Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruLafran Pane Pendiri HMI, Anti Komunis tapi Dekat dengan Aidit

Lafran Pane Pendiri HMI, Anti Komunis tapi Dekat dengan Aidit

Lafran Pane adalah pendiri organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang terkenal sangat anti pada ajaran Marxisme-Leninisme (Komunis).

Akan tetapi meskipun anti pada golongan komunis, Lafran Pane pernah berkawan dekat dengan pemimpin PKI di era tahun 50-an yaitu, DN. Aidit. Menurut beberapa sumber Aidit dan Lafran merupakan teman berdiskusi di Jakarta.

Kala itu yang memperkenalkan Lafran dengan Aidit adalah kakaknya sendiri, Sanusi Pane dan Armijn Pane. Aidit dan Lafran sering adu debat. Kendati begitu mereka mengakui punya hobi yang sama yaitu membaca buku.

Lafran dan Aidit berbeda ideologi, perbedaan yang saling bertentangan ini semakin terlihat ketika Lafran aktif bersama HMI dan Aidit kembali mendirikan PKI pasca kerusuhan di Madiun pada tahun 1948.

Baca Juga: Sejarah Grup Musik Dialita, Penampung Mantan Tahanan Politik 1965

Melalui HMI, Lafran bercita-cita mendirikan negara yang merdeka, bebas dari imperialisme, kolonialisme, dan komunisme. Sebab menurut Lafran Pane tiga pemikiran dasar di atas merupakan ajaran berbahaya. Ajaran yang bisa menyebabkan rakyat sengsara.

Lafran Pane Pendiri HMI, Kisah Kehidupan Keluarga Sastrawan

Menurut Ahmad Gaus A. F dalam buku berjudul, “Sang Pelintas Batas: Biografi Djohan Effendi” (2009), Lafran Pane lahir dari keluarga sastrawan terkemuka di Indonesia.

Lafran Pane lahir pada tanggal 5 Februari 1922 di Padang Sidempuan. Ayah Lafran Pane, Sutan Pangurabaan Pane seorang guru dan seniman Batak yang produktif. Sedangkan kakak-kakaknya, Sanusi Pane, dan Armijn Pane merupakan sastrawan besar.

Konon yang membuat Lafran Pane bisa idealis dan menyandang Bapak HMI tidak lain karena terdidik oleh keluarga sastrawan dan seniman yang produktif. Lafran Pane terbiasa dididik membaca sejak dini, ayahnya selalu mengajarkan seluruh cara menyelesaikan persoalan duniawi terdapat dalam buku-buku pengetahuan.

Parenting sang ayah yang intelektual membuat anak-anaknya tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang cerdas, dan paling penting mereka semua menyukai sastra, termasuk Lafran Pane.

Selain sosok ayah, ada ibu dan kakek Lafran yang merupakan tokoh agama terkenal di Padang Sidempuan bernama Syekh Badurrahman Pane. 

Konon Syekh Badurrahman Pane lah yang mendidik Lafran menjadi tokoh Nasional yang taat beragama. Pembentukan HMI merupakan salah satu buah yang ditanam oleh sang kakek.

Setelah Lafran dewasa kakeknya mempersilahkan sang cucu memilih sekolah. Karena banyak anak-anak Sumatera merantau ke Jawa, Lafran Pane pun ingin mengikuti jejak teman-temannya itu. Lantas ia pergi ke Jawa dan berkuliah di Yogyakarta.

Baca Juga: Kisah Semaun Semprot Pejabat Kolonial Belanda yang Hobi Flexing

Kisah Lafran Pane Pendiri HMI

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah organisasi Mahasiswa Islam Indonesia yang independen. Lafran Pane adalah salah seorang pendiri HMI, ia membentuk HMI bersama 14 kawan Mahasiswa lainnya di Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1947.

Adapun Lafran sendiri merupakan Mahasiswa di Universitas Islam Indonesia (UII). Gerakan Lafran dan kawan-kawannya dalam HMI adalah menolak intervensi kaum sosialis. Mereka menentang kaum sosialis yang kala itu mendominasi gerakan Mahasiswa di Yogyakarta.

Perjuangan mereka radikal dan cenderung sekuler. Lafran yang saat itu masih dalam organisasi Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) sepakat bersama kawan-kawan lain mendirikan organisasi tandingan yang berhaluan Islam yakni HMI.

Tak tanggung-tanggung, Lafran dan 14 kawan lainnya yang mendirikan HMI punya tujuan untuk membuat organisasi ini menjadi wadah seluruh mahasiswa Islam di Indonesia.

Selain itu pendirian HMI oleh Lafran juga bertujuan menentang Belanda yang saat itu ingin kembali menguasai Indonesia. Melalui agresi militer Belanda mereka berusaha menduduki kembali pasca Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.

Lawan Debat Aidit

Ketika HMI sudah menjadi organisasi besar –sesuai dengan cita-cita awal Lafran menjadi organisasi Mahasiswa Islam di seluruh Indonesia, Lafran sang Bapak HMI kerap jadi lawan debat pemimpin Partai Komunis Indonesia, DN. Aidit.

Nampaknya masa muda yang mempertemukan Aidit dan Lafran tidak menjadi alasan mereka puas berdebat. Nyatanya ketika umur mereka beranjak tua, Lafran dan Aidit masih kerap bersilang pendapat.

Perdebatan ini terutama dilakukan oleh DN. Aidit, ia sering memunculkan isu-isu kebencian para pemuda kiri terhadap anggota HMI. Hal ini terjadi ketika HMI diketahui terafiliasi dengan Masjumi (partai yang terjaring pemerintah sebagai kelompok yang pro pada perbuatan makar, PRRI).

Baca Juga: Sisa-Sisa Pemberontakan PKI 1927 di Sumatera, Pelakunya Nyamar Jadi Maling

Akibatnya dua kelompok pemuda yaitu, pemuda HMI dengan Pemuda CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia) saling gontok-gontokan

Mereka bermusuhan, saling serang dengan pernyataan-pernyataan yang menjatuhkan. Hal ini membuat situasi politik saat itu mencekam dan tak terkondisikan.

Keadaan semakin buruk tatkala Aidit pernah menghasut kader CGMI untuk membubarkan HMI dengan pernyataan yang merendahkan organisasi Lafran Pane. Paling tidak pernyataan Aidit tergambar seperti berikut ini:

Jika kader CGMI tidak bisa membubarkan HMI, sebaiknya mereka dipakaikan kain saja –maksud kain ini adalah (sarung) yang sering digunakan oleh pemuda Islam (santri).

Karena Aidit dekat dengan Presiden Sukarno, HMI sempat terancam dibubarkan paksa oleh orang nomor satu di Indonesia itu. Namun karena HMI memiliki basis massa yang militan, badai sekencang apapun yang menimpanya selalu bisa dihadapi dengan selamat. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...