Fungsi enzim ptialin yang sebenarnya perlu Anda ketahui. Enzim ptialin di dalam tubuh ini memiliki fungsi penting. Adapun enzim satu ini berada di air liur.
Di dalam tubuh manusia, terutama sistem pencernaan, terdapat enzim. Ini merupakan senyawa protein yang memiliki fungsi penting pada tubuh.
Baca Juga: Cara Kerja Enzim di Dalam Dua Teori, Bagaimana Sifat-sifatnya?
Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan enzim pencernaan satu ini. Salah satu enzim yang ada di dalam sistem pencernaan adalah ptialin yang terkandung pada air liur.
Fungsi Enzim Ptialin pada Tubuh Manusia
Melansir dari Wikipedia, enzim adalah suatu biomolekul protein yang berfungsi untuk katalis dalam suatu reaksi kimia organik.
Enzim termasuk ke dalam senyawa protein, tetapi memiliki molekul besar. Ada beberapa jenis enzim yang terbentuk dari polipeptida, mereka biasanya tidak memiliki kandungan kimia, selain asam amino.
Namun demikian, ada juga enzim lainnya yang membutuhkan tambahan komponen untuk aktivitas. Tentunya setiap enzim memiliki fungsi mereka sendiri-sendiri.
Apa Itu Enzim Ptialin?
Enzim ptialin merupakan salah satu jenis enzim yang ada di dalam tubuh manusia. Ptialin termasuk ke dalam enzim pencernaan.
Sebelum membahas mengenai fungsinya, tentu Anda perlu memahami pengertian dari enzim satu ini. Ptialin adalah enzim yang termasuk ke dalam golongan enzim amilase.
Dengan demikian, tugas utama dari enzim ini adalah sebagai pemecah pati (amilum) atau karbohidrat kompleks agar menjadi gula sederhana.
Enzim ptialin ini dihasilkan oleh kelenjar ludah. Itulah kenapa, enzim ini juga terkenal dengan nama amilase saliva. Terkadang juga ada yang menyebutnya sebagai enzim alfa-amilase. Lantas, apa saja fungsi enzim ptialin satu ini?
Fungsi Enzim Ptialin dalam Proses Pencernaan
Fungsi utama dari enzim ini tentu saja berhubungan dengan sistem pencernaan. Sebab, enzim ptialin termasuk salah satu komponen yang paling banyak di dalam air liur.
Baca Juga: Fungsi Enzim Katalase di dalam Tubuh Manusia, Apa Saja?
Air liur ini ibaratkan rumah bagi enzim ptialin yang bertugas untuk memperlancar proses pencernaan.
Tidak hanya di mulut, enzim ini ternyata juga ada di lambung. Sistem kerja ptialin pada pencernaan tergantung dengan jumlah asam lambung, seberapa cepat lambung tersebut kosong, dan seberapa baik makanan yang bercampur dengan asam.
Di dalam proses pencernaan, perut, fungsi ptialin adalah untuk memecah sekitar 30 hingga 40 persen kandungan pati menjadi maltosa dalam kondisi ideal.
Enzim ptialin juga berperan dalam proses pengubahan pati menjadi karbohidrat yang lebih sederhana. Sehingga, tubuh dapat menyerap karbohidrat dan mengalirkannya ke seluruh tubuh dan darah untuk menjadi energi.
Berbeda dengan enzim amilase lainnya, fungsi dari enzim ptialin adalah membentuk kembali polisakarida agar menjadi maltosa yang memiliki ikatan lebih pendek.
Sebagai Indikator Stres
Selain berperan dalam proses pencernaan, penelitian membuktikan bahwa enzim ini dapat menjadi indikator stres. Sebab, situasi yang menegangkan dan memacu stres dapat membuat produksi enzim amilase dan ptialin meningkat.
Orang yang berada di dalam tekanan atau stres psikologis akan menghasilkan enzim ptialin jauh lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami stres.
Sebaliknya, seseorang yang mampu menenangkan diri mereka setelah menghadapi stres akan membuat produksi dari enzim ptialin ikut berkurang di dalam tubuh.
Hingga kini belum diketahui apa yang menyebabkan peningkatan ptialin selama stres. Meski demikian, fungsi enzim ptialin ini dapat terjadi karena peningkatan hormon stres yang ada di dalam tubuh, seperti kortisol dan adrenalin.
Menjadi Indikator Kanker
Menurut sejumlah penelitian, enzim ptialin pada penderita kanker berjumlah lebih tinggi daripada mereka yang sehat. Diduga hal ini berkaitan dengan respon peradangan tubuh untuk melawan sel kanker.
Baca Juga: Fungsi Enzim Pepsin yang Sangat Penting untuk Pencernaan Manusia
Meski begitu, hasil penelitian belum dapat memastikan apakah salah satu cara mendiagnosis kanker di dalam tubuh dapat melalui pemeriksaan enzim ptialin dan juga amilase.
Hingga kini, pemeriksaan untuk mendiagnosis kanker masih melalui biopsi, tes darah, CT-scan, MRI, dan Rontgen. Apabila enzim ptialin bisa untuk mendeteksi kanker, maka ini menjadi penemuan terbaik di dalam bidang kesehatan.
Enzim ptialin ini hanya dapat bekerja dengan maksimal pada pH tinggi. Kemudian, enzim ini akan berhenti bekerja pada saat memasuki lambung yang tingkat keasamannya tinggi.
Oleh karena itu, mengunyah makanan dengan lebih lama sebenarnya dapat meningkatkan kinerja dari enzim satu ini. Bukti dari fungsi enzim ptialin bekerja salah satunya adalah rasa nasi yang berubah menjadi manis. (R10/HR-Online)