harapanrakyat.com – Memasuki H+3 Lebaran, pengunjung obyek wisata di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat meningkat. Salah satunya pengunjung ke obyek wisata Situ Lengkong Panjalu yang saat ini meningkat dari mulai hari Lebaran.
Kabid Destinasi pada Dinas Pariwisata Ciamis, Dian Udeng mengatakan, pada momentum hari raya lebaran tahun 2023 ada peningkatan pengunjung wisata ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
“Rata-rata obyek wisata yang pengunjungnya naik itu yakni di Situ Lengkong Panjalu, Situ Wangi kemudian ada juga Destinasi Desa Wisata serta tempat wisata wahana air,” katanya, Selasa (25/4/2023).
Menurutnya, pengunjung wisata didominasi oleh wisatawan lokal. Jadi, masyarakat lokal setempat yang saat ini sedang mudik atau pulang kampung.
“Kebanyakan wisatawan lokal tapi sehari-harinya di luar kota. Kalau wisatawan luar yang sengaja datang ke obwis Ciamis itu hanya sedikit,” tuturnya.
Baca Juga: Libur Lebaran, Objek Wisata Situwangi Ciamis Mulai Dipenuhi Pengunjung
Dian menjelaskan, jumlah pengunjung yang mengalami kenaikan cukup signifikan itu yakni di Situ Lengkong Panjalu yang sehari-harinya kurang lebih mencapai 450 sampai 600 orang pengunjung.
Pasalnya, di Situ Lengkong Panjalu terdapat wahana air sekaligus wahana religi. Akan tetapi, untuk saat ini lebih kepada wisatawan yang berlibur jadi tidak ada wisatawan yang ziarah dan sebagainya.
“Kenaikan pengunjung ke obyek wisata di Ciamis itu dimulai pada saat H+1 Lebaran sampai hari ini. Mungkin untuk puncak peningkatan pengunjung diprediksi hari ini,” jelasnya.
Selain Obyek Wisata, Pengunjung ke Restoran dan Kafe di Ciamis Juga Meningkat
Selain Situ Lengkong Panjalu dan Situ Wangi Kawali, kata Dian, Situs Ciungwanara Karangkamulyan juga saat ini mengalami peningkatan. Akan tetapi, lebih kepada rest areanya.
“Kalau Karangkamulyan itu memang ada peningkatan, tapi lebih kepada pengunjung rest areanya,” ucapnya.
Dian menambahkan, selain memantau, tempat wisata pihaknya juga memantau rumah makan, restoran dan kafe di wilayah Kota Ciamis. Menurutnya, pengunjung ke tempat-tempat tersebut juga mengalami kenaikan.
“Kafe juga kami pantau mengalami kenaikan. Namun untuk kafe dan restoran itu lebih pada sore hari sampai malam hari. Karena di waktu tersebut enak untuk nongkrong dan ngopi sambil makan malam,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)