Sejarah Perang Uhud perlu diketahui oleh kalangan umat Islam. Perang Uhud termasuk salah satu pertempuran yang besar dalam sejarah Islam. Namun, perang tersebut membawa hikmah yang bisa Anda ambil.
Terdapat banyak sekali pasukan sahabat Nabi yang menjadi korban, bahkan Nabi Muhammad SAW juga terluka. Lokasinya yakni berada di Jabal Uhud. Lokasi tersebut merupakan bukit yang bernilai sejarah dalam sejarah Islam.
Baca Juga: Perang Bani Qainuqa, Perselisihan Kaum Muslim dengan Yahudi
Pasukan umat muslim yang bergerak atas kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Melakukan pertempuran secara totalitas melawan musyrikin Makkah. Awal perang ini dari dendam kaum kafir akibat kalah saat Perang Badar pada bulan Ramadhan 624 Masehi.
Kekalahan Perang Badar yang menghentikan aktivitas perdagangan kota Mekkah. Sehingga, Abu Sufyan tidak mengakui Muhammad SAW sebagai nabi. Bahkan menyuruh penduduk Makkah agar menyerang umat muslim.
Sejarah Perang Uhud, Perang di Luar Kota Madinah
Sebelumnya, Nabi Muhammad SAW beserta pasukan melakukan musyawarah dalam membahas strategi Perang Uhud. Alhasil, menetapkan bahwa kaum Muslimin akan menjalankan perang di luar kota Madinah untuk keamanan masyarakat.
Kaum kafir Quraisy memiliki lebih dari 3.000 pasukan. Pasukan yang terdiri dari 200 berkuda dan 700 kendaraan unta. Ada pula, pasukan pejalan serta pasukan pemanah. Untuk kaum Muslimin memiliki kurang lebih 1.000 pasukan yang datang dari Madinah.
Selama perjalanan menuju Uhud, Abdullah bin Ubay berkhianat pada kaum Muslimin. Keluar dari pasukan kaum Muslimin serta membawa 300 pasukannya. Sehingga, pasukan gabungan yang awalnya berjumlah 1.000, hanya tersisa 700 prajurit.
Usai penghianatan dari Abdullah bin Ubay, Rasulullah SAW meminta kepada kaum Muslimin untuk tetap fokus. Selain itu, juga tak perlu memikirkan masalah tersebut.
Kekalahan Kaum Muslimin
Dalam sejarah Perang Uhud, terjadinya perang selama kurang lebih tujuh hari. Kaum Muslimin awalnya mampu membuat kaum kafir Quraisy tersudut hingga mundur. Namun kemunduran tersebut menjadi strategi tipu muslihat kaum Quraisy.
Kaum kafir Quraisy melakukan serangan kembali secara mendadak. Hingga akhirnya kaum Muslimin menjadi terkepung dari segala penjuru. Kaum Muslimin berupaya mempertahankan posisi serta melindungi Nabi Muhammad SAW.
Perang ini mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk sahabat dan keluarga Nabi Muhammad SAW. Salah satu pasukan yang meninggal yakni Hamzah, paman Nabi Muhammad SAW. Orang tersebut yang selalu berada di samping Nabi selama perang.
Baca Juga: Kisah Perang Bani Quraizhah, Terjadi pada Bulan Dzulqadah!
Kekalahan Perang Uhud tentunya terasa menyakitkan. Akhir dari Perang Uhud saat Khalid bin Walid meminta kaum Muslimin untuk mundur. Kemudian mengumumkan kemenangan atas kaum kafir Quraisy.
Dampak Perang Uhud
Kekalahan kaum muslimin selama perang tersebut memberikan dampak yang cukup besar. Mulai dari kemampuan militer pasukan kaum muslimin yang terus bertambah.
Akibat melakukan pelatihan serta ekspedisi penaklukkan. Selanjutnya, kaum Quraisy juga semakin bernafsu dalam menaklukkan kekuatan Islam di Madinah.
Hikmah dari Sejarah Perang Uhud
Kesalahan yang kaum muslimin lakukan bisa menjadi pembelajaran dari Perang Uhud. Namun dengan kemurahan hati Allah, kondisi Rasullullah pada masa itu tidak meninggal dan hanya terluka.
Umat Islam bisa mengambil pembelajaran berharga dari Perang Uhud. Hal yang buruk yang terjadi seringkali karena ketidaktaatan para umat muslim kepada Allah dan juga perintah Rasul-Nya.
Adapun pelajaran yang bisa diambil dari Perang Uhud adalah seluruh mukmin bisa belajar bahwa ketidaktaatan kepada perintah akan mengakibatkan hal buruk. Pada masa itu, sebaiknya menaati perintah Rasulullah SAW.
Namun justru lalai dan terpancing atas tabiatnya. Pergi dari tempatnya untuk mengumpulkan ganimah, lalu akhirnya menjadi penyebab kekalahan.
Berawal dari sejarah Perang Uhud, para nabi dan rasul mendapatkan ujian dari Allah SWT dengan berbagai macam musibah. Namun, akhir yang paling baik bisa didapatkan.
Seluruh musuh Nabi menjadi bertekuk lutut atas hukumnya. Meski awalnya seringkali dihiasi dengan perang, kesedihan dan tekanan, namun muncul hikmahnya.
Rasulullah menerima kekalahan dan orang-orang munafik bermunculan. Sementara orang mukmin tetap bersabar akan naik derajatnya.
Baca Juga: Sejarah Peradaban Islam Dinasti Umayyah yang Penuh Lika-Liku!
Allah SWT menakdirkan setiap orang mukmin dengan bermacam derajat yang tinggi. Untuk mendapatkan derajat tersebut tidak hanya dengan amal ibadah saja. Umat mukmin perlu melalui musibah dan ujian yang berat.
Kekalahan kaum Muslimin saat perang Uhud menjadikan peristiwa menyedihkan dalam Islam. Dari sejarah perang Uhud tersebut terdapat hikmah yang bisa Anda ambil. Saat mendapat amanah maka perlu dituntaskan, bukan dilanggar. (R10/HR-Online)