harapanrakyat.com,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar, Jawa Barat, belum lama ini mengungkapkan 60 persen responden hasil jajak pendapat (survei) berpendidikan setuju terkait rencana penerapan satu arah di Jalan Hamara Effendi.
Perwakilan Pedagang PKL Kenanga, Irwan Gunawan merespon hasil survei tersebut. Irwan mengatakan, warga dan pedagang di kawasan Jalan Hamara Effendi tetap bersikukuh menolak rencana penerapan satu arah atau one way di lokasi tersebut. Hal itu karena penerapan one way di Jalan Hamara Efendi akan berdampak pada omzet penjualan.
Baca Juga: Dishub Kota Banjar: Hasil Survey 60 Persen Responden Setuju Rencana One Way Jalan Hamara Efendi
Ia pun mempertanyakan hasil survei jajak pendapat tersebut apakah responden yang memberikan pendapatnya merupakan warga setempat, atau warga luar Banjar.
“Harus kita lihat dulu hasil survey itu dari mana aja, bisa jadi luar kota Banjar atau masyarakat tertentu,” kata Irwan kepada harapanrakyat.com, Kamis (9/3/23).
“Survei itu kayaknya ga ada batas waktunya sehingga Dishub nunggu memenuhi syarat yang setuju,” ujarnya menambahkan.
Dishub Kota Banjar Jelaskan Hasil Survei Rencana One Way Jalan Hamara Efendi
Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Banjar, Wardoyo, mengatakan, responden survei mayoritas warga Banjar. Baik warga jalan maupun di luar Jalan Hamara effendi.
Terkait metode survey yang digunakan yaitu dengan cara wawancara atau meminta tanggapan masyarakat melalui aplikasi google form. Adapun penentuan jumlah sampel minimalnya dengan rumus slovin.
“Responden yang masuk survei mayoritas warga Banjar baik warga jalan maupun di luar jalan Hamara Effendi. Survei ini inisiatif sendiri dari kami Dinas Perhubungan,” katanya.
Lanjutnya menjelaskan, survei dan rencana penerapan satu arah tersebut memang hanya fokus dilakukan di Jalan Hamara Effendi. Tujuannya mengurangi arus kepadatan kendaraan dan agar pusat keramaian merata.
Selain itu juga mengacu pada Bappelitbangda beberapa tahun lalu yang ingin Kota Banjar memiliki ikon daerah yang dapat menjadi pusat keramaian untuk menarik pengunjung. Bukan karena ada hal lain seperti adanya pembangunan mall.
“Jadi tujuannya untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan, agar pusat keramaian merata. Bukan karena ada pembangunan mall,” jelasnya.
“Sampai saat ini juga belum ada keputusan dan belum ada rapat koordinasi lagi terkait rencana tersebut,” katanya menambahkan. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)