Peranan protozoa yang menguntungkan dan merugikan perlu dipahami. Protozoa tidak hanya menguntungkan tetapi juga merugikan. Dengan memahaminya, maka Anda akan lebih mengerti bagaimana kehidupan protozoa tersebut.
Mungkin Anda belum memahami atau masih asing dengan protozoa. Di dalam ilmu biologi, protozoa termasuk ke dalam kingdom Protista yang merupakan salah satu jenis kingdom sederhana.
Kingdom satu ini memiliki ciri yang juga ada pada makhluk hidup. Hanya saja anggota kingdom hanya berjumlah satu.
Hewan yang tergolong ke dalam kingdom Protista adalah protozoa. Simak di sini penjelasannya!
Baca Juga: Peristiwa Mutasi pada Makhluk Hidup, Pengertian Hingga Efeknya!
Berbagai Peranan Protozoa yang Menguntungkan dan Merugikan
Protozoa merupakan kelompok organisme uniseluler yang termasuk ke dalam kingdom Protista. Pengertian dari protozoa sendiri dapat terlihat dari asal katanya, yaitu protos yang dalam Bahasa Yunani berarti pertama. Kata selanjutnya adalah zoa yang berarti hewan.
Melalui kata tersebut, maka protozoa dapat diartikan sebagai hewan awal atau permulaan. Hewan yang memiliki sel satu ini menjadi hewan dengan sifat heterotrof.
Hewan heterotrof adalah jenis hewan yang dapat bergerak aktif serta tubuhnya belum dapat terdiferensiasi dengan jelas. Dengan sifat tersebut, protozoa dapat hidup bebas dan memiliki peran penting untuk pertumbuhan makhluk hidup lainnya.
Ciri-Ciri dari Protozoa
Sebelum beralih ke peranan protozoa yang menguntungkan dan merugikan, Anda juga perlu memahami ciri-ciri mereka. Morfologi protozoa ini cukup bervariasi.
Protozoa memiliki fisiologi dan metabolisme yang sesuai dengan kebutuhan. Bentuk dan ukuran dari protozoa tentunya sangat beragam, mulai dari lonjong atau membola, memanjang, atau bahkan polimorfik.
Beberapa protozoa berdiameter sekecil 1 nanometer dan yang lainnya bisa mencapai 600 nanometer atau lebih. Beberapa ciliata yang umum juga bisa mencapai ukuran 2.000 nanometer atau 2 mm.
Berikut ciri utama dari protozoa:
- Merupakan eukariotik (membran inti yang melindungi inti) sehingga substitansi genetic atau kromosom mereka terpisah dengan sitoplaska.
- Bentuk sel protozoa umumnya tetap, kecuali Rhizopoda.
- Termasuk kategori organisme heterotrof yang tidak bisa menghasilkan makanan sendiri.
- Di dalam rantai makanan, protozoa sebagai zooplankton.
- Umumnya membelah diri, tetapi ada juga yang secara konjugasi.
- Memiliki alat gerak berupa kaki semu, bulu getar, dan bulu cambak atau dengan sel itu sendiri.
Baca Juga: Penemuan Bakteri Penghasil Listrik, Ini Penjelasan dari Ilmuwan!
Apa Peran Menguntungkan dari protozoa?
Setelah memahami beberapa ciri-cirinya, kita bisa melihat apa saja peranan protozoa yang menguntungkan dan merugikan.
Protozoa dapat menguntungkan karena bisa mengontrol jumlah populasi bakteri. Mereka menjadi komponen penyusun plankton sebagai sumber makanan dari binatang air.
Protozoa di dalam ekosistem air menjadi konsumen tingkat pertama. Peran menguntungkan lainnya adalah jenis foraminifera yang menjadi penunjuk sumber daya minyak Bumi. Foraminifera ini memiliki kerangka luar kapur dan dapat mengendap pada tanah, serta sangat berguna bagi pertambangan.
Protozoa alga juga bermanfaat sebagai bahan agar-agar. Beberapa jenis alga juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, seperti Ulva dan Chlorella.
Selain itu, manusia juga bisa memanfaatkan protozoa sebagai sumber peledak dan bahan penggosok. Jenis protozoa yang bermanfaat untuk hal ini adalah Radiolaria yang sudah mandi. Umumnya protozoa jenis ini akan mengendap di area perairan.
Peran Merugikan Protozoa
Sesungguhnya terdapat peranan protozoa yang menguntungkan dan merugikan. Selanjutnya kita akan membahas peran merugikan protozoa.
Protozoa merupakan jenis hewan yang bisa merugikan makhluk hidup lainnya karena menjadi penyebab penyakit. Contohnya pada hewan ternak seperti kambing dan sapi.
Kemudian sakit malaria, diare, dan kala azar juga terjadi karena protozoa jenis plasmodium. Penyakit ini dapat menular dengan bantuan dari nyamuk anopheles betina.
Hewan bersel satu ini bisa menyerang darah manusia. Plasmodium vivax dan plasmodium ovale menjadi penyebab malaria tertiana. Sedangkan plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropikana dan plasmodium malarine mengakibatkan malaria kuartana.
Baca Juga: Cara Katak Kaca Menjadi Transparan Ternyata Sangat Unik!
Peran merugikan protozoa pada manusia lainnya adalah penyakit disentri akibat entamoeba histolytica. Kemudian ada penyakit gingivalis yang mengakibatkan kerusakan gusi dan gigi akibat protozoa jenis entamoeba gingivalis.
Itulah berbagai peranan protozoa yang menguntungkan dan merugikan. Ada begitu banyak jenis protozoa dan setiap jenisnya berbeda. Beberapa jenis bisa sangat menguntungkan, tetapi yang lainnya bisa sangat merugikan makhluk hidup di sekitarnya. (R10/HR-Online)