Aplikasi Native Android sangat bermanfaat. Umumnya Native di Android merupakan aplikasi yang terpasang secara default. Kendati demikian, aplikasi Android ini juga bisa Anda download melalui Google Play Store.
Ketika membeli HP Android baru, biasanya sudah ada beberapa aplikasi yang terpasang. Selain itu, Anda juga bisa mengunduh aplikasi lainnya di Google Play Store pada ponsel.
Baca Juga: Aplikasi Moss AI Chatbot Rilis sebagai Pesaing ChatGPT
Aplikasi Native menjadi salah satu aplikasi yang memang dibangun secara spesifik untuk suatu OS tertentu. Lingkup kerja dari Native sendiri tidak hanya sebatas satu platform saja.
Aplikasi Native Android yang Bermanfaat
Ini merupakan suatu aplikasi mobile yang hadir secara khusus pada sistem tertentu, misalnya Android dan iOS.
Karena memang kehadiran Native khusus untuk OS tertentu, seperti Android, maka tentu saja aplikasi satu ini memiliki kinerja yang lebih optimal.
Jika di dalam dunia kerja terdapat dua hal terampuh, yaitu menjadi generalis atau spesialis, maka membangun aplikasi Native ini sama saja seperti halnya menjadi spesialis.
Hal itu karena Native menjadi jenis aplikasi yang developer tulis dalam bahasa pemrograman tertentu dan hanya dapat platform OS tertentu terima, seperti Android misalnya.
Pengertian Aplikasi Native
Aplikasi native hanyalah suatu aplikasi khusus yang hadir hanya di perangkat tertentu. Kali ini kita akan membahas Native di perangkat Android.
Cara kerja aplikasi Native sendiri sebenarnya berbeda di setiap perangkat. Bahasa pemrograman yang membentuk aplikasi ini juga tentu berbeda.
Untuk Native di Android, biasanya aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman Java.
Aplikasi satu ini sebenarnya juga seringkali terpasang sebagai aplikasi bawaan atau default ponsel. Contoh aplikasi Native di Android adalah Facebook dan juga Spotify.
Karena menggunakan bahasa pemrograman khusus untuk platform tertentu, maka performa dari aplikasi Native Android tentu akan lebih cepat.
Kelebihan Aplikasi Native
Tentunya kehadiran dari aplikasi Native ini juga memiliki kelebihan tersendiri. Kelebihan yang pertama adalah performanya yang cenderung lebih baik dan cepat.
Ini terjadi karena pengembangan aplikasi akan khusus atau sesuai dengan spesifikasi dari suatu OS saja.
Baca Juga: Aplikasi Chatbot Poe Definisi hingga Langkah Penggunaannya
Sehingga, proses loading pada aplikasi Native menjadi lebih cepat karena konten dan elemen visual telah ada di penyimpanan ponsel ketika Anda menginstal aplikasi tersebut.
Kelebihan kedua dari aplikasi Native Android adalah kemampuan untuk beroperasi offline, selama aplikasi sudah terpasang dan data di dalamnya tersimpan di dalam perangkat.
Penerapan nyata dari keuntungan aplikasi Native satu ini adalah pada aplikasi YouTube dan Spotify. Anda tetap bisa menikmati konten tanpa terhubung dengan internet selama konten sudah terunduh.
Selain itu, aplikasi Native juga memberikan user experience yang lebih optimal. Pengguna Native Android akan merasa lebih nyaman ketika menggunakannya.
Kelebihan selanjutnya adalah aplikasi Native jauh lebih aman karena sulit untuk hacker bobol. Aplikasi Native umumnya memiliki lapisan sistem keamanan sebagai pelindung.
Native akan menggunakan API resmi yang dapat hadir pada berbagai versi sistem. Jadi, tidak membutuhkan keberadaan sistem pihak ketiga.
Kekurangan Aplikasi Native
Selain kelebihan, aplikasi Native Android tentu juga memiliki kekurangan. Kekurangan utama dari aplikasi Native ini adalah tidak fleksibel.
Developer hanya akan mengembangkan aplikasi untuk satu platform saja. Ketika ingin menggunakan aplikasi untuk platform lain, maka perlu mengembangkan lagi dari awal.
Berbicara pengembangan, kekurangan dari aplikasi Native lainnya adalah memakan waktu yang cukup lama, terutama ketika aplikasi tersebut bertujuan untuk perangkat Android dan iOS.
Sebab, pengembangan dari setiap aplikasi perlu menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda. Ini berbeda dengan aplikasi hybrid yang cenderung lebih cepat.
Baca Juga: Aplikasi Alight Motion Bantu Edit Video Berkualitas di Android
Selain lama, kekurangan lainnya adalah biaya pengembangan yang mahal. Persiapan biaya untuk membayar developer perlu lebih banyak karena harus membuat aplikasi di perangkat tertentu saja.
Aplikasi Native ini juga tentunya membutuhkan biaya pemeliharaan yang besar karena aplikasi yang berbeda di setiap platformnya.
Kekurangan terakhir adalah aplikasi Native perlu upgrade secara berkala, mengikuti platform OS yang digunakan.
Kini Anda sudah mengetahui apa itu aplikasi Native Android serta kekurangannya. Ada banyak contoh aplikasi Native ini, seperti YouTube, Spotify, Facebook, Instagram, dan lainnya. Ada aplikasi Native yang menjadi default ponsel atau Anda perlu mengunduhnya. (R10/HR-Online)