Kandungan air dalam tubuh manusia perlu diperhatikan. Jangan sampai kandungan air di dalam tubuh manusia kurang. Kekurangan air akan membuat tubuh manusia mengalami dehidrasi.
Tubuh manusia sangat spesial. Terdapat berbagai organ yang saling bekerja sama untuk menciptakan tubuh yang sehat.
Baca Juga: Kegunaan Tulang Hyoid dan Anatominya di Dalam Tubuh
Perlu Anda ketahui bahwa lebih dari 50 persen komposisi tubuh manusia itu terdiri atas air. Itulah kenapa, manusia tidak akan bisa hidup tanpa adanya air di dalam tubuh.
Namun, keberadaan air di dalam tubuh juga perlu Anda perhatikan. Kandungan air yang berlebihan ataupun kekurangan sama-sama tidak baik dan bisa menimbulkan dampak negatif.
Kandungan Air dalam Tubuh Manusia yang Sebenarnya
Air adalah bagian terbesar yang ada di dalam tubuh manusia. Persentase air di dalam tubuh akan berubah tergantung dengan umur, jenis kelamin, dan juga derajat obesitas seseorang.
Tanpa air, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Hampir sekitar 60 persen berat badan orang dewasa terdiri atas cairan yang ada di dalam tubuh.
Tubuh membutuhkan air agar dapat berfungsi secara optimal.Total kandungan cairan di dalam tubuh manusia adalah sekitar 70 hingga 80 persen air. Cairan ini memegang peranan penting.
Cairan yang ada di dalam tubuh mempengaruhi perkembangan sel, membantu dalam mengatur suhu tubuh, memperkuat otot, dan juga melembabkan kulit.
Jumlah persentase cairan di dalam tubuh setiap orang berbeda-beda karena berbagai faktor. Secara umum, wanita memiliki lebih rendah persentase cairan tubuhnya daripada pria.
Hal tersebut karena wanita memiliki jaringan lemak lebih banyak. Sehingga, persentase air sebagai cairan di dalam tubuh wanita berkisar antara 45 hingga 60 persen, sedangkan para pria dewasa sekitar 50 hingga 65 persen.
Apa yang Mempengaruhi Total Air Tubuh?
kandungan air dalam tubuh manusia umumnya dipengaruhi oleh proses metabolisme yang berlangsung. Dalam keadaan normal. Air di dalam tubuh dapat keluar melalui urin insensible water loss, dan juga melalui saluran pencernaan.
Perubahan dari jumlah dan juga komposisi dari cairan di dalam tubuh dapat terjadi di pendarahan, luka bakar, dehidrasi, muntah, diare, dan juga puasa peoperati maupun perioperatif dapat menyebabkan gangguan fisiologi yang berat.
Apabila gangguan tersebut tidak ditangani dengan adekuat sebelum tindakan anestesi dan bedah, risiko pada penderita akan menjadi lebih besar.
Cara Mengetahui Kandungan Air di Dalam Tubuh
Tentunya kandungan air dalam tubuh manusia dapat diketahui dengan berbagai hal Misalnya saja dengan berkonsultasi ke dokter.
Sangat penting untuk Anda mengukur berat badan sebelum dan setelah berolahraga. Umumnya olahraga akan membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.
Baca Juga: Bagian Otak dan Fungsinya, Penting pada Tubuh Manusia!
Dengan berolahraga, Anda juga bisa mengetahui kandungan air yang ada di dalam tubuh. Umumnya setelah berolahraga tidak akan langsung mengalami penurunan berat badan.
Apabila terjadi, maka artinya air di dalam tubuh berkurang. Anda perlu menambah asupan air agar tidak mengalami dehidrasi.
Memenuhi Kebutuhan Air di Dalam Tubuh
Kandungan air dalam tubuh manusia perlu terpenuhi agar organ dan jaringan lainnya dapat bekerja dengan baik. Beberapa jaringan tubuh yang bersifat sensitif sangat membutuhkan air, seperti hidung, tenggorokan, dan juga telinga.
Anda akan mengalami dehidrasidan sel di dalam tubuh tidak bisa bekerja secara maksimal apabila kekurangan air di dalam tubuh.
Sebuah studi di dalam Journal of Nutrition sendiri menyebut bahwa kurangnya cairan di dalam tubuh adalah sebanyak 1,36 peren setelah melakukan olahraga dapat menimbulkan tanda dari kekurangan cairan.
Secara umum, anjuran agar cairan tubuh terpenuhi adalah dengan meminum sebanyak dua liter air atau 8 gelas setiap harinya. Akan tetapi, rekomendasi tersebut bisa tidak berlaku untuk beberapa orang.
Ketika tubuh membutuhkan cairan, maka akan mengirimkan sinyal haus. Saat itulah Anda perlu minum air mineral atau air kelapa murni.
Baca Juga: Ciri Makhluk Hidup Materi Biologi Dasar, Berikut Ulasannya
Ada berbagai alasan yang membuat tubuh membutuhkan cairan lebih banyak, mulai dari faktor lingkungan seperti cuaca, kondisi medis, serta seseorang yang hamil dan menyusui.
Memang secara umum minum 2 liter atau 8 gelas setiap hari menjadi anjuran yang tepat. Akan tetapi, Anda juga bisa menyesuaikan dengan keadaan tubuh.
Dalam memenuhi kandungan air dalam tubuh manusia, sebaiknya hindari minuman yang manis atau mengandung gula. Tubuh membutuhkan air mineral sebagai asupan cairan yang paling utama. (R10p/HR-Online)