harapanrakyat.com,- Setiap bulan Ramadan banyak pedagang musiman yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Selain makanan khas bulan puasa, ternyata ada juga pedagang musiman kulit bedug.
Di Kabupaten Ciamis sendiri, ada beberapa pedagang yang menjual kulit bedug. Seperti yang terlihat di Jalan RE Martadinata, tepatnya di terminal lama Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Di sana ada dua pedagang kulit bedug yang masih saudaraan.
Haerudin (45), salah satu pedagang kulit bedug warga Limusnunggal, Maleber, mengaku mulai jualan kulit bedug sejak awal Ramadan. Sampai saat ini sudah ada 6 lembar kulit yang sudah laku terjual.
“Alhamdulilah, setiap tahun saya biasa jualan kulit bedug. Dari sejak awal puasa sampai saat ini sudah ada 6 lembar yang sudah terjual,” katanya, Rabu (05/04/2023).
Pedagang Musiman Kulit Bedug di Ciamis Sepi Pembeli
Baca Juga: Mengintip Kesibukan Warga Kampung Kerukunan Ciamis Jelang Puasa
Haerudin mendapatkan kulit bedug dari warga yang menjualnya saat Idul Adha tahun 2022 lalu. Karena sudah terkenal suka jualan kulit bedug, jadi sebagian masyarakat sudah terbiasa jika Idul Adha menjual kulit sapi kepadanya.
“Saya sudah lama, hampir 20 tahun jualan kulit bedug ini, turun temurun dari kakaknya ibu saya. Tempat jualannya juga tidak pindah, masih di terminal lama Maleber. Kalau sehari-harinya saya jualan kupat tahu,” tuturnya.
Pembeli kulit bedug biasanya datang dari daerah Ciamis, Rajadesa, Banjar, dan ada juga dari Pangandaran. Namun, menurutnya. bulan puasa kali ini pembelinya sedikit sepi.
“Kulit bedug merupakan barang yang bisa dibilang kuat lama. Jadi jarang ada yang beli, kecuali bulan puasa. Biasanya suka ada tradisi ngadulag. Namun puasa kali ini sedikit sepi,” ungkap Haerudin.
Mengenai harganya terbilang relatif murah. Ia sendiri menjual kulit bedug ukuran 80 centimeter dengan harga Rp 350 ribu.
“Harga tetap sama saja, tidak ada perubahan yaitu Rp 350 ribu untuk ukuran 80 centimeter,” terang Haerudin.
Baca Juga: Sahur On The Road Dilarang di Bogor Selama Ramadan
Terima Servis Bedug
Irwan, pedagang musiman kulit bedug yang masih bersaudara dengan Haerudin mengatakan, bulan puasa tahun ini sedikit berkurang pembelinya. Sampai hari ini ia pun baru menjual 4 lembar kulit bedug.
“Bulan puasa tahun ini saya baru jualan lagi. Tahun kemarin itu tidak jualan karena masih adanya Corona, dan pembatasan kegiatan masyarakat yang tidak boleh ramai-ramai,” katanya.
Selain menjual kulit bedug, pihaknya juga menjual bedug yang sudah jadi dan siap ditabuh. Harganya Rp 1,3 juta pakai drum.
“Kami juga menerima servis bedug, kemudian bedug yang sudah jadi tinggal tabuh saja dengan harga Rp 1,3 juta yang pakai drum biasa. Ada juga yang harganya Rp 1,5 juta, itu pakai drum cuman ada tali anyaman,” tuturnya.
Irwan menambahkan, pihaknya sudah lama berjualan beduk ini bersama saudaranya yang lain, seperti Haerudin dan ada dua saudaranya yang sama-sama jualan kulit bedug di Ciamis.
“Ada 4 pedagang kulit bedug di Ciamis ini, dan semuanya masih saudara. Untuk tempatnya di Terminal Lama Maleber, persimpangan Pasar Ciamis, dan di Baregbeg,” pungkas Irwan. (Feri/R3/HR-Online/Editor: Eva)