Burung Garuda merupakan lambang negara Indonesia yang menggambarkan kekuatan, keberanian, dan kemuliaan. Namun, menjelang Agustus yang dikenal sebagai bulan Kemerdekaan, selalu muncul hoaks tentang burung Garuda.
Misalnya, pada 8 Agustus 2022, pengguna Facebook membagikan video dengan narasi “Burung Garuda yang dijadikan Lambang Negara RI baru-baru ini menampakkan diri di Hutan Gunung Penanggungan, Jawa Timur. Dan sempat di abadikan para wisatawan. Burung Garuda memang sangat gagah tatkala mengepakkan Sayapnya yg Besar dan Lebar.”
Video yang diunggah memperlihatkan seekor burung berada di pinggir tebing. Ukurannya cukup besar. Dalam video juga terlihat beberapa orang mengabadikan momen saat burung besar tersebut terbang.
Melansir dari situs cek fakta, penampakan burung yang disebut-sebut sebagai burung Garuda tersebut, ternyata adalah burung Andean Condor.
Video identik ditemukan antara lain di YouTube di akun Denise viera pinto pada 2012 lalu. Video berjudul ‘Liberation Condor’ merekam peristiwa pelepasliaran Condor Andes di lereng pegunungan Portezuelo, Sierra de Ancasti, Argentina.
Burung ini, sebelumnya ditemukan dalam kondisi lemas oleh polisi di Catamarca, hingga dirawat di Kebun Binatang Buenos Aires, Argentina. Burung tersebut kemudian dilepasliarkan di lereng pegunungan Portezuelo, Sierra de Ancasti, Argentina.
Video serupa juga pernah muncul di laman thedodo.com pada 9 Juni 2018 dengan judul “Giant Condor Stops To Thank Rescuers Before Returning To Wild” atau “Condor Raksasa Berhenti untuk Berterima Kasih kepada Penyelamat Sebelum Kembali ke Alam Liar”.
Hoaks Burung Garuda di YouTube
Meski sudah ada penelusuran faktanya, hoaks tentang Burung Garuda terus beredar. Masih dari YouTube, akun Beranda Nusantara membagikan video serupa dengan judul Penampakan Burung Garuda di Gunung Penanggungan Jawa Timur.
Video yang sama juga diunggah kanal YouTube RpTV yang menyebut Burung Garuda, Lambang Negara Indonesia muncul di India.
Penelusuran harapanrakyat.com dengan pencarian menggunakan kata kunci Burung Garuda di Jawa Timur, muncul 16 kanal YouTube yang mengunggah hoaks burung Garuda dengan narasi yang berbeda-beda. Video umumnya diunggah pada rentang Agustus 2022-Februari 2023.
Bahkan dengan menggunakan kata kunci burung Garuda, video ‘Burung Garuda Lambang Negara Indonesia Menampakkan Diri’ dari RPTV News muncul di posisi kedua.
Hoaks Burung Garuda di 2023
Hoaks Burung Garuda kembali muncul pada 2023. Video yang sama, kembali beredar pada 1 Februari 2023 melalui akun Facebook Irma Wati. Akun tersebut mengunggah video disertai narasi berbumbu nasionalisme:
“Yang menonton vidio ini beruntung bisa melihat Burung Garuda dalam wujud nyata, walau hanya dalam Video. Simpan video ini sebagai Dokumentasi, karena Burung Garuda Yg menjadi Lambang Negara kita ini Sangat Langka dan sebagian orang menganggapnya sebagai Mitos bahwa Tidak Ada burung yang suka melebarkan sayapnya hingga 24 Jam ….. Sangat Gagah, Ditakuti Semua Burung. Di Dunia Ini dia adalah Rajanya Burung.
