Risiko investasi Credit Suisse mulai tampak di awal bulan ini. Investasi memiliki risiko termasuk pada saham Credit Suisse. Saham bank dan asuransi Eropa ini merosot pada hari yang sama.
Hal ini membuat saham Credit Suisse ikut anjlok sebanyak 15% ke rekor terendah. Gejolak ini disebabkan oleh kematian SVB. Sehingga investor memiliki kekhawatiran tentang kemampuan Credit Suisse menempatkan rencana restrukturisasi.
Baca Juga: Keuntungan Membeli Aset Surat Utang dengan Tips Membelinya
Risiko Investasi Credit Suisse Meledak
Credit Suisse adalah salah satu bank investasi terkemuka di dunia dan menawarkan berbagai produk investasi kepada kliennya. Seperti semua bentuk investasi, ada risiko yang terkait dengan investasi di produk keuangan yang ditawarkan oleh Credit Suisse.
Tingkat premi risiko investasi di lembaga perbankan naik tertinggi pada Senin minggu ini. Seperti yang dikatakan sebelumnya jika hal ini dipicu runtuhnya SVB (Silicon Valley Bank) yang memicu terjadinya penularan lebih luas pada industri perbankan.
Credit Default Swap (CDS) adalah istilah yang menggambarkan produk derivatif berupa kontrak keuangan. Sehingga memungkinkan investor untuk menghilangkan atau mengurangi risiko bisnisnya pada orang lain. Caranya dengan membayar premi sesuai pada angka yang kedua pihak sepakati.
CDS Credit Suisse memiliki tenor 5 tahun melonjak 36 basis poin menjadi 453. CDS bank asal Swiss menjadi yang paling menunjukkan peningkatan dalam indeks Bloomberg melacak CDS dari 125 perusahaan kelas atas Eropa.
Baca Juga: Aturan Insentif Investasi di IKN, Inilah Poin-Poin Pentingnya
Gejolak Akibat Kematian SVB
Risiko investasi Credit Suisse bisa dibilang karena faktor kematian SVB. Selain itu, juga terpengaruh dengan saham bank dan asuransi Eropa yang merosot pada satu hari bersamaan.
Meski demikian sebelum kematian SVB, investor tetap merasa khawatir tentang kemampuan Credit Suisse. Awal bulan ini Credit Suisse bahkan menyatu dengan adanya penundaan publikasi laporan tahunan.
Hal ini menyusul permintaan pada menit menit terakhir oleh regulator AS atas laporan keuangan sebelumnya. Kepercayaan investor pada investasi Credit Suisse juga mulai menurun.
Selusin bankir swasta pada tingkat direktur pelaksanaan keatas telah meninggalkan Singapura dan Hongkong sejak September tahun lalu.
Baca Juga: Pengertian Investor Moderat, Produk Investasi dan Ciri-Cirinya
Credit Suisse Merosot Cukup Signifikan
Mengingat risiko investasi Credit Suisse kini sedang terjadi, hal ini bukan berarti tanpa alasan. Bank investasi Swiss ini telah menjadi sorotan pada minggu ini. Para pelaku ekonomi melihat kondisi ini terus terjadi.
Kondisi keuangan perusahaan justru merosot tajam. Sehingga kekhawatiran membawa efek domino bagi perekonomian Uni Eropa atau global.
Segmen Swiss Universal Bank menawarkan saran dan solusi keuangan yang komprehensif. Baik itu untuk klien perusahaan, swasta, atau institusi di Swiss. Dalam segmen Manajemen Kekayaan Internasional memberikan layanan konsultasi dan yang lainnya.
Dengan kematian SVB yang sudah mulai menyebar membuat para investor merasa merugi. Meski harga naik, namun saham ini masih memiliki risiko investasi Credit Suisse. (R10/HR-Online)