harapanrakyat.com,- Petani di Desa Purwajaya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengeluhkan buruknya pembangunan saluran irigasi yang dikerjakan oleh PT Deposindo.
Ketua Gapoktan Desa Purwajaya Sudiwarno mengatakan, proyek yang dikerjakan di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy tersebut diduga lemah pengawasan. Sehingga saluran irigasi kembali rusak meskipun baru selesai dibangun.
“Pekerjaan saluran dan TPT ini dikerjakan oleh PT Deposindo pada bulan puasa kemarin. Tapi baru saja beberapa bulan sudah ada bagian tembok yang rusak. Sehingga diduga kuat pekerjaan ini tidak berkualitas,” katanya kepada harapanrakyat.com, Selasa (16/05/2023).
Menurut Sudiwarno, selain ada bagian tembok yang kondisinya rusak, beberapa ratus meter lantai saluran tidak dicor.
“Sangat disayangkan sekali, pembangunan yang diharapkan dapat bermanfaat besar bagi petani malah sebaliknya. Kami harap pihak terkait bisa memberikan teguran kepada pihak rekanan. Agar bisa segera memperbaiki tembok yang jebol agar manfaatnya bisa dirasakan oleh para petani,” terangnya.
Baca Juga: Injak Ular Kobra saat Berjalan di Tengah Banjir, Remaja di Ciamis Dilarikan ke Puskesmas
Pembangunan Irigasi di Desa Purwajaya Ciamis Malah Rusak TPT Desa
Sementara itu, Kepala Desa Purwajaya, Sanen Nurdin menyayangkan adanya proyek pembangunan irigasi yang meninggalkan kerugian besar bagi desa.
“Kurang lebih sekitar 300-an meter TPT jalan usaha tani jadi rusak akibat digunakan jalan pengangkut material, bagian TPT-nya jadi banyak yang “ngajeblag” (ambrol). Selain itu bahu jalan usaha tani pun jadi rusak.” katanya.
Sanen berharap, pihak rekanan bertanggung jawab memperbaiki saluran jalan usaha tani yang sempat dibangun menggunakan anggaran Desa.
“Dulu sebelum pengerjaan pihak rekanan sempat menyanggupi untuk perbaikan jalan yang dilewati yang kini menjadi rusak parah. Namun setelah pekerjaan selesai pihak rekanan malah pergi begitu saja tanpa basa basi. Jangankan datang ke desa, dihubungi melalui telepon juga selalu tidak diangkat,” terangnya.
Perusahaan Rekanan Janjikan Ganti Biaya Pompanisasi Tapi Belum Dipenuhi
Sanen juga mengatakan, selain meninggalkan kerugian bagi desa, pihak rekanan juga sempat menjanjikan biaya pompanisasi kepada kelompok tani.
“Saat pembangunan dimulai, kondisi sawah di daerah kami ini sedang memasuki usia padi mekar atau sudah berisi. Nah saat itu saluran air ke wilayah pertanian di sini ditutup total sehingga petani terpaksa harus menggunakan pompanisasi untuk mengairi areal persawahan. Bahkan lama pompanisasi ini sekitar dua bulanan yang membutuhkan biaya sangat besar,” terangnya.
Sanen menjelaskan, pihak rekanan pernah berjanji akan membantu operasional pompanisasi, namun hingga selesai pompanisasi pihak rekanan tak pernah memberikan bantuan apapun.
“Minimal untuk membeli bahan bakar solar itu ada. Namun nyatanya gak ada sama sekali. Padahal petani di sini mengeluarkan biaya pompanisasi untuk pembelian solar itu menghabiskan anggaran lebih dari 30 jutaan,” katanya.
Sementara itu, harapanrakyat.com belum berhasil menghubungi pihak PT Deposindo dan BBWS Citanduy untuk konfirmasi terkait keluhan ratusan petani di Desa Purwaraja, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)