamaan memelihara jalinan persaudaraan yang perlu Anda ketahui:
- Memperoleh ridho dari Allah SWT, sebab menjaga jalinan silaturahmi merupakan perintah-Nya.
- Membuat bahagia kerabat-kerabat kita atau idkhalus surur.
- Menciptakan ingatan atau memori positif dari orang-orang yang beriman kepada mereka yang senantiasa menjaga jalinan persaudaraan.
- Membuat malaikat bahagia. Sebab, malaikat sangat menyukai silaturahmi.
- Menjadikan umur panjang yang penuh keberkahan
- Menambah keberkahan rezeki seseorang
- Mencegah kita dari panasnya api neraka
- Menambah pahala sesudah mereka yang memelihara jalinan persaudaraan wafat. Pasalnya, kerabat dekatnya bakal menyebut perbuatan baik darinya semasa hidup di dunia.
- Silaturahmi bisa membantu menggugurkan dosa
- Dengan menjaga silaturahmi dapat memperluas ilmu serta hikmah hidup
Demikian beberapa hadits menjaga silaturahmi dan juga keutamaannya. Semoga sesudah membacanya, sebagai umat Islam kita bisa terketuk hatinya untuk kembali menjalin tali silaturahmi dengan kerabat dengan baik. (R10/HR-Online)