Ternyata Burung Garuda Bukan Hanya Mitos Atau Dongeng. Dalam Cerita Ramayana Dia Adalah Jatayu. Burung Yang Sangat Jarang Menampakkan Dirinya. Tapi Baru2 Ini Garuda Telah Menampakkan Dirinya Di Daerah Hutan Gunung Penanggungan, Jawa Timur. Burung Yg Sayapnya Luar Biasa Lebar Dan sangat Indah. Mudah2 an Dengan Kemunculan Burung Ini menjadi Penanda Negara kita Republik Indonesia Tetap Kuat dan Jaya. Semoga Saudara2 Ku Yang menyaksikan Video Ini senantiasa diberikan rahmat berkah kesehatan, Panjang Umur, Bahagia lahir dan batin”.
Baca Juga: Waspada Penyebaran Hoaks Surat Suara Pemilu, Kenali Ciri-cirinya!
Tak hanya di Facebook, video serupa juga muncul di sejumlah akun TikTok, SnackVideo, Hello, bahkan muncul di Twitter.
Penyebarannya begitu masif dengan narasi yang mengglorifikasi dan menyentuh emosi pembaca dengan menyebut kejayaan Indonesia.
Video yang identik dengan video Liberation Condor dibagikan pengguna Facebook dan disebut sebagai burung Garuda, lambang negara Indonesia.
Sekilas tentang Burung Condor
Burung Andean Condor atau Kondor Andes adalah spesies burung raksasa yang terdapat di wilayah pegunungan Andes di Amerika Selatan.
Burung ini merupakan burung terbang bebas terbesar di dunia dan dapat memiliki rentang sayap hingga 3,2 meter.
Andean Condor berbulu hitam lebat dan leher tidak berbulu yang berwarna merah. Burung ini juga memiliki kulit kepala yang keriput dan cakar yang kuat yang digunakan untuk menangkap mangsanya.
Baca Juga: Mengapa Hoaks Daun Ciplukan Bisa Mengobati Stroke Terus Berulang?
Andean Condor merupakan burung pemakan bangkai atau karnivora yang biasa mencari makanan di wilayah pegunungan dan lereng-lereng curam. Burung ini juga dikenal sebagai burung yang cukup awet, karena dapat hidup hingga 70 tahun di alam liar.
Meskipun burung ini dianggap sebagai hewan yang mengesankan dan banyak diminati untuk pengamatan alam, namun Andean Condor dianggap sebagai spesies yang terancam punah, karena jumlah populasi burung ini semakin menurun akibat perburuan, hilangnya habitat alaminya, serta aktivitas manusia yang merusak lingkungan.
Andean Condor merupakan salah satu burung yang penting dalam budaya dan sejarah di Amerika Selatan. Di beberapa budaya di Peru dan Bolivia, burung ini dianggap sebagai lambang kekuasaan dan kemuliaan. Selain itu, Andean Condor juga menjadi subjek dalam mitologi dan legenda di wilayah Andes.
Dalam konteks Indonesia, Andean Condor tidak pernah ada atau muncul di wilayah Indonesia dan Jawa Timur. Jadi, pernyataan yang mengklaim bahwa burung garuda palsu yang muncul di Jawa Timur adalah Andean Condor tidak benar dan dapat dikategorikan sebagai hoaks.
Ciri-Ciri Konten Hoaks Burung Garuda
Dari penjelasan di atas, bisa dilihat ciri-ciri hoaks burung Garuda yang muncul setiap menjelang Agustus:
- Menggunakan video yang sama, yakni video burung Andean Condor yang dilepasliarkan ke alam bebas dari penangkaran Catamarca, Argentina.
- Ditambahi caption seakan burung Garuda muncul di salah satu daerah di Indonesia, misalnya di Jawa Timur.
- Caption video berisi narasi yang membangkitkan semangat nasionalisme dan menyebut-nyebut kejayaan Indonesia melalui penampakan burung Garuda.
- Konten hoaks disebar melalui berbagai platform media sosial.
Setelah mengetahui ciri-ciri konten hoaks burung Garuda, jangan sampai terkecoh lagi ya, apalagi sampai ikut menyebarkan. Selalu cek kebenarannya, atau telusuri dulu informasi yang Anda curigai hoaks di cekfakta.com. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)