Fungsi katup epiglotis berhubungan dengan pernapasan. Katup epiglotis memiliki cara kerja untuk melaksanakan fungsinya. Sebagai anatomi tubuh, katup epiglotis adalah bagian yang berada di tenggorokkan.
Seperti yang sudah diketahui, sistem pernapasan manusia sangatlah penting. Dengan sistem pernapasan tersebut, maka manusia dapat bertahan hidup dan melaksanakan berbagai aktivitas lainnya.
Baca Juga: Alat Pernapasan Manusia dan Fungsinya yang Sangat Penting
Setiap organ di dalam sistem pernapasan saling mendukung dan berkaitan. Salah satu organ pernapasan yang mungkin jarang terdengar, tetapi memiliki peran yang cukup penting adalah katup epiglotis.
Fungsi Katup Epiglotis di Tenggorokan
Sistem pernapasan manusia terbagi menjadi dua, yaitu sistem pernapasan atas dan juga sistem pernapasan bawah.
Pada sistem pernapasan atas, terdapat organ hidung, mulut, faring, dan juga epiglotis. Sedangkan sistem pernapasan bawah akan berupa laring, trakea, hingga yang paling utama adalah paru-paru.
Bagian penyusun sistem pernapasan tersebut tentu saja saling berhubungan. Tanpa keberadaan salah satu dari organ, maka pernapasan manusia akan terganggu.
Dari berbagai organ tersebut, salah satu bagian penting adalah katup epiglotis. Katup ini juga terkenal dengan sebutan katup napas.
Apa Itu Katup Epiglotis?
Katup epiglotis merupakan bagian dari epiglotis yang sangat penting. Katup napas ini memiliki fungsi utama yang mendukung proses pernapasan.
Bagian katup epiglotis merupakan lipatan tulang rawan. Bentuk katup epiglotis seperti daun dan terletak di bagian belakang lidah atau tepat di atas laring.
Karena termasuk ke dalam organ penting di dalam sistem pernapasan, maka katup epiglotis perlu kita jaga dengan baik. Sebab, katup epiglotis memiliki risiko gangguan yang dapat mengancam kinerjanya.
Baca Juga: Perbedaan Kelenjar Tiroid dan Paratiroid pada Tubuh Manusia
Jika katup napas ini bermasalah, maka fungsinya juga akan terhambat dan tidak maksimal. Adapun fungsi katup epiglotis yang paling utama adalah untuk menutup tenggorokan saat makan.
Dengan keberadaan katup ini maka makanan yang masuk tidak akan terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Bagaimana Cara Kerja dari Katup Epiglotis?
Katup epiglotis merupakan suatu lipatan dari tulang rawan yang berbentuk seperti daun. Letak dari katup ini adalah di belakang lidah, bagian atas laring atau kotak suara.
Fungsi utama dari katup adalah untuk menutup tenggorokan ketika makan. Dengan keberadaan katup ini, maka makanan yang masuk ke dalam tubuh bisa masuk ke sistem pencernaan, dan bukan ke saluran pernapasan.
Selain itu, fungsi katup epiglotis ini juga dapat membantu dalam beberapa aspek produksi suara pada bahasa tertentu. Tidak salah jika katup napas ini memiliki peran yang penting dalam saluran pernapasan dan berbicara.
Cara kerja dari katup ini sebenarnya cukup sederhana. Epiglotis akan memiliki konformasi menghadap atas agar udara yang masuk dapat terus bergerak ke dalam jalur pernapasan.
Apabila terjadi proses menelan makanan, maka katup epiglotis ini akan menghadap ke bawah. Artinya, katup akan menutup agar makanan tidak masuk ke dalam jalur pernapasan dan kotak suara.
Karena fungsinya yang sangat penting, maka kita perlu menjaga katup ini dengan baik. Ketika katup epiglotis sehat, maka kinerjanya juga maksimal.
Gangguan Epiglotitis
Fungsi katup epiglotis dapat terhambat ketika mengalami gangguan. Tentunya terdapat risiko kesehatan yang dapat menyerang salah satu organ penting dik dalam sistem pernapasan ini.
Risiko kesehatan yang rentan terjadi pada katup adalah gangguan epiglotis yang disebut dengan istilah epiglotitis.
Ketika dalam kondisi ini, tutup tulang rawan pada tenggorokan akan mengalami pembengkakan. Sehingga, aliran udara ke paru-paru akan terhambat.
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan gangguan epiglotitis ini terjadi, seperti luka bakar karena cairan panas, cedera tenggorokan, dan infeksi lainnya yang menyerang bagian katup.
Baca Juga: Organ Sistem Pernapasan Manusia dan Cara Menjaganya
Adapun laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi terkena epiglotitis daripada wanita. Selain itu, tubuh dengan sistem imun yang lemah juga akan menyebabkan infeksi bakteri penyebab epiglotitis meningkat.
Pada anak, kurangnya vaksinasi yang memadai atau imunisasi tertunda bisa membuat mereka rentan terhadap Hib, sehingga meningkatkan risiko gangguan epiglotitis ini.
Untuk memaksimalkan fungsi katup epiglotis, maka kita perlu menjaganya dengan baik. Gangguan ini dapat dicegah dengan vaksinasi Hib pada anak. Di Indonesia, vaksin Hib umumnya bersamaan dengan DPT dan hepatitis B. (R10/HR-Online)