Perbedaan gempa darat dan laut adalah pada letaknya. Gempa darat dan laut memiliki perbedaan, yakni dimana itu terjadi. Tentu saja efek yang muncul dari kedua gempa bumi tersebut berbeda.
Gempa bumi sendiri merupakan salah satu bencana alam yang hingga kini banyak memakan korban jiwa. Bencana alam ini merupakan hal yang cukup sering terjadi di Indonesia karena letak wilayahnya.
Seringkali terjadi gempa bumi di Indonesia, entah itu gempa darat maupun gempa laut. Apa yang berbeda dari keduanya?
Baca Juga: Keadaan Bumi Zaman Dulu Beda dengan Sekarang, Lebih Ekstrim!
Berbagai Perbedaan Gempa Darat dan Laut
Gempa bumi memiliki arti sebagai suatu getaran di bumi akibat adanya pergerakan lempeng tektonik. Guncangan tersebut bisa terjadi di permukaan atau di dalam Bumi.
Ketika gempa terjadi, pergerakan lempeng tektonik akan mengakibatkan longsor atau kerusakan struktur dari suatu bangunan. Selain itu, gempa bumi juga bisa menyebabkan tsunami atau gelompang tinggi di laut.
Dampak tersebutlah yang sebenarnya membuat gempa bumi menjadi bencana alam yang mengerikan. Berbagai kasus gempa bumi menghasilkan banyak kerugian korban jiwa maupun materi.
Dalam gempa tektonik, terdapat dua titik lokasi terjadinya getaran. Ada gempa tektonik di darat dan juga di dasar laut.
Apa yang Dimaksud dengan Gempa Darat?
Sebelumnya sudah diketahui pengertian dari gempa bumi adalah suatu getaran maupun pergerakan yang terjadi pada lapisan bumi.
Gempa bumi ini terbagi atas letak terjadinya guncangan. Pertama ada gempa darat, yaitu jenis gempa yang terjadi di daratan atau di bawah permukaan Bumi.
Jenis gempa darat ini umumnya terjadi akibat gesekan di antara lempeng tektonik yang ada di bawah tanah. Hal yang menjadi perbedaan gempa darat dan laut adalah efek terjadinya.
Gempa darat yang terjadi di bawah permukaan Bumi, dapat menimbulkan efek kerusakan pada bangunan dan juga infrastruktur di atasnya. Efek yang timbul dari gempa darat bisa menyebabkan bangunan runtuh sehingga membahayakan makhluk hidup di sekitarnya.
Selain itu, gempa darat juga menjadi penyebab dari tanah longsor dan juga retakan tanah. Dalam beberapa kasus bahkan gempa darat meninggalkan lubang yang cukup besar.
Baca Juga: Cara Kerja Gunung Berapi Hingga Mengalami Ledakan, Ini Dia!
Pengertian dan Penyebab Gempa Laut
Setelah gempa darat, ada juga gempa laut. Hal yang menjadi perbedaan gempa darat dan laut tersebut tentu saja letak terjadinya guncangan atau getaran.
Sesuai dengan namanya, gempa laut ini terjadi di bawah laut atau di lepas pantai. Gempa ini dapat terjadi karena adanya pergeseran lempeng tektonik yang ada di dasar laut.
Karena pergeseran lempeng di bawah laut, maka umumnya gempa laut ini bisa menyebabkan potensi tsunami. Melansir dari Wikipedia, tsunami adalah gelombang air besar yang terjadi karena gangguan di dasar laut, salah satunya seperti gempa bumi.
Gempa bumi tersebut bisa menyebabkan pembentukan gelombang yang menyebar ke berbagai arah dengan kecepatan mencapai 600 hingga 900 km/jam.
Gelombang tsunami ini dapat mencapai ketinggian puluhan meter dan merusak pesisir. Meskipun terdapat perbedaan, namun gempa darat dan laut ini tentu saja menyebabkan daerah terdampak tsunami mengalami kerusakan parah dan menyebabkan banyak korban jiwa.
Zona Gempa Bumi di Dunia
U.S. Department of the Interior menjelaskan bahwa di dalam sejarahnya, gempa bumi terjadi dalam pola umum. Artinya, gempa bumi sama dari tahun ke tahun, terutama di tiga zona besar di Bumi.
Zona pertama adalah sabuk seismik sirkum Pasifik yang menjadi sabuk gempa bumi terbesar di sepanjang tepi Samudera Pasifik. Sekitar 81 persen gempa bumi terbesar di dunia berasal dari lokasi ini.
Lokasi ini juga mendapat julukan sebagai “Cincin Api Pasifik”. Beberapa jenis gempa di zona ini adalah Gempa Bumi Chili M9,5 dan Gempa Bumi Alaska M9,2.
Zona selanjutnya adalah sabuk gempa Alpide yang membentang dari Jawa, Sumatera melalui Himalaya, lalu Mediterania dan ke Atlantik.
Perlu Anda ketahui, sabuk ini menyumbang kurang lebih 17 persen gempa Bumi terbesar di dunia, salah satunya gempa 9,1 SR di Indonesia pada tahun 2004 yang menyebabkan tsunami besar.
Terakhir adalah sabuk pegunungan Atlantik. Pegunungan ini menandai dua lempeng tektonik menyebar secara terpisah.
Baca Juga: Penyebab Pasang Surut Air Laut yang Sering Terjadi, Ini Penjelasannya!
Sebagian besar Pegunungan Tengah Atlantik berada jauh di bawah laut, tetapi negara Islandia yang berada di atasnya pernah mengalami gempa bumi 6,9 SR.
Begitulah perbedaan gempa darat dan laut yang bisa Anda pahami. Keduanya sama-sama bisa sangat berbahaya, terutama jika terjadi dalam skala yang besar. (R10/HR-Online)