Penyebab runtuhnya Bani Umayyah akibat berbagai faktor. Bani Umayyah termasuk dinasti kekhalifahan terbesar, namun ada penyebab yang membuatnya runtuh. Runtuhnya Bani Umayyah digantikan oleh Bani Abbasiyah.
Sejak meninggalnya Rasulullah SAW, terciptalah masa kekhalifahan. Setelah meninggalnya sang khulafaur rasyidin, terjadilah tabuh kepemimpinan Islam baru. Dinasti Umayyah menjadi sebutan atas kepemimpinan tersebut.
Meski demikian, dinasti ini juga tak terbebas oleh masalah. Hingga pada berakhir pada suatu keruntuhan. Terdapat beberapa faktor dari penyebab runtuhnya dinasti tersebut.
Baca Juga: Akhir Kekhalifahan Muslim, Terjadi pada Tahun 1342 Hijriyah
Ketahui Penyebab Runtuhnya Bani Umayyah
Dinasti Bani Umayyah merupakan salah satu dinasti kekhalifahan terbesar dan yang pernah ada dalam sejarah Islam. Namun sayangnya, kebesaran dinasti tersebut harus berhenti. Ada banyak penyebab runtuhnya dinasti tersebut.
Sistem politik serta kekuasaan yang melemah adalah titik awal kejatuhan Umayyah. Saat membicarakan faktor mundurnya Dinasti Bani Umayyah, banyak yang fokus hanya pada kudeta Bani Abbasiyah.
Padahal, terdapat banyak faktor pendahulu yang menimbulkan kemunduran kekhalifahan tersebut. Bahkan yang mendorong terjadinya pemberontakan dalam internal negara.
Adapun faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah hingga membawanya kepada kehancuran, sebagai berikut:
Kehidupan Bermewah-mewah Khalifah
Permulaan kehancuran suatu peradaban besar adalah pemimpin yang cinta dunia. Begitu pula yang terjadi pada kekhalifahan Dinasti Bani Abbasiyah.
Tidak semua khalifah Dinasti Bani Abbasiyah memiliki sikap bermewah-mewah. Namun, penyebab runtuhnya Bani Umayyah beberapa khalifah memiliki kebiasaan buruk.
Bahkan, kebiasaan bermewah-mewah tersebut sudah terjadi oleh Khalifah Dinasti Bani Abbasiyah kedua yakni Yazid bin Muawiyah (Yazid I).
Yazid bin Muawiyah sangat menyukai minum-minuman keras sembari bernyanyi bersama budak wanita. Kebiasaan buruk para khalifah yang memantik kemarahan masyarakat. Hingga akhirnya memicu ketidakstabilan politik serta pemberontakan.
Pertentangan Kelompok Arab Utara dan Selatan
Ketidaktentraman kondisi politik pada masa Dinasti Bani Umayyah juga terjadi hingga kalangan masyarakat. Pertentangan paling besar yang terjadi antara kelompok Yaman dengan kelompok Qays.
kelompok Yaman yakni suku-suku Arab yang ada di sisi selatan Jazirah Arab. Sementara, kelompok Qays yakni suku Arab yang ada pada sisi Utara Jazirah Arab seperti Syria.
Kedua kelompok tersebut memiliki kandidat khalifah masing-masing dan mendukungnya untuk berkuasa. Hal tersebut yang memicu perang saudara dalam kehidupan kaum Dinasti Bani Umayyah.
Baca Juga: Kisah Mu’awiyah bin Yazid, Menolak Jadi Khalifah!
Penyebab Runtuhnya Bani Umayyah Terjadinya Perang Saudara
Perang saudara memperebutkan kekuasaan seringkali mewarnai kehidupan perpolitikan. Termasuk pada akhir masa kejayaan Dinasti Bani Umayyah.
Masing-masing anggota istana menjadi terpecah belah. Memperebutkan siapa yang paling berhak untuk menduduki posisi Khalifah berikutnya.
Perpecahan ini terjadi karena pengangkatan lebih dari satu putra mahkota oleh khalifah sebelumnya. Hal tersebut, bahkan sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar khalifah di Dinasti Bani Umayyah.
Umumnya, pemberian wasiat kepada kerabat terdekat terlebih dahulu atau putra paling tua. Jika putra tertua masih berusia cukup muda, maka wasiat pertama akan jatuh pada saudara baru. Selanjutnya baru ke putra tertua.
Akibatnya putra mahkota yang terlebih dahulu naik takhta memiliki keinginan untuk mengangkat putranya sendiri.
Hal tersebut memicu terjadinya perang saudara antara paman dan keponakan. Bahkan, penyebab runtuhnya Bani Umayyah, perpecahan antar saudara kandung keluarga Dinasti Bani Umayyah.
Kudeta dalam Lingkungan Istana
Masih terkait dengan faktor lemahnya Dinasti Bani Umayyah. Perang saudara yang terjadi pada keluarga istana hingga berujung pada upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah.
Kudeta terhadap Khalifah yang sah pada tahun 740an, salah satu kudeta terparah dalam lingkungan istana.
Pada tahun 740an, kondisi perpolitikan Dinasti Bani Umayyah sudah sangat rusak hingga mengalami krisis serius.
Krisis politik yang mulai sejak kekuasaan Khalifah Walid II bin Yazid. Sifatnya sangat buruk karena senang berfoya-foya dan cinta dunia.
Baca Juga: Masa Keemasan Khalifah Umar RA, Pemimpin Adil dan Bijaksana!
Terjadinya kudeta oleh internal Dinasti Bani Umayyah, sehingga membuat Kekhalifahan saat itu kehilangan wibawa di mata rakyat. Hal ini juga memunculkan kudeta atau pemberontakan pada provinsi yang lainnya.
Tidak adanya pemimpin kuat serta shaleh yang akan menyatukan masyarakat menjadikan penyebab kemunduran Dinasti Bani Umayyah. Hingga akhirnya akan membawa kepada kehancuran
Penyebab runtuhnya Bani Umayyah memang beragam. Usai runtuhnya Bani Umayyah tergantikan oleh Bani Abbasiyah. (R10/HR-Online)