Benzena dan turunannya sangat jelas. Turunan dari Benzena tersebut cukup beragam dengan fungsinya masing-masing. Adapun Benzena adalah bahan kimia yang bermanfaat di kehidupan.
Penggunaan Benzena untuk kehidupan ini sudah tidak asing lagi. Dalam pemanfaatannya, bahan kimia ini cukup sering untuk industri kimia.
Baca Juga: Paraben yang Berbahaya, Efek Samping dan Dosis Maksimalnya
Benzena ini berperan sebagai prekursor di dalam sintesis berbagai bahan kimia lainnya. Bahan kimia ini juga memiliki keturunan, apa saja?
Benzena dan Turunannya, Bahan untuk Industri Kimia
Bahan kimia Benzena terkenal sebagai salah satu bahan yang umum ada di industri kimia. Sebenarnya, Benzena ini termasuk ke dalam golongan alkana.
Benzena termasuk salah satu bahan atau komponen dari minyak bumi. Bahan kimia ini pertama kali terdeteksi oleh seorang ilmuwan bernama Michael Faraday di tahun 1825.
Penemuan Benzena ini awalnya berasal dari residu minyak mentah. Kemudian, penggunaan Benzena lebih umum untuk orang perkotaan daripada di desa karena keberadaan elemen industrial.
Benzena juga termasuk ke dalam jenis senyawa hidrokarbon aromatik. Ketika terdeteksi pertama kali, Benzena bahkan memiliki aroma yang khas.
Pada tahun 1865, Kekule menemukan struktur Benzena. Kekule menjelaskan bahwa ada enam atom karbon di dalam Benzena dan tersusun melingkar.
Kemudian, Benzena membentuk segi enam secara teratur dengan sudut yang masing-masing 120 derajat. Adapun rumus molekul Benzena adalah C6H6.
Sifat Fisis dan Kimia Benzena
Tentunya Benzena dan turunannya memiliki sifat fisis dan kimia tertentu. Mereka semua merupakan zat cair yang mudah sekali menguap.
Selain itu, Benzena juga tidak memiliki warna. Adapun untuk aromanya, mereka berbau seperti khas minyak tanah.
Titik leleh dari senyawa ini ada 5,53 derajat Celcius dan untuk titik didihnya ada di suhu 80,1 derajat Celcius.
Benzena ini juga termasuk senyawa non polar. Artinya, di Benzena ini tidak mudah larut di dalam air, tetapi bisa mudah larut di dalam pelarut non polar.
Contoh pelarut non polar adalah seperti CCI4, eter, dan juga aseton. Benzena juga bisa mengalami reaksi substitusi maupun adisi.
Senyawa berasal dari reaksi substitusi atom hidrogen pada Benzena terkenal sebagai senyawa turunan Benzena. Sehingga, sifatnya kurang efektif.
Hal tersebut bisa terjadi karena ikatan terkonjugasi yang mengalami resonansi. Kemudian, ikatan di dalam Benzena dan turunnya juga menjadi sangat stabil.
Baca Juga: Contoh Senyawa Alkuna Beserta Manfaatnya di Kehidupan!
Berikut ini benzena dan turunannya yang merupakan senyawa karbon dengan kandungan cincin Benzena beserta manfaatnya masing-masing.
1. Asam Benzoat
Turunan pertama adala Asam benzoat yang memiliki rumus kimia C7H6O2 atau C6H5COOH. Asam benzoat ini berupa padatan kristal yang berwarna putih.
Ini merupakan Asam karboksilat aromatik dengan bentuk paling sederhana. Manfaat dari Asam benzoat ini adalah sebagai pengawet makanan dan sebagai prekursor penting.
2. Toluena
Selanjutnya ada Toluena atau fenilmetana maupun metil benzena. Turunan satu ini memiliki bau yang halus dan berupa cairan bening tidak berwarna serta tidak terlarut.
Toluena banyak dimanfaatkan secara luas untuk stok umpan istri dan juga sebagai pelarut. Sebagai pelarut, Toluena diaplikasikan sebagai obat inhalan karena bersifat memabukkan.
3. Fenol
Benzena dan turunannya selanjutya adalah Fenol atau Asam karbolat yang merupakan zat kristal dan tidak memiliki warna.
Tetapi, Fenol memiliki bau yang khas. Turunan satu ini bermanfaat sebagai pembuatan obat-obatan, misalnya produk aspirin, pembasmi rumput liar, dan lainnya.
Fenil juga berperan penting dalam sintesis senyawa aromatis di dalam batubara serta bagian dalam komposisi beberapa anestitika oral, seperti semprotan kloraseptik.
4. Parasetamol
Ternyata, Parasetamol juga termasuk turunan dari senyawa Benena. Parasetamol terkenal sebagai asetaminofen, obat yang berfungsi seperti aspirin dan lebih aman di lambung.
Penggunaan Parasetamol ini sudah cukup umum sehari-hari. Apalagi Parasetamol dijual secara bebas karena termasuk obat-obatan yang aman.
5. Asam Salisilat
Turunan selanjutnya ini bermanfaat sebagai bahan tambahan di dalam bedak dan salep karena fungsinya anti fungi atau jamur.
Baca Juga: Sifat Kimia Alkena, Jenis Reaksi, Berserta Sifat Fisikanya!
Asam salisilat juga ada di dalam obat penyakit kulit, termasuk panu dan kutu air. Senyawa ini kerap kali ada di dalam shampo karena mampu mengikis ketombe dan aktif menghambat pertumbuhan mikroorganisme di kepala.
Senyawa Benzena dan turunannya tersebut memiliki fungsi atau manfaat mereka sendiri di kehidupan. Penggunaan asam Benzena ini terjadi di berbagai jenis industri. (R10/HR-Online)