Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita PangandaranBKPSDM Pangandaran: Husein Ali Rafsanjani dari Awal Tidak Ingin Jadi PNS, Cuma...

BKPSDM Pangandaran: Husein Ali Rafsanjani dari Awal Tidak Ingin Jadi PNS, Cuma Disuruh Ibunya

harapanrakyat.com,- Badan Kepegawaian Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menanggapi video viral Husein Ali Rafsanjani yang mengundurkan diri diduga karena pungli dan intimidasi.

Kepala BKPSDM Pangandaran Dani Hamdani membenarkan ada seorang ASN Pangandaran yang bernama Husein Ali Rafsanjani mengajukan pengunduran diri dengan alasan ingin berhenti dari ASN.

Dani pun membenarkan, pihaknya pernah memanggil Husein Ali Rafsanjani ke kantor BKPSDM Pangandaran.

“Status pengunduran diri Husein saat ini dalam proses, cuma bukan ada pungli. Itu yang berkembang di medsos itu pungli. Kalau pengajuan dirinya alasannya ingin berhenti dari PNS, itu saja,” kata Dani Hamdani saat dikonfirmasi harapanrakyat.com, Senin (8/5/2023).

Baca Juga: Viral di Medsos Guru Muda ASN Pangandaran Mengundurkan Diri karena Dugaan Pungli dan Intimidasi

Lebih lanjut Dani Hamdani menambahkan, pihaknya belum memproses lebih lanjut karena pengunduran diri PNS tidak mudah.

“Pengunduran PNS bukan semudah itu, bim salabim langsung jadi harus melalui mekanisme,” katanya.

Kepala BKPSDM Pangandaran: Pengunduran Diri Husein Ali Rafsanjani Bukan karena Pungli

Dani membantah pengunduran diri Husein karena dugaan pungli. Ia menyebut pungli dan pengunduran diri Husein tidak berhubungan.

“Salah karena ada pungli, apa hubungannya pengunduran diri karena pungli? Itu bukan ke kita. Harusnya menanyakan awalnya itu dari kesepakatan bersama,” katanya.

Dani menjelaskan, dalam APBD DPA tidak dianggarkan biaya transportasi Latsar CPNS, karena rencana awalnya Latsar digelar secara during (online).

“Di dalam anggaran APBD DPA tidak dianggarkan transport karena rencana dulu itu pembelajaran lewat during awalnya. Terus kedua dianggarkan, tetapi ada refocusing, ada Covid. Berunding secara internal itu dialihkan yang untuk transpor dengan pertimbangan di rencana kegiatan dengan during. Tiba-tiba dalam perjalanan ternyata harus kelas langsung,” ujar Dani.

Karena ada biaya transportasi, lanjut Dani, maka disepakati dalam zoom, para CPNS peserta Latsar akan urunan.

“Mereka yang mengatur biaya sendiri, jumlah uang berapa? Mereka yang mencari kendaraan juga mereka, kami tidak dilibatkan hanya mengikuti saja. Badan tidak tahu menahu keuangan itu,” jelasnya.

Baca Juga: Kronologi Guru ASN di Pangandaran Laporkan Dugaan Pungli Hingga Mengundurkan Diri

Dani melanjutkan, Husein melaporkan masalah keuangan tersebut. “Kemudian dia lapor SPAN Lapor. Ada 2 materi yang dilaporkan yakni adanya dugaan pungli dan gaji dirinya 2 bulan tidak dibayar. Yang bersangkutan status sudah tidak menerima gaji per Mei 2023,” kata Dani.

BKPSDM Pangandaran: Laporan Husein Ali Rafsanjani terkait Dugaan Pungli Sudah Selesai

Dani menjelaskan, saat itu sudah dilakukan klarifikasi ke 10 orang saksi dari kelompok Latsar. 

“Sudah dilakukan penjelasan, itu sudah selesai permasalahan dan status sekarang (Husein) dalam proses pemberhentian dan penggajiannya sudah tidak dibayarkan,” ungkapnya.

Menurut Dani, Husein Ali Rafsanjani dari awal tidak layak jadi CPNS. Saat tes kejiwaan tidak lulus.

“Kalau dilihat dari disiplin dari awal tidak layak menjadi CPNS saat tes kejiwaan tidak lulus dan tidak layak jadi PNS. Akhirnya kita usulkan minta di-her dan ternyata lulus,” kata Dani.

Ia pun menegaskan, alasan Husein mengundurkan diri karena dari awal Husein tidak mau jadi PNS.

“Alasan sebenarnya dia sebetulnya tidak mau menjadi PNS itu karena diminta ibunya. Tingkat kehadiran saat dari awal juga, silakan cari tahu di lingkungan SMPN 2 Pangandaran seperti apa, jangan dari kita infonya,” katanya.

Menurut Dani, pihak BKPSDM Pangandaran awalnya tidak menanggapi pengunduran diri Husein Ali Rafsanjani.

“Kami awalnya tidak menanggapi pengunduran diri itu. Tapi lama-lama ya kita proses. Tinggal konfrontir aja ke teman seangkatannya, kalau memang dia benar gitu silakan buktikan dengan teman di kelompoknya,” pungkasnya. 

Sementara itu sebelumnya, Husein Ali Rafsanjani mengunggah video melalui akun Instagram husein-ar. Ia menceritakan pengunduran dirinya sebagai guru ASN di Kabupaten Pangandaran.

Husein mengaku pengunduran dirinya itu lantaran dugaan pungli dan intimidasi yang diterimanya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...