harapanrakyat.com,- MUI Kota Tasikmalaya, Jabar, angkat bicara soal viralnya video diduga adegan dewasa di Hotel Horison, yang beredar melalui pesan instan Whatsapp, Senin (15/5/2023).
MUI meminta seluruh pihak bertanggung jawab, mengupas tuntas permasalahan ini secara gamblang.
“Ini mesti tuntas, semua leading sektor harus bertanggung jawab. Kalau baca di berita itu, pihak hotel mengatakan orang lagi ngepel. Itu mesti dikupas tuntas, masa sih orang ke hotel ngepel, kan ada Office Boy (OB), apalagi ini malam,” tegas KH Aminudin Bustomi Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, Senin (15/5/2023).
Baca juga: Video Diduga Adegan Dewasa di Hotel Horison Tasikmalaya Gordennya tidak Ditutup Viral
Menurut Aminudin, hotel merupakan wilayah privasi, tetapi kalau wilayah privasi berimbas ke wilayah sosial, ini mesti dituntaskan secara gamblang dan jelas.
Video Diduga Adegan Dewasa di Hotel Horison Bukti Degradasi Moral di Tasikmalaya
Hal lain lanjutnya, bahwa beberapa rangkaian dan peristiwa degradasi moral di Kota Tasikmalaya ini sudah semakin menjadi-jadi.
“Kasus moralitas dan penyimpangan sosial lainnya di Kota Tasik sudah stadium 5. Mulai dari jaringan narkoba, termasuk pengedar, sabu zat adiktif lainnya, judi online, BO Hijabers, prostitusi online, yang memang itu jelas – jelas melanggar aturan pemerintah,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Aminudin mengajak semua pihak waspada. MUI sebagai salah satu stakeholder yang ada di Tasikmalaya, menginginkan kondisi sosial dan moral di masyarakat lebih baik lagi.
Namun, pekerjaan ini bukan hanya tanggung jawab MUI, melainkan semua pihak harus berkolaborasi memecahkan akar permasalahan.
“Perlu dicatat pula, dari zaman dulu, ada Nabi Muhammad, ada juga Abu Jahal. Kalau dari saya selaku pribadi warga Kota Tasikmalaya, jika mereka tidak pernah ragu menegakan kebatilan. Mengapa kita ragu menegakan kebenaran,” tegasnya.
Sebelumnya, Ria Talia, GM Hotel Horison menanggapi soal beredarnya video adegan dewasa tersebut. Menurutnya, setiap orang memiliki cara masing-masing dalam melihat video tersebut. Ia pun berharap menyikapinya secara positif.
“Kalau positif, kelihatan orang sedang olahraga atau sedang ngepel lantai. Jadi, kembali lagi saat orang itu menonton berpikiran negatif, pasti ke arah sana,” katanya. (Apip/R8/HR Online/Editor Jujang)