harapanrakyat.com,- Badan Kepegawaian Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menanggapi video viral Husein Ali Rafsanjani yang mengundurkan diri diduga karena pungli dan intimidasi.
Kepala BKPSDM Pangandaran Dani Hamdani membenarkan ada seorang ASN Pangandaran yang bernama Husein Ali Rafsanjani mengajukan pengunduran diri dengan alasan ingin berhenti dari ASN.
Dani pun membenarkan, pihaknya pernah memanggil Husein Ali Rafsanjani ke kantor BKPSDM Pangandaran.
“Status pengunduran diri Husein saat ini dalam proses, cuma bukan ada pungli. Itu yang berkembang di medsos itu pungli. Kalau pengajuan dirinya alasannya ingin berhenti dari PNS, itu saja,” kata Dani Hamdani saat dikonfirmasi harapanrakyat.com, Senin (8/5/2023).
Baca Juga: Viral di Medsos Guru Muda ASN Pangandaran Mengundurkan Diri karena Dugaan Pungli dan Intimidasi
Lebih lanjut Dani Hamdani menambahkan, pihaknya belum memproses lebih lanjut karena pengunduran diri PNS tidak mudah.
“Pengunduran PNS bukan semudah itu, bim salabim langsung jadi harus melalui mekanisme,” katanya.
Kepala BKPSDM Pangandaran: Pengunduran Diri Husein Ali Rafsanjani Bukan karena Pungli
Dani membantah pengunduran diri Husein karena dugaan pungli. Ia menyebut pungli dan pengunduran diri Husein tidak berhubungan.
“Salah karena ada pungli, apa hubungannya pengunduran diri karena pungli? Itu bukan ke kita. Harusnya menanyakan awalnya itu dari kesepakatan bersama,” katanya.
Dani menjelaskan, dalam APBD DPA tidak dianggarkan biaya transportasi Latsar CPNS, karena rencana awalnya Latsar digelar secara during (online).
“Di dalam anggaran APBD DPA tidak dianggarkan transport karena rencana dulu itu pembelajaran lewat during awalnya. Terus kedua dianggarkan, tetapi ada refocusing, ada Covid. Berunding secara internal itu dialihkan yang untuk transpor dengan pertimbangan di rencana kegiatan dengan during. Tiba-tiba dalam perjalanan ternyata harus kelas langsung,” ujar Dani.
Karena ada biaya transportasi, lanjut Dani, maka disepakati dalam zoom, para CPNS peserta Latsar akan urunan.
“Mereka yang mengatur biaya sendiri, jumlah uang berapa? Mereka yang mencari kendaraan juga mereka, kami tidak dilibatkan hanya mengikuti saja. Badan tidak tahu menahu keuangan itu,” jelasnya.
Baca Juga: Kronologi Guru ASN di Pangandaran Laporkan Dugaan Pungli Hingga Mengundurkan Diri
Dani melanjutkan, Husein melaporkan masalah keuangan tersebut. “Kemudian dia lapor SPAN Lapor. Ada 2 materi yang dilaporkan yakni adanya dugaan pungli dan gaji dirinya 2 bulan tidak dibayar. Yang bersangkutan status sudah tidak menerima gaji per Mei 2023,” kata Dani.
BKPSDM Pangandaran: Laporan Husein Ali Rafsanjani terkait Dugaan Pungli Sudah Selesai
Dani menjelaskan, saat itu sudah dilakukan klarifikasi ke 10 orang saksi dari kelompok Latsar.
“Sudah dilakukan penjelasan, itu sudah selesai permasalahan dan status sekarang (Husein) dalam proses pemberhentian dan penggajiannya sudah tidak dibayarkan,” ungkapnya.
Menurut Dani, Husein Ali Rafsanjani dari awal tidak layak jadi CPNS. Saat tes kejiwaan tidak lulus.
“Kalau dilihat dari disiplin dari awal tidak layak menjadi CPNS saat tes kejiwaan tidak lulus dan tidak layak jadi PNS. Akhirnya kita usulkan minta di-her dan ternyata lulus,” kata Dani.
Ia pun menegaskan, alasan Husein mengundurkan diri karena dari awal Husein tidak mau jadi PNS.
“Alasan sebenarnya dia sebetulnya tidak mau menjadi PNS itu karena diminta ibunya. Tingkat kehadiran saat dari awal juga, silakan cari tahu di lingkungan SMPN 2 Pangandaran seperti apa, jangan dari kita infonya,” katanya.
Menurut Dani, pihak BKPSDM Pangandaran awalnya tidak menanggapi pengunduran diri Husein Ali Rafsanjani.
“Kami awalnya tidak menanggapi pengunduran diri itu. Tapi lama-lama ya kita proses. Tinggal konfrontir aja ke teman seangkatannya, kalau memang dia benar gitu silakan buktikan dengan teman di kelompoknya,” pungkasnya.
Sementara itu sebelumnya, Husein Ali Rafsanjani mengunggah video melalui akun Instagram husein-ar. Ia menceritakan pengunduran dirinya sebagai guru ASN di Kabupaten Pangandaran.
Husein mengaku pengunduran dirinya itu lantaran dugaan pungli dan intimidasi yang diterimanya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)