Adab memuliakan tamu penting untuk umat muslim perhatikan. Memuliakan tamu termasuk sebuah adab maupun tradisi. Tak heran jika banyak hadits serta riwayat yang menganjurkan untuk memuliakan tamu.
Pada momen hari raya lebaran biasanya akan kedatangan banyak tamu yang bersilaturahmi ke rumah. Baik itu saudara, kerabat, dan teman Anda.
Baca Juga: Doa Perlindungan dari Bahaya untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Untuk itu, memiliki banyak kesempatan untuk memuliakannya. Menurut anjuran syariat, menerima tamu memiliki sejumlah adab yang perlu Anda perhatikan.
Adab Memuliakan Tamu, Terdapat Beberapa Hal untuk Diperhatikan
Saat hari raya lebaran tiba menjadi momen yang penting bagi umat muslim. Bahkan momen yang tepat untuk bersilaturahmi bersama keluarga, saudara, hingga kerabat.
Meski demikian, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat bersilaturahmi pada momen lebaran. Sebagai umat muslim diperintahkan untuk memuliakan tamu.
Hal tersebut sebuah amalan yang ada mulai dari zaman nabi hingga orang terdahulu. Adapun adab yang harus Anda perhatikan saat menerima tamu adalah sebagai berikut.
Menjawab Salam
Nabi Ibrahim AS sudah mencontohkan untuk menjawab salam dari tamu. Bahkan menjadi seorang nabi yang paling istimewa saat memuliakan tamu.
Hal tersebut tercantum dalam Al-Qur’an Surah Adz-Dzariyat ayat 25. Bahkan menurut kisah, akhlak Nabi Ibrahim sangat mulia saat menerima tamu.
Nabi Ibrahim tidak pernah makan sendirian. Saat tidak ada tamu yang berkunjung, maka segera mengirim utusan untuk mencarikan orang yang bersedia makan bersama.
Menyambut Tamu dengan Wajah Gembira
Adab memuliakan tamu selanjutnya menyambut tamu dengan wajah gembira. Tamu yang berkunjung ke rumah, akan lebih disambut secara hangat, wajah ceria, dan murah senyum.
Anda tidak memperlihatkan ekspresi sedih atau bingung, apalagi muka masam maupun cemberut. Sebaiknya tunjukkan sikap perhatian, rasa gembira, serta antusias saat menyambut tamu.
Perlu Anda yakini bahwa tamu yang berkunjung membawa berkah bagi pemiliknya dan membawa rezekinya sendiri. Untuk itu, jangan ragu untuk menjamu serta melayaninya.
Terlebih pada momen hari raya lebaran bukan hanya menyambut dengan ramah. Anda juga perlu sampaikan permohonan agar saling memaafkan.
Melayani dan Menemani Tamu
Saat ada tamu yang berkunjung ke rumah, hendaknya selalu menemani dan melayaninya. Jangan sampai Anda tinggalkan atau apalagi membiarkannya begitu saja, kecuali dalam kebutuhan penting.
Baca Juga: Doa Pembuka Majelis, Keutamaan hingga Adab
Meski demikian, adab memuliakan tamu tidak meninggalkannya terlalu lama dan sampaikan alasannya secara baik-baik. Jika tamu tersebut baru dan cukup lama berkunjung, tunjukkan tempat kamar mandi, tempat sholat, serta arah kiblat.
Bahkan bisa menunjukkan kamar istirahat jika bertamu hingga menginap. Anda bisa melayani tamu dengan sebaik-baiknya dan membuatnya senyaman mungkin.
Tidak Menyinggung Perasaan Tamu
Saat ada tamu, akan lebih baik menunjukkan sikap ramah. Anda juga perlu menjaga penampilan dengan berpakaian yang bersih, rapi, sopan, serta menutup aurat.
Hal tersebut perlu Anda lakukan agar tamu merasa nyaman. Pastikan memperhatikan penggunaan tutur kata lebih sopan serta lemah lembut.
Sebaiknya tidak menegur maupun memarahi anak atau keluarga sendiri di hadapan tamu. Sebab, sikap demikian akan menyinggung perasaan tamu Anda. Selain itu, perlu menjaga perasaan tamu dengan tidak membicarakan hal-hal terlalu sensitif.
Adab Memuliakan Tamu dengan Menjamu Makanan Kesukaan
Utamakan saat menjamu tamu dengan menyediakan makanan kesukaannya. Jika makanan tersebut belum siap, bisa menyediakan minuman terlebih dahulu.
Sebagai bentuk ketaatan akan anjuran syariat, menjamu tamu perlu Anda lakukan dengan baik. Bahkan, Rasulullah saw juga mencontohkan untuk selalu bersikap ramah, termasuk tamu non-muslim.
Saat menerima tamu non-muslim, nabi memerintahkan untuk memerah kambingnya. Kemudian akan menyuguhkan susu kepada tamu tersebut. Dengan keramahan nabi, keesokan hari tamu non-muslim justru langsung masuk Islam.
Sedekah yang Anda lakukan kepada tamu memiliki keistimewaan. Bahkan bisa memadamkan murka Allah serta menghapus dosa Anda. Meski demikian, menjamu tamu tidak secara berlebihan dan terlalu memaksakan.
Mengantar Tamu hingga Pintu Halaman
Saat tamu berpamitan, sebagai tuan rumah perlu mengantar hingga pintu halaman. Anda perlu memandangnya hingga tidak terlihat lagi.
Baca Juga: Doa Memakai Jilbab Beserta Artinya Agar Semakin Berkah
Jangan lupa agar saling mendoakan dan menyampaikan keinginan akan kunjungan berikutnya. Ucapkan salam perpisahan yang menyenangkan serta berterima kasih atas kedatangannya.
Adab memuliakan tamu perlu umat muslim amalkan. Jika melakukan semuanya kepada tamu secara ikhlas akan menjadi sedekah dan bernilai pahala di sisi Allah. (R10/HR-Online)